Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jama’ah Kolo-Kolo Rutin Bagi Takjil

Jama’ah Kolo-Kolo Rutin Bagi Takjil

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
  • visibility 395
  • comment 0 komentar

GEMBONG – Para pemuda yang tergabung Jama’ah Kolo Kolo yang bermarkas di Jalan Raya Gembong-Bageng Km 1 Gembong membagikan takjil gratis pada Jumat (29/4) petang.

Agenda ini, menurut Sawego, koordinator acara, merupakan agenda rutin yang digelar oleh jama’ahnya. Setiap Ramadhan, sedikitnya ratusan paket takjil berisi makanan ringan dan minuman disalurkan kepada para pengguna jalan yang melintas didepan Kantor Polsek Gembong.

“Lokasi kami tetap di depan Polsek Gembong,” jelas Sawego.

Menurutnya, kegiatan ini telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Adapun perkumpulan ini, didirikan pada 2019.

Tujuan Sama

Jama’ah Kolo-Kolo ini, didirikan atas dasar kesamaan kebutuhan, yaitu, sama-sama merasa perlu untuk bersosialisasi melalui jalan yang berbeda.

“Meski beda-beda latar belakang, namun kami punya beberapa kesamaan, misalnya, sama-sama suka jalan-jalan,” terang Tarmuji, anggota jama’ah lainnya.

Kesamaan tersebut, menjadikan Jama’ah Kolo-Kolo memiliki agenda rutin, yaitu ziarah makam wali setiap malan Jum’at Wage serta majelis tahlil setiap dua minggu sekali.

Anggota Jama’ah yang didirikan hampir empat tahun silam inipun sangat beragam, mulai dari petani, nelayan, guru, pengusaha, hingga pegawai kantoran larut tanpa batas dalam komunitas ini.

Direstui Ulama

Salah satu yang menjadikan perkumpulan ini istimewa adalah restu dari para ulama setempat. Bukan hanya memberikan pamgestu, namun beberapa kiai bahkan mendukung tindakan para pemuda dalam Jama’ah Kolo-Kolo ini.

Salah satunya adalah K. Sholikhin. Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua MWC NU Gembong, bahkan mengaku cukup senang dengan hadirnya Jama’ah Kolo-Kolo di lingkungan tempat tinggalnya.

Menurutnya, di era serba modern ini, para pemuda harus memiliki benteng. Dengan agenda rutin yang dimilikinya, anggota Jama’ah Kolo-Kolo mau tidak mau harus merapat kepada ulama, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

“Setidaknya mereka punya benteng. Lingkungan, teman berkumpul dan komunitas yang baik akan membawa dampak baik bagi seseorang,” terang K. Sholikhin.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PATI-Melalui media outbound, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pengawasn partisipatif dengan organisasi Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah, Minggu (17/11). Kegiatan yang dilangsungkan di Hutan Kota Kalidoro Kabupaten Pati diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Fatayat NU dan sisanya dari Nasyiatul Aisyiyah. Semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti event […]

  • Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Tawangsari (PESAT) dan SMP PESAT Kabupaten Temanggung, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa santri Pesantren Pesat harus berdakwah melalui media massa. “Selain penyebaran informasi, mengasah kemampuan literasi menulis, membangun kepedulian sosial, menjadi duta pesantren, berlatih kritis dan analisis, […]

  • a living room filled with furniture and a ceiling fan

    Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pemberdayaan pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan untuk mereduksi ketidakberdayaan dan ketergantungan masyarakat pada orang lain. Karena bentuk ketergantungan sosial pada masyarakat akan menyebabkan seseorang menjadi tidak berdaya dan terbelenggu. Oleh karena itu, proses pemberdayaan di masyarakat sangat penting guna membentuk mindset dan kemandirian masyarakat. Dan biasanya proses pemberdayaan masyarakat biasanya diadvokasi oleh […]

  • Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Tayu,  SMA Negeri 1 Tayu memperingati Hari Guru Nasional dengan penuh semangat melalui rangkaian acara menarik yang melibatkan seluruh warga sekolah. Acara yang diadakan pada hari Jumat pagi dimulai pukul 07.00 WIB 22 November 2024 kemarin Pada kegiatan kali ini mengusung tema kebersamaan dan penghormatan terhadap guru, dengan acara pembuka berupa menghias tumpeng hasil bumi […]

  • Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.639
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah. Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum […]

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

expand_less