Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, moral (etika), karakter, dan kemandirian kepada santri. Oleh karena itu, pesantren sangat penting dalam membentuk tumbuh-kembangnya santri kelak terjun di masyarakat.

Adapun dalam perjalanan sejarahnya, pesantren terus melakukan inovasi dan konsesi tertentu untuk menemukan pola yang dinilai cukup tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kian cepat berdampak luas di dunia pesantren. Sehingga pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai lembaga yang tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga pesantren mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Yakni pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di lingkungannya. Dengan kata lain, pesantren mempunyai keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan dengan komunitas lingkungannya.

Karena adanya keterkaitan erat dengan komunitas lingkungannya, pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan. Sehingga pesantren mampu mencetak generasi muda bangsa yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perubahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ekspansi Pesantren

Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren, yang semula rural based institution menjadi juga lembaga pendidikan urban yang menyebar luas ke Nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan kata lain pesantren mengalami perubahan yang pesat dan diminati para calon orangtua santri untuk menyekolahkan dan memondokkan anaknya dalam pesantren.

Eksistensi pesantren di masyarakat tidak bisa dianggap biasa, justru mereka memiliki reputasi cukup baik dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bangsa serta lingkungan masyarakat. Salah satu kontribusi pesantren terhadap lingkungan sekitar antara lain yaitu.

Pertama, banyak alumni atau santri yang tersebar di pelosok desa di lingkungan masyarakat sekitar. Dari banyaknya alumni yang tinggal di desa rata-rata menjadi tokoh masyarakat (orang yang ditokohkan masyarakat) dalam bidang ilmu agama. Misalnya menjadi imam musala, masjid, dan menjadi rujukan hukum agama di lingkungan masyarakat. Sehingga dari situ masyarakat tidak bingung ketika mencari referensi masalah persoalan agama.

Kedua, khidmah di masyarakat. Rasa khidmah yang dimiliki santri sudah terbentuk dan tertanam di pesatren. Maka tak ayal apabila santri tinggal di lingkungan masyarakat memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Sehingga modal khidmah yang dimiliki oleh santri akan mempermudah santri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, modal khidmah dan rasa optimis harus ditanamkan dalam benak santri agar ketika santri di masyarakat tidak minder justru santri bisa mewarnai di lingkungan masyarakat melalui segudang ilmu yang diperoleh santri selama di pesantren bisa diaplikasikan.

Ketiga, pesantren selalu menanamkan sifat optimis dalam menatap masa depan. Optimis ini dimulai dari niat awal untuk menuntut ilmu, menggapai ridha Allah, menghilangkan kebodohan, bukan mencari dunia, popularitas, jabatan, melainkan hanya untuk thalabul ilmi.Setelah itu rajin melakukan riyadlah (tirakat), baik itu puasa, mengurangi tidur, dan memperbanyak membaca wirid atau zikir (ijazah dari kiai), dan lain sebagainya. Baru setelah menguasai ilmu, kembali ke tengah masyarakat dengan optimisme tinggi, berwirausaha untuk menggapai kemandirian ekonomi dan mendidik masyarakat untuk mengamalkan ilmunya.   

Keempat, pesantren melatih santri untuk melek organisasi sebagai media untuk memperjuangkan agama. Organisasi mempunyai peran penting untuk membentuk mental dan kepribadian yang toleran, demokratis, dan pluraris. Sehingga organisasi mendorong santri untuk aktif mengembangkan keilmuan dan waasan masa depan. Ineteraksi dan relasi sosial yang luas menuntut santri untuk beradaptasi agar tidak ketinggalan dan lebih dari itu berusaha menjadi pemimpin yang memandu perubahan dari hiruk-pikuk perkembangan zaman.

Kelima, pesantren mengokohkan visi sosialnya kepada santri secara efektif. Karena visi sosial adalah pandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan.

Dengan demikian dari kelima komponen di atas sangat jelas, bahwa pesantren dalam menanamkan nilai-nilai mulia kepada santri untuk senantiasa ikhlas, tulus dalam thalabul ilmi bukan karena dunia, melainkan karena Allah. Dengan begitu, santri akan dimudahkan dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Dan tentunya dari sini pesantren tidak kesulitan dalam mencetak kader bangsa untuk melakukan sebuah perubahan sosial. Dengan kata lain pesantren merupakan agen of development. Dari pesantren untuk negeri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Guru, Kak Ridho Golden Beri Tips Pembelajaran Asyik Dan Menyenangkan

    Hari Guru, Kak Ridho Golden Beri Tips Pembelajaran Asyik Dan Menyenangkan

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Purworejo – Keluarga besar SMP Negeri 6 Purworejo menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 79 Tahun 2024 pada Senin, 25 November 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Keterampilan SMP N 6 Purworejo ini dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan karyawan. Wahyu Kurnia Lestari, M.Pd. (Kepala Sekolah) dalam sambutannya […]

  • Rutinan Fatayat NU Desa Tegalarum Dihadiri Dokter RSI

    Rutinan Fatayat NU Desa Tegalarum Dihadiri Dokter RSI

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOYOSO-PAC Fatayat NU Kecamatan Margoyoso bekerjasama dengan Pimpinan Ranting Desa Tegalarum menggelar pertemuan rutin di Desa Tegalarum. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (3/3). Pesertanya terdiri dari semua anggota PAC Fatayat NU Margoyoso. Bukan hanya itu, perwakilah masing-masing pengurus ranting juga hadir. Namun, dalam pertemuan rutin tersebut ada yang istimewa. Pasalnya, selain kader Fatayat setempat, […]

  • Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Takmir Masjid Besar Baitul Muttaqin menyantuni yatim-dhuafa Senin (17/4) malam ini. Panitia penyelenggara menggelontorkan sedikitnya Rp 24,7 juta. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan didonasikan kepada 113 yatim, dhuafa dan marbot. “Alhamdulillah santunan dari beliau-beliau sangat bermanfaat khususnya menjelang hari saya,” ujar Supardi, salah satu penerima donasi. Agenda yang dihelat sekaligus […]

  • Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Dua punggawa PN Salafiyah yang sukses meraih juara di tingkat nasional. Mereka adalah M. Rizky Falevi dan Zahwa Ananda Oltavianti MARGOYOSO – Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) MTs Salafiyah Kajen kembali mengharumkan nama baik Kabupaten Pati. Melalui seni bela diri pemcak silat, dua peserta didik MTs yang berada di Desa Kajen tersebut sukses […]

  • PCNU-PATI Photo by Aqwam Jembatan Ilmu

    Puasa dan Literasi

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Bulan Ramadan identik dengan kegiatan pengajian kitab kuning dan tadarus Alquran baik di masjid, mushala, dan di pesantren. Kegiatan ini sudah berlaku sejak dahulu sampai sekarang. Antusias masyarakat juga sangat tinggi, hal ini bisa kita lihat baik di masjid, mushola, dan pesantren semua dipenuhi para jamaah yang ingin mendapatkan berkah di bulan […]

  • Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    JAKENAN – Secara kultural dan jamaah, Nahdlatul Ulama telah mengakar kuat di berbagai desa di Jakenan. Termasuk di Ranting NU Desa Jatisari. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi Musyawarah Ranting untuk membentuk kepengurusan baru yang dilaksanakan berbarengan dengan acara manaqiban rutin. Ranting NU Desa Jatisari Kecamatan Jakenan, Selasa (10/9/2019) berhasil menggelar Musyawarah Ranting dan menyusun […]

expand_less