Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
  • visibility 437
  • comment 0 komentar

PATI – Bagi warga NU kabupaten Pati, khidmat KH. Asmu’i Sadzali kepada Nahdlatul Ulama tidak ada yang berani menyangsikan. Baik ketika masih menjadi pengurus aktif di PCNU Pati maupun ketika sudah menjadi musytasar, semangat, perjuangan, dan pengabdiannya kepada NU tidak pernah berubah. Bahkan saat sedang sakit sekalipun.

KH. Asmu'i Sadzali

Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, KH. Asmu’i Sadzali, ulama sepuh asal Juwana meninggal dunia, Selasa, 24 September 2019 pukul 21.50 WIB setelah sempat dirawat di rumah sakit Budi Agung Juwana. Baca: KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

Tokoh NU asal kota Juwana ini tercatat sebagai Musytasyar di jajaran kepengurusan PCNU Kabupaten Pati. Bahkan pada masa khidmat 2008-2013, Mbah Mu’i (sapaan KH. Asmu’i Sadzali) menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Kab. Pati.

Ketokohan KH. Asmu’i Sadzali dalam Nahdlatul Ulama tidak perlu diragukan lagi. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim, S.Ag, M.S., perjuangan dan pengabdian beliau kepada Nahdlatul Ulama sungguh luar biasa.

Kiai Yusuf bercerita, suatu ketika saat KH. Asmu’i Sadzali sudah sepuh dan menjabat sebagai musytasyar, PCNU Kab. Pati menyelenggarakan acara Silaturahim Daerah Kader Penggerak NU Pati dan Ijazahan Kubro. Saat itu, Yusuf Hasyim bersama panitia lainnya sowan ke kediaman beliau untuk memintakan ijazah yang akan diberikan kepada peserta kegiatan.

Tim Panitia tidak hanya diberikan ijazah belaka. Justru KH. Asmu’i Sadzali bersikeras untuk hadir dan memberikan ijazah secara langsung kepada peserta kegiatan. Padahal saat itu beliau sedang sakit dan harus berada di atas kursi roda.

“Kenangan terakhir saat ada acara Silaturahim Daerah Kader Penggerak NU Pati dan Ijazahan Kubro, saya dan pengurus sowan untuk meminta ijazah dari beliau,” cerita Yusuf Hasyim. “Tidak hanya diberi ijazahan tapi justru beliau yang saat itu sakit dan berada di kursi roda ngotot ingin langsung hadir sendiri mengijazahkan kepada para kader NU.”

Masih menurut Yusuf Hasyim, kenangan tersebut menjadi sebuah keteladanan baginya dan warga nahdliyyin lainnya. Sebuah perjuangan dan pengabdian yang luar biasa. Kisah dari KH. Asmu’i Sadzali ini hendaknya bisa menjadi motivasi, terutama bagi generasi muda NU untuk tidak pernah ragu dalam berkhidmat di ja’iyah Nahdlatul Ulama.

Karena itu, seluruh jajaran pengurus dan warga NU Kabupaten Pati, merasa sangat kehilangan atas wafatnya KH. Asmu’i Sadzali. Seorang pejuang NU yang memiliki komitmen tinggi terhadap jam’iyyah dan jama’ah. (munir/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

    Gus Rozin: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.416
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, KH Abdul Ghafar Rozin memberikan sambutannya pada Wisuda Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Arab 2025 yang diselenggarakan pada di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11/25). Dalam sambutannya, Gus Rozin sapaan akrabnya menyampaikan bahwa wisuda tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang pemberian ijazah tanpa makna yang mendalam. […]

  • 13 PRNU se-Kecamatan Gembong Adakan Musyawarah Ranting secara Marathon

    13 PRNU se-Kecamatan Gembong Adakan Musyawarah Ranting secara Marathon

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – MWCNU Gembong, melalui ketuanya, K. Sholikhin menegaskan bahwa dirinya berupaya untuk benar-benar menertibkan NU di Kecamatan Gembong sesuai aturan yang ada. “Kita punya AD/ART dan Perkumpulan Peraturan NU. Itu yang kami jadikan referensi utama,” tandasnya kepada pcnupati.or.id, Ahad (29/10). Keseriusan ini, diwujudkan melalui penataan organisasi mulai tingkat ranting NU. Bahkan, lanjut Kiai Sholikhin, […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar
  • Launching Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati Edisi II

    Launching Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati Edisi II

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(Lakpesdam) NU Pati telah meluncurkan Jurnal Khittahnya edisi II. Jurnal yang terbit satu tahun dua kali secara berkala pada edisi kali ini mengangkat Wiraswasta Strategi Kemandirian NU, melalui tema tersebut dengan harapan warga Nahdliyin akan bermandiri dalam hal ekonomi. “Untuk sementara ini Lakpesdam konsentrasi dalam kajian dan penelitian, sedangkan […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto sedang menandatangani deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi PATI-Rencana penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati menemui titik terang. Rabu (18/8) Ormas-ormas islam, MUI serta FKUB melakukan audiensi dengan Bupati Pati dan Forkompinda.  Hasilnya, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Pragolo Kantor Bupati Pati tersebut, akhirnya Bupati bersedia menyatakan komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi. […]

expand_less