Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (empati) diri

Ber (empati) diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
  • visibility 445
  • comment 0 komentar

Hari ini masih suasana berkabung. Mendung menyelimuti. Sedih masih bersemayam dalam hati dan menelisik sanubari. Semua orang pasti suatu ketika akan mengalami, datang dan pergi. Kembali pada ilahi Robbi. Lahir dan mati. Itu pasti dan tak dapat di pungkiri. Tinggal bagaimna kita mampu mengelola hati dan empati.

Dari Sabtu kemarin, saat Ibu mertua saya pergi semua pada bersedih tanpa terkecuali. Keluarga, saudara, tetangga pada datang ikut berempati, saat tulisan ini saya buat masih saja ada tamu berdatangan untuk sekadar mengucapkan bela sungkawa, ikut berempati, ikut menghibur apabila semua orang pasti akan mengalami, tinggal menunggu waktu dan urutan antrian.

Kemarin teman, saudara dari luar daerah, kota atlas dan kota wali pada datang. Mereka datang dengan segala doa dan mendoakan dengan tahlil dan tahmid dengan khusuk dan seksama. Mereka ber empati atas nama pribadi dan organisasi, yang notabene saya dan mereka menempa diri.

Sebelumnya, pagi menjelang siang ada panggilan dari kolega, teman kerja yang menanyakan ini itu demi keuntungan pribadi, demi bersembunyi di ketiak pengabdian. Dengan dalih kebutuhan, dan jatuh tempo dengan seksama. Jika Tuhan kedua masih menjadi tujuan maka saya akan berujar, kalbun tenan.

Mengetahui, memahami, tentang kondisi apa pun sangatlah penting. Sebab jika apabila kita ingin berkomunikasi atau sekadar bersapa apa saja tentu harus ada ritme, harus ada jeda sebab dari itu kita dapat memahami perihal bagaimana menghargai.

Bukankah untuk menghargai diri sendiri harus bisa menghargai orang lain. Sebab empati terlahir dari pribadi pribadi yang tak ada kepentingan, tercipta dari hati yang bersih dan bening. Bukan dari orang orang punya tujuan dan mempunyai pemikiran untung rugi dari setiap pertemuan dan kedekatan.

Dari kejadian kemarin saya dapat menyimpulkan apabila zaman sekarang orang berempati sangatlah kurang bahkan bisa jadi sudah hilang. Apalagi ketika berhadapan dengan orang dibawahnya, atau strata sosialnya lebih rendah darinya. Maka dari itu, ketika kita ingin mengasah atau menempa hati kita termasuk saya agar mudah ber empati, yang perlu dilakukan adalah sering seringlah melihat kebawah, saat berjalan sehingga tak mudah tersandung batu di jalanan.

Kemudian saya bertanya pada diri saya sendiri. Bisakah saya berempati pada setiap orang yang saya kenal atau pun tak. Sebelum orang lain berempati pada saya? Jawabannya yaitu saya harus memaksakan kulino berempati pada siapa saja, pada yang di kenal atau pun tak, dan tak harus mempunyai maksud dan tujuan setelah melakukan empati.

Padahal berempati padi diri sendiri adalah kuncinya ber empati pada orang lain dalam kondisi apa pun. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-Pati Photo by Spenser Sembrat

    Sombong

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban ada sesuatu kejadian atau apa yang tersengaja atau tak di sengaja, saya seringkali menerima komentar atas tulisan saya selama ini. Ada yang mengemukakan apabila tulisan parodi yang sedang saya uraikan, banyak yang terindikasi sombong, arogan, sindiran dan kemudian kemudian yang lainnya. Dan pada akhirnya saya kemudian mengevaluasi satu persatu […]

  • Dhuhafa Menerima Sembako dari PAC Fatayat

    Dhuhafa Menerima Sembako dari PAC Fatayat

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Tayu – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar kegiatan bakti sosial. Mereka mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako sebanyak 550 bungkus kepada para dhuafa se-Kecamatan Tayu dengan distribusi per ranting 22 orang. “Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan PAC Fatayat NU kecamatan Tayu, dimulai dari kegiatan khatmul Qur’an yang […]

  • PCNU PATI - Fiqh Sosial Kiai Sahal dan Kesejahteran Umat.

    Fiqh Sosial Kiai Sahal dan Kesejahteran Umat

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Salah satu tujuan utama membentuk masyarakat Islam adalah mensejahterakan masyarakat secara lahir dan batin. Agar tujuan tersebut bisa tercapai, maka harus diikuti dengan langkah-langkah kongkret dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yaitu dengan peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan mengubah kultur masyarakat yang berperadaban.Untuk mengubah kultur tersebut diperlukan perangkat-perangkat keilmuan yang peka terhadap persoalan sosial, seperti kemiskinan, […]

  • NU Pati Gelar Istigosah Pada Harlah NU Ke 90

    NU Pati Gelar Istigosah Pada Harlah NU Ke 90

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati, menggelar tasyakuran sederhana dalam memperingati harlah NU ke-90, Minggu 31 Januari 2016.             “Kami sengaja mengadakan acara dengan penuh kesederhanaan, dengan ramah tamah tapsinan, satu nampan berisi 8 orang, hal tersebut menunjukkan kebersamaan kita sebagai warga Nahdliyin, akan kerukunan dan kebersamaan dalam berbagai hal.” ujar Drs. H. Ali Munfaat, […]

  • Perisai Demokrasi Bangsa Bakal Hadir dalam Pemilu 2024 

    Perisai Demokrasi Bangsa Bakal Hadir dalam Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Perisai Demokrasi Bangsa bakal hadir dalam Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti. Lembaga Pemantau pemilu yang dibentuk oleh para kader muda jebolan alumni SKPP dan P2P atau pendidikan Pemantau Partisipatif Bawaslu di Jawa Tengah ini tersebar di 29 Kabupaten Kota. Ketua Perisai Demokrasi Bangsa, Rikza Hasballa mengatakan bahwa kesuksesan Pesta Demokrasi ini harus […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Teruslah Bekerja, Jangan Berharap THR!

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.293
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Detik-detik terakhir menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H saya kepikiran berbagi Tunjangan Hari Raya (THR). Meski sederhana berupa jajan, parcel, sajadah, dan sarung, namun bagi saya memberi itu penting. Ya, tentu di akhir Ramadan seperti ini, suasana di banyak ruang kerja sering mengalami perubahan psikologis yang unik sekaligus menarik. Sebelumnya fokusnya […]

expand_less