Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pelajaran Penting dari Ronaldo

Pelajaran Penting dari Ronaldo

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
  • visibility 490
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Bintang itu bernama Ronaldo. Paska piala dunia, dirinya bak tebu yang sepahnya dibuang  secara hina setelah manisnya habis dihisap Real Madrid dan Juventus.

Akibat kualitas permainannya jauh dari ekspektasi fans (yang tentunya banyak faktor yang berkontribusi), citra Ronaldo semakin terjun bebas paska pulang dari hajatan piala dunua. Tenggelamnya nama besar bintang Portugal ini tambah dalam akibat adanya pembanding, Lionel Messi yang pada ujungnya memenangi Piala Dunia bersama Argentina.

Selama beberapa saat, hari-hari Messi penuh kegembiraan. Diarak dan dipuja-puja bak Dewa. Sedangkan Ronaldo seratus delapan puluh derajat, dihujat di sana-sini.

Akan tetapi, setelah puas memintal pujian, Messi harus kembali merantau ke PSG di Perancis. Di sana, sambutan terhadap kapten Argentina terasa dingin, hambar dan biasa saja. Mega bintang yang baru saja menyelesaikan misi terbesar, menjawarai World Cup Championship, pulang ke negeri perantauan dengan sambutan yang, yah layaknya pemain biasa.

Tak ada pesta meriah atau setidaknya upacara bakar-bakar bebek. Hanya beberapa fans dan wartawan olah raga yang menyorotnya dengan suasana datar. Kalaupun ada kegembiraan, levelnya masih medium. Njomplang sekali rasanya, usai panen pujian di negeri sendiri, Messi harus menghadapi situasi yang tidak menginterpretasikan dirinya sebagai juara.

Hal ini mungkin karena yang dia kalahkan dalam final Piala Dunia adalah negeri perantauannya, Perancis. Jadi masih ada rasa  nggonduk di hati masyarakat Paris.

Beda dengan Ronaldo yang justru setelah menerima hujatan, semakin kesini namanya malah kian moncer. Al Nassr lah yang membuatnya bersinar kembali. Club padang pasir yang meminangnya, sekaligus mencabut label pengangguran Ronaldo yang tak punya pekerjaan tetap sehabis say good bye dengan MU.

Tak cuma itu, Ronaldo juga sukses memecahkan rekor pemain termahal. Follower Sosmed al Nassr naik drastis bi barkati Ronaldo. Padahal dirinya belum boleh main akibat sanksi Fifa. Sambutan masyarakat bola juga gegap gempita padahal mereka bukan sanak kadang Ronaldo.


Penulis pernah menemui seorang yang bacaan qur’annya terbata-bata serta makhroj huruf hijaiyyahnya sama sekali tidak fasih. Namun dia sangat dihormati sebagai ulama, sebab di daerah tersebut, hanya ada seorang saja yang bisa ngaji, meskipun masih jauh dari standar yanbu’a pun qiro’atu

Di lain sisi, ada seorang gus yang alim, hidup di lingkungan pesantren, namun karirnya tak se moncer bapak-bapak yang terbata baca qur’annya tadi. Jangankan menjadi khotib, ngimami sholat dan mimpin tahlil pun, tak laku akibat kebanyakan orang alim di lingkungan tempat tinggalnya.

Komparasi Messi dan Ronaldo hampir ekuivalen dengan gus dan bapak-bapak tadi. Bedanya, antara Bintang Portugal dan Argentina tersebut sama-sama alim soal urusan mengulik bola.

Messi merantau ke negeri yang dihuni banyak ulama bola, sehingga pijar sinarnya tak terlalu berarti. Sementara Ronaldo hijrah ke Negeri Arab, yang tandus atlet berprestasi (kalaupun ada pasti sudah merantau ke Eropa). Sehingga, di sana, eksistensi Ronaldo benar-benar ‘dianggap’.

Penulis (tanpa mengurangi rasa hormat) lebih mengapresiasi kalau gus-gus yang ngalim itu hijrah dari pondok abahnya menuju lokasi lain yang islamnya masih mentah, biar eksistensinya keluar, sama seperti Ronaldo. Biarlah estafet pesantren dipegang oleh satu atau dua orang saja, yang lain sila hijrah.

Ini bukan urusan pansos, namun ‘dianggap ada’ dalam arti memberi manfaat yang lebih besar juga bagus buat kesehatan mental. Toh masyarakat perlu ulama yang benar-benar alim ditengah dahaga spiritual.

Jia demikian, endingnya, cahaya ilmu plus paket barokah kiai bisa didistribusikan bukan hanya di satu titik pesantren, namun bisa menjalar ke daerah-daerah ‘gersang’, syukur bisa mendirikan pesantren di sana. Bukankah dulu Mbah Hasyim juga melakukan hal semacam ini?.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Yue WU

    Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang […]

  • Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.056
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Se Abad Nahdlatul Ulama’ di Kabupaten Pati diadakan Rabu (28/1) malam di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda tersebut dihadiri beberapa tokoh penting dari Forkopomda dan juga PCNU serta para pengurus MWC NU se-Kabupaten Pati. Sayangnya, Risma Ardhi Chandra, PLT Bupati Pati yang dijadwalkan hadir menerima undangan mendadak dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga […]

  • ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.711
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal “Kampus Hijau Temanggung” yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026, di Hall Babussalam NU Temanggung. ‎ ‎Hadir sivitas akademika INISNU Temanggung, AKPER Al-kautsar, TK ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU, dan LP. Ma’arif NU PCNU Temanggung, hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, H. […]

  • Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

      Semarang – Dalam rangka menyambung Musyawarah Darah (Musda) II, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pra Musda yang digelar pada Rabu malam (23/10/2024) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pra Musda II ini diawali dengan pembukaan, tahlil, lagu Indonesia Raya dan Hime Pramuka, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara Pra Musda […]

  • Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking. Photo by Yudha Aprilian on Unsplash.

    Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang […]

  • Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Adzan Dua Kali Menjelang Shalat Jum’at Pada awalnya untuk menandai datangnya shalat Jum’at dikumandangkan adzan satu kali, yaitu ketika khatib sedang duduk di mimbar. Praktek demikian berlangsung sejak jaman Rasulullah hingga Khalifah Umar bin Al Khatthab. Kemudian saat menjabat khalifah, Utsman bin Affan menambahkan satu adzan yaitu sesaat sebelum khatib naik mimbar. Hal itu dia […]

expand_less