Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
  • visibility 643
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam menimba ilmu.

Selain itu pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin (memahami ilmu agama) yang tersebar luas di Indonesia sejak munculnya hingga sekarang memang mempunyai daya tarik tersendiri, baik dari sosok luarnya (kehidupan sehari-hari) potensi pada diri santri, isi pendidikan pesantren, dan metode pengajarannya. Dan semua itu menarik untuk dikaji lebil detail. Maka tak ayal apabila belakangan ini banyak ilmuan dari kalangan Islam, baik dari dalam maupun luar negeri berbondong-bondong melakukan penelitian terkait tentang kajian pesantren.

Tentu saja mereka mempunyai latar dan tujuan yang berbeda-beda dalam menelisik pesantren secara luas. Namun di antara para peneliti berkesimpulan, bahwa pesantren memiliki spesifikasi atau niliai karakteristik yang berbeda-dea dengan lembaga formal maupun informal lainnya yang jarang bisa ditemukan oleh para peneliti. Di pesantren terdapat pula nilai-nilai di dalam kulitnya yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan kajian.

Misalnya dalam hal ini adalah dunia pendidikan dan parenting (pola asuh). Kedua term ini tentunya saling berkaitan. Di mana pendidikan dan pola asuh di dalam pesantren ditangani langsung oleh sang kiai. Karena kiai di pesantren merupakan pemilik otoritas dan sekaligus sebagai tauladan bagi para santrinya. Sehingga peran kiai sangat urgent di dalam pesantren dalam mencetak para kader ulama bangsa.

Maka sebelum mencetak kader ulama, tentunya sistem pendidikan harus dibenahai dan diperhatikan terlebih dahulu. Karena suksesi output yang dihasilkan tentunya tidak lepas dari pola asuh dan pendidikan yang diterapkan dalam pesantren. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya usaha untuk mendidik, membimbing, mendampingi, dan mengarahkan santri dengan cara tersistematis ke arah yang benar.

Definisi di atas tentunya tidak hanya sebagai semboyan saja, melainkan usaha untuk mengarahkan santri ke ranah pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti. Pola asuh ini menekankan pada pendalaman pengetahuan agama sebagai orientasi sistem dan pola dasar pendidikan di dalam pesantren.

Sistem pendidikan yang ditempuh pesantren memang menunjukkan sifat dan bentuk yang lain dari pola pendidikan nasional. Namun setidaknya model pendidikan ini setidaknya juga menampakkan integrasi yang partisipasi terhadap pendidikan nasional. Pola pendidikan nasional sebagaimana dijelaskan GBHN (garis-garis besaran haluan negara). Yang bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa, keceerdasan, ketrampilan budi pekerti, dan akhlak yang mulia.

Karena pola dasar pendidikan pesantren terletak pada fungsi dan relevansinya pada aspek kehidupan. Dalam hal ini, pesantren mencerminkan untuk mencetak santrinya menjadi manusia yang shalih dan akram.shalih berarti manusia secara potensial mampu berperan aktik, terampil, dan bermanfaat kepada kehidupan di sekitar masyarakatnya. Sedangkan akram merupakan pencapaian kelebihan dalam relevansinya dengan makhluk terhadap Sang Khalik untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, pesantren secara institusiona; menekankan pada pendalaman-pendalaman pada sektor ilmu-ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin). Selain itu juga pesantren juga secara intens mengembangkan ilmu-ilmu umum agar para santri melek akan teknologi dan saintek.

Dengan demikian, secara posisional dan fungsional, pesantren adalah lembaga pendidikan yang partisipatif menopang dan sebagai sarana bagi pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan. Hal ini bisa dilihat dari modal dasar didirikannya sistem pendidikan di pesantren. Dengan kata lain untuk menjamin dan meningkatkan pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan yang kompleks, maka pesantren harus punya kebijaksaaan untuk mengembangkan sistem pendidikannya sesuai dengan tuntunan perubahan dan kebutuhan di dalam pesantren. Dan harapannya pesantren sebagai garda depan sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan pencetak kader ulama.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

  • Muludan Bersama Mbak-Mbak Desa Ketanggan, PAC Fatayat Beri Dorongan

    Muludan Bersama Mbak-Mbak Desa Ketanggan, PAC Fatayat Beri Dorongan

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    GEMBONG – Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (14/10) pagi tadi. Kegiatan ini dilaksanakan di Musholla Dukuh Kuwaren, Desa Ketanggan. Dalam agenda tersebut, duo ketua-wakil PAC Fatayat NU Gembong, Munfarichah danYeni Munifah hadir dari awal sampai akhir acara. Munfarichah atau Cika, memberikan sambutan yang […]

  • PCNU-PATI

    Tim Farmasi UGM Datangi Perkumpulan Emak-Emak, Ada Apa? 

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 0Komentar

    pcnupati.or.od. Rutinan Fatayat NU Kabupaten Pati bulan ini sukses diselenggarakan di Balai Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Ahad (8/10). Kehadiran 40 delegasi dari 20 PAC Fatayat NU Se-Kabupaten Pati menjadi indikator solidnya kaum pemudi NU ini. Bukan hanya itu, tuan rumah, PAC Jakenan juga mengirimkan 20 pengurusnya untuk hadir dalam agenda itu.  Jajaran tokoh masyarakat, baik […]

  • Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf

    Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.615
    • 0Komentar

    ‎ ‎SEMARANG – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan bagi warga Kelurahan Patemon. Masjid Baitul Mujahid menggelar acara Silaturahmi dan Halalbihalal yang berlangsung khidmat di selasar masjid, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Ahad (29/3/2026) malam. ‎ ‎Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Baitul Mujahid Khosim, […]

  • PCNU-PATI

    Dialog Interaktif sebagai Bentuk Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara-Segenap Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yangsedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Tempur Kecamatan Keling kabupaten Jepara melakukan kegiatan dialog interaktif kampung moderasi beragama, dengan tema “Merajut Kerukunan antar Umat Beragama”. Senin (04/09/23). Kegiatan yang dimulai dari sambutan Perangkat Desa oleh Bapak Mahfudh mengapresiasi adanya dialog interaktif antar umat beragama, karena menurutnya […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Assalamu alaikum Saya Yazid di sukolilo, Mau tanya ustad, tentang masalah kuwalat, semisal saat kita ziaroh ke maqom para wali kita dianjurkan untuk menjaga sikap, kalau tidak maka dikawatirkan kuwalat, sebenarnya apa memang ada istilah kuwalat dalam pandangan agama. Sekian terima kasih. Waalaikum salam Terima kasih atas pertanyaanya Wali adalah sosok mukmin yang ahli taqwa […]

expand_less