Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
  • visibility 3.760
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Semarang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, S.I.M., M.H., mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk menjaga Indonesia dari ancaman radikalisme dan terorisme. “Ancaman terorisme di dunia siber itu nyata,” katanya dalam kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melalui FKPT Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 di ruang Teaterikal Rektorat UIN Walosongo Semarang, Kamis (23/10/2025).

“Maka, sekali lagi, saya mengajak sekali lagi kepada semua mahasiswa UIN Walisongo untuk menjaga Indonesia dari ancaman terorisme dan radikalisme,” ajaknya.

Kepala BNPT juga menegaskan, bahwa di Indonesia secara regulatif sudah jelas tentang terorisme dan penanggulangannya. “Di berbagai negara, definisi terorisme itu beragam, tapi hanya di Indonesia yang sudah jelas diatur dalam regulasi,” lanjutnya.

Pihaknya menjelaskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 bahwa definis, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Untuk mendukung itu, Kepala BNPT menjelaskan bahwa tugas mahasiswa adalah Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kita adalah KKN, ada namanya Desa Siaga, ini sudah terlaksana di beberapa UIN termasuk di Cirebon. Harapannya ke depan juga kita bisa kerjasama dengan UIN Walisongo,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., dalam sambutannya di awal juga mengajak seluruh mahasiawa untuk menjaga UIN dari faham radikalisme. “Siap ya untuk jaga UIN dari radikalisme?,” ajaknya.

Rektor mengatakan, sebenarnya terorisme lahir dari cara pandang yang salah. “Sebenarnya lahirnya terorisme bisa berangkat dari teori pendidikan, yaitu cara pandang dari pengetahuan, sikap dan keterampilan atau kognifi, afeksi, dan perilaku. Kalau cara itu pandangnya moderat maka dipastikan dia moderat. Ketika cara pandang salah, sikapnya salah, dan perilakunya salah,” lanjut dia.

Berbeda cara pandang itu tidak masalah, lanjutnya, dibolehkan dalam agama, tapi kalau orang yang tidak menghargai perbedaan cara pandang akan cenderung radikal. “Cara pandang yang ekstrem itu menafikan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, disaat Kepala BNPT menyampaikan paparan materi, Mitra Deradikalisasi BNPT, Firman Arifianto, S.Pd., M.H., menceritakan pengalamannya ketika dulu masuk ke jaringan radikalisme. “Saya dulu tahun 2012 salaman dan bait dengan JI yang kemarin sudah dibubarkan,” katanya.

Ia juga menceritakan, bahwa pola perekrutan kader saat itu tidak melalui kampus tapi melalui pesantren. “Zaman dulu perekrutan lewat pondok atau mahad melalui narasi-narasi konflik di Palestina, Gaza, Vietnam, Thailand, saat itu saya merasa marah dan ingin membela saudara-saudara muslim kita di sana,” lanjut dia.

Saya pernah berangkat ke Syuriah, kata dia, dan akhirnya ditangkap. Saya tidak ingin mahasiswa UIN Walisongo seperti saya. “Cukup saya saja,” kata dia.

“Semoga mahasiswa UIN Walisongo terhindar radikalisme terorisme. Sekali lagi, jangan sampai terpapar radikalisme,” lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradilaisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M. Han., Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Harianto, SPd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni UIN Walisongo Dr. H. A.Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dr.Sugeng Ibrahim, M.Biomed, AAM., Ketua FKPT Jateng Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen dan 600 mahasiswa UIN Walisongo.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Muhammad bin Idris yang populer dengan sebutan imam Syafi’i namanya tak asing lagi di telinga masyarakat dunia, bahkan setiap hari ia selalu disebut, di doakan dan pemikirannya diikuti serta diamalkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui sirah kehidupan dan sosok kepribadiannya. Melalui buku bertajuk Biografi Imam Syafi’i, Tariq Suwaidan dengan sangat detail […]

  • Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Jakarta – Dalam rangkaian Harlah Nahdlatul Ulama (NU)ke-102, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Konggres Pendidikan dengan tema Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Kemaslahatan Umat Manusia. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta pada 21-23 Jakarta 2025. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf, […]

  • Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) dan Tim Jolosutro Pati akan menggelar rukyah massal dalam waktu dekat. hal ini disampaikan oleh salah satu praktisi rukyah JRA, Fahruddin. “Sudah Kami agendakan untuk menggelar ruqyah massal di Gembong minggu ini” tuturnya singkat. Flyer Ruqyah Aswaja di SMK NU Gembong, Minggu (10/11) esok Dikonfirmasi dari panitia Ruqyah Massal Gembong, M. […]

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Pernikahan Kritis Part 2

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Najila segera menegakkan punggung. Baru pukul setengah tiga dini hari. Para santri Al-Mukmin pasti sudah banyak yang bangun jam segini. Ada yang mengerjakan tugas kuliah, tahajud, atau melakukan hal lain. Dia juga harus bergegas, mengenyahkan rasa malas. Jika terus-terusan memeluk guling seperti ini, hanya akan membuatnya terjebak oleh rasa sedih berkepanjangan. […]

expand_less