Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (Kurban)

Ber (Kurban)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • visibility 294
  • comment 0 komentar

Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan Instragram. Semua sama. Gambar sate dan seperangkatnya. Pun sama dengan saya ikut meramaikan dan masih berharap mendapatkan daging kerbau, sebab lebih empuk dan lainnya. Ternyata semua harapan tinggal harap; saya mendapatkan daging kambing.

“Lha wong di kasih kok masih saja ada tawar menawar, bukankah narima ing pandum iku lebih utamo dari pada yang lainnya” celetuk teman saya

Seringkali kita ketika menginginkan sesuatu itu harus segera tercapai, terkabulkan padahal sesuatu itu belum tentu baik untuk kita, cocok untuk diri kita. Meskipun begitu kita masih saja ngotot untuk menginginkannya. Menahan untuk kepentingan diri sendiri ternyata sangat sulit sekali. Apa pun itu, semuanya memerlukan latihan dan latihan.

Toh, sebenarnya ketika kita terlalu berambisi menginginkan sesuatu sering kali malahan tak dapat kita capai. Banyak orang mengatakan ambisius itu tak baik, tak elok bagi diri sendiri, keluarga, tetangga dan Indonesia raya, satu nusa satu bangsa.

Pelajaran yang dapat diambil dari yang saya alami yaitu, saat ketika saya menginginkan daging kerbau akan tetapi yang di dapat daging kambing, harus menerima apa yang di berikan pada saya, dalam artian ini adalah awal saya belajar berkurban untuk tak mendapatkan sesuatu yang sangat saya inginkan. Bukankah berkurban adalah berpasrah diri dalam segala hal.

Saya hanya mengingatkan diri saya sendiri. Apabila kita sudah mampu berkurban maka tak hanya sebatas dhohirnya saja, akan tetapi batinnya juga. Lahiriyah dan batiniyah. Harus saling berimbang dan menopang. Pada moment berkurban saat ini yang paling penting yaitu bagimana kita bisa menahan diri dari apa saja, dari godaan segala hal. Sebab pelajaran yang paling berat dan akan terus berjalan sampai kapan pun adalah bagaimana kita isa menahan diri dari apa saja, terutama pada hal hal yang kurang baik.  ( Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Jami' Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.576
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama. ​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan […]

  • Jakenan Awali Peringatan Hari Santri dengan Kirab Santri

    Jakenan Awali Peringatan Hari Santri dengan Kirab Santri

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    JAKENAN – Mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2019, MWCNU Kecamatan Jakenan bekerja sama dengan berbagai kalangan menggelar kegiatan Kirab Santri 2019. Kirab Santri yang dilangsungkan pada Ahad (20/10/2019) ini diikuti oleh sekurangnya 40 lembaga dan organisasi se-Kecamatan Jakenan. Kirab Santri Se-Kecamatan Jakenan dimulai pukul 13.45. Camat Jakenan, Aglis Muljana, SH, memimpin langsung pemberangkatan Kirab Santri […]

  • Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat   DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin.  Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

  • PCNU-PATI

    Puasa Kok Rebahan?

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ketika ada rekan bertanya, puasa kok rebahan? Saya bilang, “ya orang rebahan itu banyak motif. Ada yang karena keshet (malas), sakit, atau sekadar istirahat melepas penat dan lelah”. Ya, beragam motif tersebut tentu banyak sekali perspektif kita sajikan agar kita tetap produktif di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari Rukun Islam, puasa merupakan […]

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

expand_less