Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 5 Des 2015
  • visibility 475
  • comment 0 komentar

Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan budi pekerti manusia. Lewat pribadi dan sikap yang menawan Muhammad berhasil menyampaikan risalah dari Tuhannya dengan damai. Selain seorang nabi, ia adalah pemimpin yang bijaksana, pengatur strategi perang yang handal, politikus sejati, pebisnis yang sukses dan sebagainya. Sampai-sampai dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pembaca menyelami hakikat cinta kepada Muhammad SAW.
            “Kami mengirim shalawat kepadamu seperti yang dianjurkan Allah—karena Dia sendiri beserta malaikat-Nya juga memberikan shalawat kepadamu. Namun, pada umumnya itu hanya karena kami membutuhkan keselamatan diri kami sendiri. Sesungguhnya kami belum mencapai mutu kepribadian yang mencukupi untuk disebut sebagai sahabatmu, Muhammad. Kami mencintaimu, tetapi kami belum benar-benar mengikutimu. Kami masiih takut dan terus menerus bergantung padakekuasaan-kekuasaan kecil di sekitar kami. Kami kecut kepada atasan. Kami menunduk kepada benda-benda. Kami bersujud kepada uang, dan begitu banyak hal yang picisan (hlm 30).
            Keresahan Emha yang mendasari semua esai dalam buku setebal 503 halaman ini. Berapa banyak peringatan maulid Kanjeng Nabi Muhammad dilaksanakan, berapa ribu majlis shalawat diagendakan, tetapi masih seringkali belum membuat perubahan baik persoanal ataupun sosial kepada pelakunya. Tindakan Muhammad belum sepenuhnya diteladani, bahkan separuh pun belum atau malah sama sekali belum dilaksanakan. Yang suka menyakiti tetangga dengan lisannya masih saja menyakiti, yang suka membicarakan aib orang lain masih saja berbicara, yang suka memakan hak orang lain masih saja memakan, yang suka melawan suami masih saja melawan, yang suka menyakiti istri masih saja menyakiti dan sebagainya. Hal inilah yang membuat kegelisahan batin Emha dan mendorongnya untuk menulis surat yang berupa esai dengan empat sub judul di dalamnya.
             Surat pertama ihwal “The Philosophy of Angop” bahwa cinta itu harus berupa tindakan yang memberi pengaruh positif pada ranah sosial, baik itu berupa tindakan amar makrufataupun nahi mungkar. “Apa yang kau lakukan terhadap begitu banyaknya pencatutan  dan korupsi? Apa yang kau perbuat atas menderasnya penyalahgunaan kekuasaan di hampir segaa lapisan? Apa yang kau lakukan terhadap masalah ketidakadilan politik dan ekonomi, masalah penggusuran, penyelewengan hukum, dan bertumpuk-tumpuknya manipulasi atas nilai-nilai Tuhanmu?” (hlm 99)
            Kiai Mbeling ini menunjukkan bahwa perwujudan cinta kepada Kanjeng Nabi itu bermakna rasa belas kasih terhadap sesama. Membuat kesadaran kolektif untuk menuju ridlo Tuhan. Berusaha meraih kebahagian hidup bersama dengan jalan cinta.
            Surat kedua ihwal “The Nation of Jathilan” bahwa cinta itu berupa seni dan budaya. Manusia moderen memasuki proses teknologisasi kebudayaan, yakni arah menjauh dari alam, kemudian menciptakan peluang-peluang khusus untuk kembali ke alam. Kembali dengan Tuhan. Artinya jika manusia tahu bahwa segala sesuatu produk (alam, seni dan budaya) hakikatnya ciptaan Tuhan maka jalan seni dan budaya tersebut bisa menjadi wasilah mendekatkan diri dengan Tuhan dan Kanjeng Nabi.
            Surat ketiga ihwal Rahasia Air Mata Bang Ali: Masalah-Masalah Politik dan Ekonomi. “Sesungguhnya pula, jika Anda memasuki hakikat realitas dunia perpolitikan—dalam konteks sempitnya maupun konteks luasnya—pandangan mata Anda insya Allah akan bergelimangan “egomania”. Lantas Anda juga akan merasakan tergetar apabila menyaksikan betapa batu cadas “egomania” itu dikonstruksikan dengan pilar-pilar kekuasaan politik, fundamental-fundamental beton kekuasaan, dan dinding-dinding tebal kulturalisme dan “birokratisme” (hlm 262).
            Jika politik tidak didasari rasa cinta hanya akan memuat kekuasaan berdasarkan ke-ego-an yang berdiri di atas kepentingan-kepentingan tanpa adanya muatan kebenaran. Dari benturan kepentingan-kepentingan inilah yang akan membuat sebuah bencana dalam sebuah tatanan negara yang sudah pasti akan berpengaruh pada sektor ekonomi. Ekonomi goyah maka hubungan dengan Tuhan pun akan terganggu.
            Puncak dari segala rasa cinta terdapat dalam tindakan, laku, dan ikhtiar  “Mengendarai” Al-Quran, Melintasi Tujuh Langit. Di mana seorang pecinta mengalami tahapan-tahapan untuk mencapai sebuah kesempurnaan cinta. “ manusia, semua hamba Allah, melakukan perjalanan yang panjang dan sakit, untuk mutu kehidupannya sehingga mendekat kepada-Nya dan mengislamkan—ini artinya jumbh dengan-Nya. Karena hakikat makhluk sesungguhnya adalah tiada, hanya Allah yang sungguh-sungguh ada, sungguh-sungguh telah ada, akan ada, dan kekal ada (hlm 407).
            Lewat buku Surat Kepada Kanjeng Nabi edisi kedua ini, Budayawan nyentrik asal Yogya mengajak pembaca untuk mencintai Kanjeng Nabi secara “sungguh-sungguh”, dan mencintai dengan cara “sesungguhnya”. Dalam arti, mengintropeksi diri menjadi pecinta sejati yang pantas mencinta dan dicintai oleh Muhammad berserta Tuhannya.
           
Judul              : Surat Kepada Kanjeng Nabi
Penulis             : Emha Ainun Nadjib
Penerbit           : Mizan Pustaka, Bandung
Cetakan           : Pertama, Juni 2015 (edisi kedua)
Tebal               : 503 halaman
Peresensi        : Mirza Sastroatmodjo, Pesyair, Mahasiswa Universitas Ahmad   Dahlan Yoyakarta
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

  • PCNU-PATI

    Ngaji Posonan di PAC Gunungwungkal

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GUNUNGWUNGKAL – PAC Fatayat NU Gunungwungkal mengadakan kegiatan ngaji posonan yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Ahad, dan Selasa selama bulan Ramadhan. “Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU kecamatan Gunungwungkal, baik pengurus maupun anggota ranting. Ngaji posonan tersebut bertempat di masjid Daarul Muttaqin Desa Ngetuk” jelas Hariati Ketua PAC Fatayat Gunungwungkal Kegiatan ini […]

  • Mantan Ketua IPNU Pati Tulis Buku tentang Santri

    Mantan Ketua IPNU Pati Tulis Buku tentang Santri

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pamflet acara book review Literasi Digital Santri Milenial yang akan diselenggarakan Minggu (4/7) pukul 15.30 WIB. Penulis buku tersebut merupakan ketua domisioner PC IPNU Kabupaten Pati masa bhakti 2009-2011 SURABAYA-Karya literer yang membahas dunia santri semakin banyak terbit akhir-akhir ini. Banyaknya santri yang mulai sadar literasi membuat martabat santri terangkat melalui beragam karya ilmiah berbasis […]

  • PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – PC PMII Pati bersama PMII Komisariat Syekh Mutamakkin IPMAFA, PMII Komisariat Joyo Kesumo STAIP dan KSEI STIEF hari ini (Sabtu, 27/02) menggelar bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PMII menyalurkan 100 paket sembako yang berupa beras 2,5 Kg, gula pasir […]

  • Peringati Hari Santri 2020, PC JRA Pati Gelar Pelatihan Praktisi Ruqyah

    Peringati Hari Santri 2020, PC JRA Pati Gelar Pelatihan Praktisi Ruqyah

    • calendar_month Rab, 28 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2020, Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Laskar Jolosutro dan LDNU Kabupaten Pati menggelar pelatihan praktisi di Pesantren Al-Fakhry Hadiwijaya Kajen, Margoyoso, Pati. Pelatihan itu ditujukan mencetak praktisi ruqyah yang akan berkhidmat di tengah masyarakat. Pati, (23/10/2020) “Sebanyak 160-an peserta putra-putri yang mengikuti pelatihan tersebut yang berasal dari Demak, Jepara, Grobogan, […]

  • Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter

    Antara Ayat Suci dan Stetoskop, Perjuangan Siswi MA Salafiyah Kajen Wujudkan Harapan Jadi Dokter

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.524
    • 0Komentar

      ​Pcnupati.or.id– Langkah hidup seseorang sering kali dipandu oleh perpaduan antara mimpi, nilai spiritual, dan restu orang tua. Bagi Shaloom Syahra Zahdy, siswi kelas XII MIPA Reguler MA Salafiyah Kajen Pati, memilih program studi Kedokteran bukanlah sekadar mengejar gengsi atau ambisi pribadi. Itu adalah sebuah panggilan hati yang lahir dari harapan besar keluarga. ​Sebagai seorang […]

expand_less