Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Pohon

Pohon

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Des 2022
  • visibility 518
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan begitu rumah-rumah, atap perumahan dan rumah singgah tak ikut berterbangan dengan adanya angin puting tersebut. Karena angin akan selalu ada sampai kapan pun. Sebab angin adalah penghidupan bagi semua mahluk yang berada di dunia ini dan pelengkap alam semesta agar sesuai dengan porosnya.

Saat pohon-pohon mulai berkurang tentu yang hadir saat hujan melanda, ketika curah hujan merajarela, apalagi hujan dan angin bersatu padu, bekerjasama untuk menunjukkan eksistensinya maka yang terjadi adalah banjir, baik bandang atau pun biasa. Sebab banjir akan membawa rasa kehilangan kepada siapa saja yang pernah mengalaminya. Traumatis sedih tentu akan selalu ada bagi siapa pun yang pernah mengalami kegiatan banjir membanjir tersebut. Lha wong banjir air mata saja sedihnya bukan main, apalagi ini banjir sungguhan.

Selanjutnya, ketika musibah banjir telah melanda banyak perumahan, perkampungan dan lainnya. Jiwa sosial kita meronta ronta, saling membantu, saling bergotong royong untuk sedikit banyak meringankan beban dari para korban bencana. Tapi mengapa hanya sedikit orang yang sadar dan menyadari akan musibah banjir atau pun angin yang setiap tahunnya ulang tahun yaitu kalau tak bulan Desember dan Januari. Kalau orang kampung mengatakan, desember sebagai bedahe sumber dan januari adalah hujan berhari hari.

Dengan demikian saya dan Anda harus sadar diri, dan menyadari untuk menanam dan merawat pohon di hutan-hutan yang telah beralih fungsi. Di hijaukan, di rawat bersama, di awasi bersama sebagai bentuk pertanggung jawaban sebagai manusia yang tak merusak alam. Jangan sampai hari ini menanam besoknya pohon-pohon tersebut telah berpindah (di cabut orang) yang tak bertanggung jawab.

Pohon adalah penghidupan. Pohon sebagai penyerap sekaligus penyimpan air hujan. Pohon sebagai pencegah angin sekaligus untuk menahan tanah agar tak longsor. Maka dari itu mari menanam pohon untuk kebaikan dan kesejahteraan kita bersama.

“Mas saya sudah menanam pohon yaitu pohon jagung yang saya tanam”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi) Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat […]

  • Pakar Riset dan Inovasi dari BRIN dan Bapperida datang di INISNU

    Pakar Riset dan Inovasi dari BRIN dan Bapperida datang di INISNU

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.061
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar kegiatan bertajuk Workshop Peningkatan Kapasitas SDM INISNU Dalam Bidang Riset dan Inovasi INISNU dan AKPER yang menghadirkan para pakar riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (6/11/2025) di Aula INISNU Temanggung. Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN Edy […]

  • LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    JEPARA-Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pati melakukan Rukyah Hilal di Pantai Kartini Jepara. Kegiatan tersebut dilakukan pada Hari Kamis (1/7) sore. Rombongan LFNU berangkat dari pati pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB dan sampai di Pantai kartini Jepara pukul 16.30 WIB. Ru’yatul hilal yang dilakukan LFNU Pati di Pantai Kartini Jepara Setibanya […]

  • NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

      Pati. Nahdlatul Ulama (NU) Peduli bersama Rumah Sakit Islam (RSI) Pati mengadakan pengobatan gratis di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Rabu (10/3/2021).   Di Dukuh Winokerto memang banyak lansia yang membutuhkan pengobatan. Sehingga, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan tersebut.   Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Pati Kiai Yusuf Hasyim mengatakan, pengobatan […]

  • Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Pelantikan pengurus MWC dan Ranting-Ranting NU se-Kecamatan Kayen di GOR Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati KAYEN – Pengurus MWC NU Kayen masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik pada Hari Minggu (30/1). Acara pelantikan Tersebut berlangsung di GOR (Gedung Olah Raga) Desa Purwokerto Kayen.  Bukan Hanya Pelantikan Pengurus MWC NU tetapi acara tersebut juga dilangsungkan bersama […]

  • Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan. Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun […]

expand_less