Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » KARAKTER UNGGUL BANGSA

KARAKTER UNGGUL BANGSA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
  • visibility 348
  • comment 0 komentar

Studi Gebrakan Pati
Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Kesuksesan seseorang menurut sebuah penelitian adalah 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosi. Sedangkan kecerdasan intelektual hanya menyumbangkan maksimal 20 persen. Maka, dalam kehidupan sehari-hari kita banyak jumpai orang-orang sukses di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang nilainya di biasa, bahkan di bawah standar ketika masih menjadi murid di sekolah. Namun, karena mereka mempunyai tekat kuat, semangat tinggi, keyakinan bulat, kepercayaan diri yang teguh, selalu optimis, kreatif, berani, dan selalu belajar dari seluruh proses kehidupan yang berlangsung, maka mereka tampil sebagai pemenang (winner) dalam pertarungan hidup yang sangat kompetitif. Mereka yang ketika sekolah mendapat nilai A, namun tidak mempunyai keberanian melangkah, nyaman di zonanya, akhirnya hanya sebagai pekerja yang tidak mampu meninggalkan legacy besar yang bermanfaat bagi eksistensi bangsa di masa depan.

Saat menulis opini ini, kita sedang melihat pertarungan hebat Iran versus Israel. Iran, Negara Islam yang lama diembargo persenjataan oleh dunia, khususnya Amerika dan sekutunya, namun Iran tidak pernah menyerah. Iran kreatif mengembangkan potensi yang ada di negaranya, sehingga mampu mengimbangi kekuatan Negara digdaya dalam teknologi persenjataan global. Ini adalah salah satu contoh bahwa dalam kondisi sesulit apapun, selalu ada kekuatan dahsyat yang bisa dikembangkan jika seseorang mempunyai karakter unggul.

Maka, sudah saatnya bangsa ini tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tapi juga membangun kecerdasan emosional yang starting pointnya adalah pembentukan karakter unggul anak didik. Keseimbangan kecerdasan intelektual dan emosional menjadikan seseorang melesat potensinya dengan kemampuan melakukan terobosan-terobosan pemikiran dan keberanian melakukan eksperimentasi di lapangan sehingga akan lahir karya-karya baru yang monumental yang menggoncangkan dunia.

Karakter adalah kepribadian yang dipahat, digoreskan, dan ditanamkan dengan sangat kuat kepada jiwa anak didik sehingga menjadi sifat distingtif yang menghiasi perilaku kesehariannya dan menjadi bekal dan perisai dirinya dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Karakter ini tidak akan luntur karena sudah tertanam kuat dalam jiwa.

Tentu yang menjadi tugas agung bangsa ini adalah internalisasi karakter unggul kepada generasi penerus yang akan memegang estafet pemikiran dan kepemimpinan bangsa di masa mendatang.
Karakter unggul sangat banyak.

Dalam tulisan ini hanya dieksplorasi tiga saja.

Pertama, religius, berbasis keagamaan. Anak harus sejak dini dikenalkan Tuhannya, Sifat-Sifat Tuhannya, dan kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya. Karakter religius ini sangat esensial bagi anak supaya mereka mempunyai visi dan misi hidup yang diperjuangkan sepanjang hayat. Dalam Islam, karakter religius ini ditanamkan kepada anak didik bahwa Allah adalah Tuhannya, Penciptanya, dan manusia adalah hamba Allah dan khalifahNya. Hamba Allah wajib menyembah Allah dan sebagai khalifahNya wajib meramaikan bumi dengan program-program yang positif-produktif dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik kebangsaan.

Kedua, altruis, berbasis kepedulian sosial. Anak sejak dini ditanamkan kecintaan kepada sesama, peduli kepada sesama, dan bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan bersama-sama. Karakter altruis ini akan membentuk karakter nasionalis karena anak akan berinteraksi positif kepada sesama, senang membantu sesama, dan akhirnya berkolaborasi untuk memajukan bangsa sesuai potensi yang dimilikinya.

Ketiga, akademis, berbasis ilmu pengetahuan. Anak ditanamkan cinta ilmu sebagai kunci membangun peradaban kemanusiaan dan memenangkan persaingan global yang sangat kompetitif. Negara maju menitikberatkan kemajuannya pada aktivitas research and development (penelitian dan pengembangan) tanpa henti sehingga lahir inovasi demi inovasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Keluarga menjadi ujung tombak pendidikan karakter ini. Sebagian besar waktu anak didik ada dalam kendali dan pengawasan keluarga. Jika mereka di lembaga pendidikan formal, maka pengawasan di bawah kendali sekolah dengan jam belajar yang ketat dan disiplin. Namun, jika sudah kembali ke pangkuan keluarga, maka keluargalah penanggungjawab utama pendidikan karakter anak. Anak-anak hebat lahir dari kedisiplinan orangtua dalam mendidik anak dalam aspek religius, altruis, dan akademis. Jika orangtua permissif, membiarkan anaknya melakukan aktivitas tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas, maka kebanyakan anak akan terjerumus dalam pergaulan bebas yang sangat membahayakan masa depan mereka. Aktivitas mereka tidak pada aspek religius, altruis, dan akademis, tapi justru berkisar pada game, nongkrong di warung, dan banyak yang terlibat dalam peredaran narkoba, miras, kekerasan, dan tindak kriminal. Na’udzu billah min dzalik.

Bagaimana realitas sekarang ? kita bisa melihat kondisi keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita, dan kampung kita. Gambaran umumnya adalah kesibukan orangtua bekerja di luar rumah menjadikannya tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak. Akhirnya anak memanfaatkan waktu luang di rumah untuk bergaul dengan temannya pada aktivitas yang jauh dari karakter religius, altruis, dan akademis.

Maka, revitalisasi pendidikan karakter keluarga harus segera dimulai. Jika tidak, kita tidak bisa membayangkan bagaimana generasi penerus bangsa ini di masa depan ? bangsa ini semakin mundur karena sulitnya mencari generasi penerus yang kuat karakternya. Bangsa ini tidak berwibawa di hadapan bangsa lain karena korupsinya, narkobanya, mirasnya, dan pergaulan bebasnya yang jauh dari norma agama dan budaya luhur bangsa. Tentu realitas minor ini harus kita antisipasi dengan langkah-langkah kongkrit mulai sekarang, dari diri sendiri, dan dari hal kecil dalam lingkungan keluarga kita masing-masing yang dilakukan secara konsisten sehingga menghasilkan perubahan besar di masa depan dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dunia dan umat manusia.

Gebrakan Bupati Pati

Bapak Bupati Pati dalam surat edaran nomor 400.2.1/5 Tahun 2025 tentang penguatan karakter anak melalui pembiasaan di lingkungan keluarga dan masyarakat membuat langkah terobosan yang positif. Dalam surat edaran ini, Bapak Bupati Pati memberlakukan jam belajar anak di rumah dimulai pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Kemudian mulai jam 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB diberlakukan jam malam.

Dalam surat edaran ini, Bapak Bupati Pati memerintahkan orangtua untuk mengurangi penggunaan handphone anak dan tidak memberikan beban pekerjaan kepada mereka. Kegiatan keagamaan, seperti pengajian, sekolah minggu, atau diskusi kebajikan yang mengajarkan nilai religius dan moralitas didorong. Organisasi kepemukaan digiatkan untuk menguatkan aspek kemandirian dan nasionalisme.

Gebrakan Bupati Pati yang positif-visioner ini harus disambut antusis orangtua dalam rangka menyongsong masa depan bangsa di masa depan dengan lahirnya kader-kader penerus yang unggul di berbagai bidang kehidupan.

Dalam perspektif agama, mematuhi perintah Negara dalam hukum yang sifatnya wajib, sunnah dan mubah yang ada kemaslahatan umum, hukumnya wajib. Dalam konteks ini, perintah Bupati Pati ada dalam ranah hukum wajib, sunnah, dan mubah, yaitu belajar, mengadakan kegiatan keagamaan, dan pengurangan penggunaan handphone.

Maka, mari kepada semua orangtua di Kabupaten Pati untuk melaksanakan instruksi Bapak Bupati Pati ini dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) demi masa depan agama, bangsa dan umat manusia yang rahmatan lil-‘alamin.

*Praktisi Pendidikan Kampung

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertama Kali di Magelang, Seleksi Nasional Magang ke Jepang IM Japan-Kemnaker Gandeng LP Ma’arif NU, Diikuti 125 Peserta

    Pertama Kali di Magelang, Seleksi Nasional Magang ke Jepang IM Japan-Kemnaker Gandeng LP Ma’arif NU, Diikuti 125 Peserta

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.165
    • 0Komentar

    Magelang, 20 April 2026 – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah resmi membuka Seleksi Nasional Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan International Manpower Japan (IM Japan). Pembukaan digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dan menjadi gelaran perdana yang diselenggarakan di Magelang. Program magang ini menyasar siswa […]

  • Rakerdin Zona 7 Dibuka Wakil Ketua Ma’arif NU PBNU

    Rakerdin Zona 7 Dibuka Wakil Ketua Ma’arif NU PBNU

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pemalang – Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 4 di Pemalang dihadiri 359 Kepala Madrasah dan Kepala Sekolah dari LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes dan puluhan pengurus LP.  terlaksana pada Ahad (26/1/2025) di The Winner Resto Pemalang. Ketua Lembaga Pendidikan […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Maulid Nabi, Pramuka Mathaliul Falah Kajen Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, kembali melaksanakan kegiatan pramuka setelah sempat terhenti selama dua tahun sejak pandemi. Kegiatan kepramukaan itu dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada Kamis (06/10/2022) di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan itu diikuti 1.633 peserta yang terdiri […]

  • PCNU-PATI

    Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu […]

  • Pesta Demokrasi MWC NU : Petahana Bangkit Kembali

    Pesta Demokrasi MWC NU : Petahana Bangkit Kembali

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Konferensi MWC NU Kecamatan Tayu Kembali digelar. Kali ini, pemilihan ketua NU di tingkat kecamatan tersebut dilaksanakan di MTs. Miftahul Huda, Tayu. Agenda yang berlangsung Jumat (28/12) tersebut mengukuhkan kembali kepemimpinan K. Ahmad Sarwo sebagai orang nomor satu di jajaran Tanfidziyah MWCNU Tayu. “Saya sampaikan terimakasih atas kepercayaannya kembali, dan saya mohon dukungan […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Adakan Diklat Persidangan di 18 Kecamatan

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Pati melalui Departemen Organisasi sukses mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) persidangan kepada 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Pati, Selasa (12/7/2022). Kerja keras Departemen Organisasi PC berbuah positif. Sejak pembukaan, Minggu (29/5) hingga penutupan, (12/7), rangkain acara berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. […]

expand_less