Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (Kurban)

Ber (Kurban)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • visibility 340
  • comment 0 komentar

Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan Instragram. Semua sama. Gambar sate dan seperangkatnya. Pun sama dengan saya ikut meramaikan dan masih berharap mendapatkan daging kerbau, sebab lebih empuk dan lainnya. Ternyata semua harapan tinggal harap; saya mendapatkan daging kambing.

“Lha wong di kasih kok masih saja ada tawar menawar, bukankah narima ing pandum iku lebih utamo dari pada yang lainnya” celetuk teman saya

Seringkali kita ketika menginginkan sesuatu itu harus segera tercapai, terkabulkan padahal sesuatu itu belum tentu baik untuk kita, cocok untuk diri kita. Meskipun begitu kita masih saja ngotot untuk menginginkannya. Menahan untuk kepentingan diri sendiri ternyata sangat sulit sekali. Apa pun itu, semuanya memerlukan latihan dan latihan.

Toh, sebenarnya ketika kita terlalu berambisi menginginkan sesuatu sering kali malahan tak dapat kita capai. Banyak orang mengatakan ambisius itu tak baik, tak elok bagi diri sendiri, keluarga, tetangga dan Indonesia raya, satu nusa satu bangsa.

Pelajaran yang dapat diambil dari yang saya alami yaitu, saat ketika saya menginginkan daging kerbau akan tetapi yang di dapat daging kambing, harus menerima apa yang di berikan pada saya, dalam artian ini adalah awal saya belajar berkurban untuk tak mendapatkan sesuatu yang sangat saya inginkan. Bukankah berkurban adalah berpasrah diri dalam segala hal.

Saya hanya mengingatkan diri saya sendiri. Apabila kita sudah mampu berkurban maka tak hanya sebatas dhohirnya saja, akan tetapi batinnya juga. Lahiriyah dan batiniyah. Harus saling berimbang dan menopang. Pada moment berkurban saat ini yang paling penting yaitu bagimana kita bisa menahan diri dari apa saja, dari godaan segala hal. Sebab pelajaran yang paling berat dan akan terus berjalan sampai kapan pun adalah bagaimana kita isa menahan diri dari apa saja, terutama pada hal hal yang kurang baik.  ( Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTMNU Pati Data Ulang Masjid dan Mushola se Kabupaten

    LTMNU Pati Data Ulang Masjid dan Mushola se Kabupaten

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pati, akan melakukan pendataan ulang masjid dan mushola yang terdapat di seluruh Kabupatenb Pati. Hal ini menjadi salah satu keputusan penting yang disepakati dalam rapat koordinasi antara LTMNU Kabupaten dengan LTMNU Kecamatan (MWC NU) se-Kabupaten Pati. Rapat koordinasi LTMNU tersebut digelar siang ini (Ahad, 21/07) di Gedung Islamic […]

  • Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.602
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Internasional bertajuk “The Transformation of Eco Theology Education”, Senin (19/1/2026) yang berpusat di aula lantai 2 INISNU dan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diikuti ratusan peserta dari Indonesia, India, Malaysia, dan USA. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis untuk mendiskusikan transformasi pendidikan ekoteologi […]

  • Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di […]

  • Sukolilo Gelar Kaderisasi NU

    Sukolilo Gelar Kaderisasi NU

    • calendar_month Sab, 28 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    SUKOLILO-Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim membuka pelaksanaan Kaderisasi NU Sabtu (28/12) pagi. Ditemani beberapa pengurus Cabang, ketua PCNU yang sekaligus berperan sebagai instruktur dalam acara tersebut menyampaikan banyak hal terkait pengkaderan ini. “NU sangat besar, namun besar saja tidak cukup tanpa berjam’iyyah (berorganisasi).” Tuturnya. Suasana pembukaan Kaderisasi NU Sukolilo Selain itu, K. Miftahuddin, ketua […]

  • Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini. Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah […]

  • PCNU - PATI

    KH. Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Buku ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, termasuk informasi yang selama ini hanya diketahui dan dipahami oleh kalangan santri. Diharapkan pengabdian Kyai Haji Hasyim Asy’ari untuk negeri itu dapat dijadikan teladan dan menginspirasi generasi muda kita untuk lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

expand_less