Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 11.137
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Penggung, bersama Badan Otonom (Banom) NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, serta Muslimat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, tengah gencar menggalakkan gerakan Sedekah Rongsokan. Inisiatif ini dilakukan demi menunjang kemaslahatan umat di wilayah setempat.

​Dengan membawa bronjong (keranjang pengangkut barang) di atas sepeda motor, anggota LAZISNU dan Banser berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengambil barang bekas yang disumbangkan warga. Biasanya, warga telah menyiapkan barang-barang tersebut di depan atau samping rumah menggunakan karung atau ember bekas.

​Sementara itu, tim lainnya bertugas mengumpulkan barang-barang tersebut menggunakan kendaraan pikap untuk dibawa menuju posko pengumpulan.

​Ketua LAZISNU Ranting Penggung, Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa pengambilan barang rongsokan ini dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali pada hari Jumat pagi.

​”Untuk hari ini adalah pengambilan rongsokan yang ketiga kalinya. Dimulai dari RT 01 sampai RT 07 di Pedukuhan Penggung,” ungkap Eko pada Ahad (26/4/2026).

​Setelah terkumpul, barang-barang tersebut akan dipilah sesuai dengan jenis material atau bahan bakunya. Proses pemilahan ini bertujuan untuk mempermudah proses penjualan kepada pengepul, mempercepat proses daur ulang, dan mengolah kembali sampah menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi.

​Dalam sekali penjualan, pengelola mampu meraup dana berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,3 juta.

​”Uang hasil penjualan ini akan dimasukkan ke kas LAZISNU, kemudian dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti santunan kematian hingga bantuan bencana alam,” ucapnya.

​Sekretaris Desa Ngagel, Setyo Widi Nugroho (Yoyok), memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara LAZISNU dengan Fatayat, Muslimat, serta Ansor dan Banser dalam gerakan ini. Menurutnya, ini adalah terobosan kreatif yang patut didukung penuh oleh berbagai pihak.

​”Dengan adanya gerakan ini, mudah-mudahan memberikan kemaslahatan bagi umat, khususnya di Dukuh Penggung, Desa Ngagel,” ujar Yoyok.

​Ia juga menekankan bahwa sedekah tidak melulu soal uang atau barang mewah. Barang bekas yang selama ini dianggap sampah pun bisa menjadi ladang amal jika dikelola dengan benar.

​”Mari kita sukseskan bersama. Semoga melalui program daur ulang ini, kita juga bisa mengurangi permasalahan sampah di lingkungan Dukuh Penggung,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerdin, Gus Rozin Sebut Jangan Ragu-ragu di Ma'arif

    Rakerdin, Gus Rozin Sebut Jangan Ragu-ragu di Ma’arif

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Purworejo – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 6 yaitu dengan peserta LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Purworejo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Wonosobo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Banjarnegara, dan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kebumen, pada Ahad […]

  • Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

    Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.104
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Aroma kedelai fermentasi dari sebuah dapur sederhana di Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, bukan sekadar penanda dimulainya produksi tempe. Bagi Siti Nafiah (58), aroma itu adalah saksi bisu perjuangan selama puluhan tahun demi menggapai impian ke Tanah Suci. ​Setelah menanti belasan tahun, Siti Nafiah dijadwalkan berangkat haji pada […]

  • Masjid Jami' Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.390
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama. ​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan […]

  • Mahasiswa Polines Pamit Dari Lazisnu Usai Magang

    Mahasiswa Polines Pamit Dari Lazisnu Usai Magang

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pati- Dua orang Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang pamit usai melaksanakan magang selama satu bulan di kantor PC Lazisnu Pati, senin (10/02). Syaiful Huda selaku perwakilan dari pengurus dan tim manajerial PC Lazisnu Pati menyampaikan permohonan maaf jika terdapat keterbatasan dalam pemberian pendampingan kepada para mahasiswa tersebut. “Kami minta maaf jika selama melaksanakan magang […]

  • 2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

      Pcnupati. or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah siap melaksanakan riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) pada tahun 2025. Riset ini akan dilakukan di 15 kabupaten/kota untuk IRT dan 10 kabupaten/kota untuk IPR dengan total responden mencapai 600 orang. “Setiap enumerator akan menghimpun data dari 20 hingga […]

  • Muslimat NU Pati Gelontorkan Rp 3M untuk Santuni Yatim

    Muslimat NU Pati Gelontorkan Rp 3M untuk Santuni Yatim

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    PATI-Gedung Haji Pati mendadak menjadi lautan putih, Sabtu (5/10) pagi tadi. Sedikitnya, 6000 anggota Muslimat NU se-Kabupaten menghadiri acara istighotsah dan selawat bersama. Santunan yatim piatu secara simbolis oleh Pengurus Cabang Muslimat NU Pati Ibu-ibu Muslimat tersebut, atas intruksi pengurus cabang datang dengan mengenakan dresscode serba putih. Jamaah terbanyak datang dari PAC Pucakwangi sebanyak 750 […]

expand_less