Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
  • visibility 12.995
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini.

​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei 2026, PC Fatayat NU Pati menyampaikan tujuh poin utama sebagai bentuk komitmen mereka dalam mengawal kasus ini hingga tuntas.

​Pertama, ​Fatayat NU Pati secara keras mengutuk segala bentuk kekerasan seksual, terutama yang terjadi di lingkungan pesantren. Mereka menekankan bahwa pesantren seharusnya menjadi “ruang aman” bagi santri untuk menimba ilmu dan membentuk akhlak, bukan justru menjadi tempat terjadinya tindakan asusila.

​”Kdua, menyatakan keprihatinan mendalam dan solidaritas penuh kepada para korban. Kami mendorong pemulihan menyeluruh, baik secara fisik, psikis, maupun sosial dengan pendekatan yang berperspektif korban,” tulis pernyataan tersebut.

​Ketiga, PC Fatayat NU Pati mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan dalam menangani kasus ini. Mereka meminta agar pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal berdasarkan undang-undang yang berlaku, di antaranya UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan ​Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

​Keempat, Fatayat dengan tegas menolak segala bentuk upaya pembungkaman, intimidasi, maupun upaya penyelesaian kasus di luar jalur hukum (kekeluargaan) yang kerap merugikan hak-hak korban.

Kelima, ​mendorong evaluasi sistem Pesantren. ​Pernyataan sikap ini juga ditujukan kepada pengelola pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Fatayat mendorong adanya evaluasi menyeluruh dan penguatan sistem perlindungan anak, termasuk pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan serta penyediaan mekanisme pengaduan yang aman dan rahasia.

Keenam, memberikan imbauan kepada masyarakat. ​Masyarakat, khususnya orang tua dan wali santri, diajak untuk lebih selektif dan aktif dalam mengawasi lingkungan pendidikan anak-anak mereka. Warga diminta tidak takut untuk melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan di lingkungan sekitar.

​Di akhir pernyataan, PC Fatayat NU Pati bersama LKP3A menegaskan komitmen mereka untuk terus melakukan edukasi, advokasi, dan penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak demi menjaga marwah lembaga pendidikan serta melindungi generasi muda dari segala bentuk kekerasan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paud As Salam Rayakan Hari Santri dengan Berbagi

    Paud As Salam Rayakan Hari Santri dengan Berbagi

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 634
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Paud As Salam merayakan Hari Santri Nasional dengan beramal air bersih. Paud yang berada di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo tersebut mendonasikan enam tangki air bersih yang masing-masih berkapasitas lima ribu liter tepat pada Hari Santri 22 Oktober 2019 ini. Donasi Air Bersih Paud As Salam dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019. Lima desa dari […]

  • Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.955
    • 0Komentar

    Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini. Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern. Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin […]

  • PCNU-PATI

    Mendarat di Tebuireng,  Habib Umar bin Hafidz Singgung LGBT

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Tour Habib Umar bib Hafidz Yaman telah sampai ke Jawa Timur. Ponpes Tebu Ireng Jombang menjadi destinasi pertama setelah terbang dari Jakarta.  Dalam acara Multaqo’ Ulama bersama Habib Umar bin Hafidz, Selasa (22/8), Ulama asal Tarim itu menyinggung banyak hal. Dengan diterjemahkan oleh santrinya, Habib Jindan, Habib Umar bahkan berbicara soal karma yang menimpa […]

  • PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Seribu anak yatim di Kabupaten Pati memadati Gedung Haji Pati, Selasa (26/3/2024). Mereka berbondong-bondong mengikuti santunan yang dibalut dengan buka bersama. Kegiatan ini dalam rangka Santunan 11 Ribu Anak Yatim oleh PT Sukun. Yang mana, di Kabupaten Pati ini PT Sukun bekerja sama dengan Lazismu dan Lazisnu untuk menyukseskan acara ini. Santunan ini […]

  • KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari

    Kyai Idris Kamali, Menantu Kyai Hasyim yang Jika Namanya Disebut, Jin Lari Tunggang Langgang.

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari KH. Idris Kamali adalah sepupu ibu saya, Afifah binti Harun bin Abdul Jalil. Kalau KH. Idris bin Kamali bin Abdul Jalil. Kiai Abdul Jalil berasal dari Ndoro, Pekalongan. Pergi ke Kedondong Cirebon, mendirikan pondok di Kedondong. Kini pondok tersebut sudah tidak ada. Punya anak namanya […]

  • MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9). Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan) Dalam acara […]

expand_less