Iklan
Berita

Lembaga Astronomi Salafiyah Kajen Resmi Diluncurkan

Webinar dalam rangka Launching Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen. In frame: Dewan Pakar Lajnah Falakiyah, Dr. Abdul Mufid, Lc. (kiri) dan Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU Dr. KH. Ahmad Izzuddin

MARGOYOSO-Lajnah Falakiyah Salafiyah resmi diluncurkan Minggu (8/8) siang ini. Melalui zoom meeting dan live Youtube di kanal  MA Salafiyah Kajen, acara launching lembaga yang bergerak di bidang astronomi tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. 

Iklan

Agenda peluncuran ini sekaligus menjadi ajang webinar dengan menghadirkan dua pakar astronomi Indonesia. Dr. KH. Ahmad Izzuddin (Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU) dan Prof Dr. Thomas Djamaludin (Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dipercaya menyampaikan materi terkait perkembangan ilmu astronomi khususnya di Indonesia. Sementara, moderator di-handle langsung oleh dewan pakar Lembaga Falakiyah Salafiyah, Dr. H. Abdul Mufid, Lc. 

Dalam acara tersebut, hadir pula Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa tengah, Musta’in Ahmad sebagai keynote speaker. Selain itu, Kepala MA Salafiyah, H. Ulil Albab, Ketua Umum Yayasan Salafiyah, H. Ulin Nuha serta Kepala Kantor Kemenag Pati, Ali Arifin juga turut memberikan sambutan. 

Perkembangan Ilmu Falak

Dalam materinya, Prof. Thomas memberikan banyak penjelasan terkait ilmu falak, komparasi antara kalender syamsiyah dan qomariyah hingga perkembangan ilmu astronomi. Penjelasan yang cukup panjang ia sampaikan dalam rangka memberikan wawasan yang luas kepada para santri. 

Perkembangan teknologi yang ada, menurutnya sangat memudahkan generasi milenial, khususnya santri untuk mendalami ilmu falak. Oleh sebab itu, lanjutnya, praktik kegiatan yabg berkaitan dengan astronomi bisa semakin mudah dilakukan dengan akurasi yang lebih kuat. 

“TI sangat membantu di dunia astronomi. Dengan teknologi yang modern, akurasinya bisa sangat tinggi,” ungkapnya. 

Senada dengan Prof. Thomas, KH. Izzuddin juga memaparkan tentang perkembangan ilmu falak dari sisi akademisi. Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia ini membeberkan progres dunia astronomi islam Indonesia yang kian pesat. 

“Puluhan kitab ilmu falak yang ditulis oleh ulama kita (ulama nusantara). Ada Khulashotul Wafuyah, Badi’atul Mitsal, Syamsul Hilal dan lain sebagainya” tuurnya.

Buku-buku karya dosen Indonesia mengenai cabang ilmu ini juga sudah tidak terhitung jumlahnya. Belum lagi, ia menyebut, instrumen-instrumen ilmu falak juga banyak diciptakan oleh para pakar, dosen hingga mahasiswa. 

Proyeksi

Sebelum menutup paparan materinya, Prof. Thomas memberikan wejangan kepada para santri peserta webinar Launching Lajnah Falakiyah Salafiyah. Pesan ini tentunya disampaikan untuk menghadapi tantangan santri di masa mendatang, khususnya dalam mempelajari ilmu astronomi. 

“Jadilah santri pembelajar, manfaatkan teknologi untuk memberi solusi, dan bersikaplah terbuka untuk mempersatukan ummat,” tandasnya. 

Selain itu, Dr. Izzuddin juga menyampaikan harapannya kepada Lembaga Falakiyah Salafiyah agar mampu mengadopsi teknologi yang ada. Sebagai kalam penutup, Dr. Abdul Mufid menimpali kedua pemateri tersebut dengan proyeksi yang lebih spesifik. 

“Kedepannya, semoga Lajnah Falakiyah Salafiyah bisa menjadi pioneer dalam pengembangan ilmu falak berbasis digital,” pungkasnya singkat.(lut/ltn)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button