PAC ISNU Tirto Gelar Webinar Pendidikan, Bahas Peran Pendidik di Era AI
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 5 Sep 2026
- visibility 18.744
- comment 0 komentar

PAC ISNU Tirto Gelar Webinar Pendidikan, Bahas Peran Pendidik di Era AI
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. AI kini tidak hanya mampu membantu menulis, tetapi juga menjelaskan materi, memberikan umpan balik, mempersonalisasi pembelajaran, hingga melakukan asesmen awal terhadap peserta didik.
Fenomena tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Webinar Pendidikan yang diselenggarakan PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (4/9/2026), dengan tema “Ketika AI Bisa Menulis, Mengajar, dan Menilai, Lalu Tugas Pendidik Ngapain?” dengan diikuti 120 peserta melalui Zoom Meeting.
Ketua PAC ISNU Kecamatan Tirto, Khairul Anwar, M.E., mengatakan bahwa perkembangan AI perlu dipandang sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap masa depan pendidikan dan peran pendidik.
“AI memang telah mampu melakukan banyak pekerjaan yang sebelumnya identik dengan tugas manusia, termasuk menulis, membantu mengajar, hingga melakukan penilaian. Namun pendidikan tidak pernah hanya berbicara tentang transfer pengetahuan. Ada nilai, karakter, keteladanan, empati, dan tanggung jawab moral yang tetap membutuhkan kehadiran manusia,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa AI dalam pendidikan atau Artificial Intelligence in Education (AIEd) seharusnya diposisikan sebagai alat untuk memperkuat kapasitas pendidik, bukan menggantikannya. AI memiliki keunggulan dalam pekerjaan yang bersifat repetitif, seperti menjawab pertanyaan, membuat latihan, merangkum materi, dan memberikan asesmen awal.
“Pertanyaan masa depan bukan lagi AI atau guru, melainkan guru seperti apa yang mampu memanfaatkan AI untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih manusiawi,” tegasnya.
Rektor INISNU Temanggung ini menambahkan bahwa guru dan dosen tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi, terutama dalam membangun relasi, memberikan empati, menjadi teladan, serta menanamkan nilai dan karakter kepada peserta didik.
Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. Hj. Mufasiroh, M.S.I., menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak cukup dimaknai sebagai penggunaan perangkat dan aplikasi semata. Digitalisasi, menurutnya, harus dipahami sebagai perubahan budaya belajar dan mengajar yang menuntut kesiapan sumber daya manusia.
“Pendidik memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Guru tidak lagi hanya menjadi pemberi informasi, tetapi harus mampu menjadi fasilitator yang membimbing peserta didik dalam memahami materi sekaligus menyaring informasi secara bijak,” jelas narasumber yang juga Ketua PAC Muslimat NU Tirto itu.
Ia juga mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan membawa peluang sekaligus tantangan. Akses informasi yang semakin luas, inovasi pembelajaran, dan fleksibilitas belajar harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital, kemampuan pedagogik berbasis teknologi, serta kesadaran terhadap etika dan keamanan digital.
Webinar yang dimoderatori oleh Yulis Indriyani tersebut diharapkan dapat membuka wawasan para pendidik, mahasiswa, dan masyarakat untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa kemajuan AI tetap berada dalam kendali nilai, etika, dan tanggung jawab manusia. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dari TBM Hidup Punya Cerita.
Kontributor: Fauzan
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar