Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen Inisnu Beri 9 Tips Putus Mata Rantai Politik Uang dalam Pilkada

Dosen Inisnu Beri 9 Tips Putus Mata Rantai Politik Uang dalam Pilkada

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
  • visibility 330
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Dalam rangka pelaksanaan pengawasan tahapan penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Temanggung tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak Tahun 2024 dengan tema “Sosialisasi dan Deklarasi Tokoh Masyarakat Tolak Politik Uang, Ujaran Kebencian, Berita Bohong, dan Politisasi SARA” pada Kamis (10/10/2024) di Aliyana Hotel & Resorts Temanggung.

Dalam paparannya, narasumber Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah yang juga dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa kondisi bangsa ini memprihatinkan jika merujuk 10 indikator suatu bangsa menurut Thomas Lickona. “Di antara yang sudah jelas itu fenomena ketidakjujuran terjadi di mana-mana, dan berkembangnya rasa saling curiga, membenci dan memusuhi di antara sesama warga negara. Ini jangan sampai terjadi di Kabupaten Temanggung menjelang Pilkada 2024 ini,” harap penulis buku Demokrasi Setengah Hati tersebut.

Dalam materi bertajuk “Tolak Politik Uang, Ujaran Kebencian, Berita Bohong, dan Politisasi SARA” tersebut, Ibda mengatakan bahwa secara nasional terdapat potensi kerawanan Pilkada 2024. “Bawaslu RI mengidentifikasi 1.952 kerawanan Pilkada 2024. Sedangkan Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI memetakan 15 daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, dan paling tinggi Aceh dan Papua, semoga Jawa Tengah aman,” lanjut pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut.

Akan tetapi, menurut dosen Inisnu Temanggung tersebut, berdasarkan data Bawaslu RI (2024) pada aspek Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 Jawa Tengah, Kabupaten Temanggung berada pada urutan 43 dengan skor 59,05 atau berada nomor 4 tertinggi di Jawa Tengah. “Sesuai data Bawaslu RI, indeks kerawanan Pemilu 2024 itu, diawali dari Kota Semarang (urutan 12/skor 73,26), Kabupaten Sukoharjo urutan 14 (skor 70,20), Kabupaten Purworejo urutan 18 (skor 67,11), Kabupaten Temanggung urutan 43 (skor 59,05), Kabupaten Wonosobo urutan 46 (skor 58,35), Kabupaten Magelang urutan 60 (skor 54,25), dan Kabupaten Kendal urutan 64 (skor 53,25),” beber dia.

Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilihan Umum (IKP) Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Ibda juga membeberkan bahwa dari 15 Kabupaten/Kota rawan tertinggi pada dimensi penyelenggara Pemilu, Kabupaten Temanggung berada pada posisi urutan ke-11. Maka kita harus serius agar potensi ini tidak terjadi,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Ibda menawarkan sembilan (9) solusi untuk memutus mata rantai politik uang, money politic, serangan fajar, serangan dhuha, atau sejenisnya.

Pertama, literasi dan pendidikan politik bersih, jujur, adil, dan bermartabat. “Seperti contoh kegiatan hari ini, maka kita harus dukung, seriusi, dan apresiasi,” beber dia.

Kedua, Penegakan hukum yang kuat dan transparan. Ketiga, penegakan kearifan lokal, hukum adat, dan hukuman sosial.

Keempat, endekatan agama dan spiritualitas. Kelima, dukungan berjemaah dan istikamah terhadap Bawaslu Temanggung.

Keenam, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Ketujuh, ubah paradigma demokrasi “prabayar” menjadi “pascabayar”.

Kedelapan, berkumpullah dengan orang-orang saleh, baik, dan berakhlak baik. “Ada pepatah Arab yaitu Su’ul Khulqi Yu’di, artinya akhlak buruk itu gampang menular,” beber dia.

Kesembilan, budayakan tradisi “menolak” dengan tegas dan Anda tidak butuh, apalagi hanya Rp 20.000. “Kita harus yakin, bahwa harga diri kita lebih tinggi dan tak pernah terbeli, apalagi cuma dua puluh ribu hari ini dapat apa sih? Kan nggak logis,” jelas dia.

Selain Ibda, narasumber yang hadir dalam kesempatan itu meliputi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Temanggung yang diwakili Eko Kus Prasetyo, ST., M.Eng., Ketua Prodi PAI FTK INISNU Temanggung Luluk Ifadah, M.S.I., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos., MM., dan materi dari Bawaslu Kabupaten Temanggung yang diikuti oleh puluhan peserta dari beragam unsur. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shalahuddin Al Ayyubi

    Shalahuddin Al Ayyubi

    • calendar_month Sel, 16 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Biografi otoritarif ini menghadirkan sosok Shalahuddin dan dunianya begituDetail dan hidup.Menggambarkan sang tokoh menuju kekuasaan,perjuangannyaMenyatukan faksi-faksi Muslim yang terus bertikai,dan pertempurannya merebutKembali Yerusalem dan mengusir pengaruh Kristen dari tanah Arab,John ManMengeksplorasi kehidupan,legenda,dan warisan abadi sang pemersatu IslamSambil menarik signifikansinya untuk dunia saat ini.

  • PCNU-PATI Photo by Muhammad Qayyum Abdul Rahman

    Rakyat

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari ini saya membaca berbagai postingan terkait matinya televisi analog. Hiburan sederhana untuk rakyat pun telah tiada, bergantikan dengan hiburan yang berbayar. Televisi analog telah tiada, tepatnya di tiadakan. Rakyat di paksa untuk berubah ke televisi digital, yang mana alat dan prasarananya belum mencukupi di pasaran. Kalau teman saya mengatakan. […]

  • Tanggapi Isu Kekerasan Seksual, Fatayat NU Desa Gembong Datangkan Aktifis HAM

    Tanggapi Isu Kekerasan Seksual, Fatayat NU Desa Gembong Datangkan Aktifis HAM

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.733
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati lagi-lagi menyelenggarakan sosialisasi yang berkaitan dengan wanita dan keluarga. Dalam momen pertemuan rutin yang digelar Pknpes Shofa Az Zahro’ Gembong pada Sabtu (9/8) pagi, sayap pemudi NU Desa Gembong ini menggelar sosialisasi mengenai kekerasan seksual. Pematerinya, diboyong langsung dari PW Fatayat NU Jawa […]

  • PCNU-PATI

    Edukasi Pendidikan Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pendidikan pada dasarnya adalah usaha untuk membentuk watak dan perilaku secara sistematis, terarah, dan terencana. Pendidikan juga berarti usaha untuk membangun masyarakat baik mengenai perekonomian, kemasyarakatan, kesehatan dan lingkungan. Dengan demikian spektrum pendidikan sangat luas artinya, tidak hanya berkutat dalam lingkungan perkuliahan, bangku sekolah, pesantren melainkan juga bisa di sanggar dan di ruang […]

  • Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN). Dalam kedua acara tersebut, […]

  • PCNU - PATI

    Atlas Wali Songo

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Dalam keserbaterbatasan segala hal, alhamdulillah buku ATLAS WALI SONGO dengan pendekatan multidisiplin: historis; arkeologi; aetiologis; etno-historis, dan kajian budaya dapat terselesaikan. Isi buku ini sangat membumi dengan proses sinkretisasi-asimilatif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Fakta mencengangkan di buku ini adalah bahwa kerajaan Islam pertama di Jawa bukanlah Kerajaan Demak (abad 15), melainkan Kerajaan Lumajang yang […]

expand_less