Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (Kurban)

Ber (Kurban)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • visibility 379
  • comment 0 komentar

Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan Instragram. Semua sama. Gambar sate dan seperangkatnya. Pun sama dengan saya ikut meramaikan dan masih berharap mendapatkan daging kerbau, sebab lebih empuk dan lainnya. Ternyata semua harapan tinggal harap; saya mendapatkan daging kambing.

“Lha wong di kasih kok masih saja ada tawar menawar, bukankah narima ing pandum iku lebih utamo dari pada yang lainnya” celetuk teman saya

Seringkali kita ketika menginginkan sesuatu itu harus segera tercapai, terkabulkan padahal sesuatu itu belum tentu baik untuk kita, cocok untuk diri kita. Meskipun begitu kita masih saja ngotot untuk menginginkannya. Menahan untuk kepentingan diri sendiri ternyata sangat sulit sekali. Apa pun itu, semuanya memerlukan latihan dan latihan.

Toh, sebenarnya ketika kita terlalu berambisi menginginkan sesuatu sering kali malahan tak dapat kita capai. Banyak orang mengatakan ambisius itu tak baik, tak elok bagi diri sendiri, keluarga, tetangga dan Indonesia raya, satu nusa satu bangsa.

Pelajaran yang dapat diambil dari yang saya alami yaitu, saat ketika saya menginginkan daging kerbau akan tetapi yang di dapat daging kambing, harus menerima apa yang di berikan pada saya, dalam artian ini adalah awal saya belajar berkurban untuk tak mendapatkan sesuatu yang sangat saya inginkan. Bukankah berkurban adalah berpasrah diri dalam segala hal.

Saya hanya mengingatkan diri saya sendiri. Apabila kita sudah mampu berkurban maka tak hanya sebatas dhohirnya saja, akan tetapi batinnya juga. Lahiriyah dan batiniyah. Harus saling berimbang dan menopang. Pada moment berkurban saat ini yang paling penting yaitu bagimana kita bisa menahan diri dari apa saja, dari godaan segala hal. Sebab pelajaran yang paling berat dan akan terus berjalan sampai kapan pun adalah bagaimana kita isa menahan diri dari apa saja, terutama pada hal hal yang kurang baik.  ( Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Kristen Zelichowski

    Puisi-Puisi Aris Setiyanto

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Alat kau tempatkan aku di dada keramaian jika kau ingin hasil gambar yang rupawan, melahirkan air mataku aku menjelang untuk kemudian meniadakan tapi, rupanya aku hanya… Maguwo, 18 Maret 2023 Perjalanan Bisnis mendandani wajah hari, kita pasti telah tiba di Ambarawa bunga-bunga dijual di beranda warna bagi makamku kelak. Maguwo, 18 Maret 2023 Judul Lagu […]

  • Berbagi dan Bersyukur

    Berbagi dan Bersyukur

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Saya menonton kiriman video dari Pak Djoko Kusumowidagdo tentang Harjanto Halim yang menceritakan perayaan ulang tahun ayah mertuanya yang ke-88. Begitu mengesankan saya menontonnya. Tampak suasana yang sangat hangat. Meskipun acara berlangsung meriah, dengan banyak tamu yang hadir, yang paling mencuri perhatian adalah pesan yang disampaikan oleh sang ayah yang sedang […]

  • Photo by Ankit Rathore

    Membaca Sekitar

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Millatul A. Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus […]

  • Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Margoyoso menggelar Gebyar Ramadan dan Workshop Kebudayaan. “Ngaji Budaya” bersama sejarawan muda Pati ini bertempat di Aula Serbaguna Kecamatan Margoyoso, Minggu (24/4/2022) Puluhan delegasi dari pimpinan ranting sekecamatan Margoyoso memadati lokasi dengan penuh antusias. Acara tersebut diisi […]

  • KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    KH Asmui Sadzali dipanggil Yang Mahakuasa, Selasa, 24 September 2019/ 25 Muharram 1441 di Pati Jawa Tengah. Baca: KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat Kiai Asmui adalah sosok organisator yang malang melintang di NU Pati. Ketika Penulis masih studi di PP Raudlatul Ulum Kajen, asuhan KH Ahmad Fayumi Munji, Penulis sering melihat […]

  • PCNU-PATI Photo by Fadi Xd

    Apa Kabar Cinta?

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Sudahkah kita bersyukur hari ini? Setiap nafas yang kita hirup adalah karunia-Nya. Tanpa bernafas kita tak bisa berbuat apa-apa. Sudahkah kita bersyukur atas apa yang kita makan dan minum hari ini? Tanpa rezeki-Nya kita mungkin sudah kelaparan dan kehausan. Sudahkah kita berbuat baik kepada orang lain? Tanpa orang lain kita […]

expand_less