Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
  • visibility 18.391
  • comment 0 komentar

 

Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati berkolaborasi dengan Jama’ah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen menggelar Ngaji Budaya bertajuk “Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Budaya”.
Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Sabtu (30/8/2026).
Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Drs. KH. Amin Maulana Budi Harjono atau yang dikenal sebagai Kyai Caping Gunung dari Semarang, Ki Abdullah Markonyek, anggota LDNU PCNU Pati, serta Gus Muchammad Azib Mabrur, S.Ag., M.Pd. (Gus Azib), Pengasuh Pondok Pesantren Ad Dzikro As Salafiyah 3 Kajen. Diskusi dipandu Gus M’Belling (Gus Mahfud), pengasuh Majelis Ta’lim Suluk NangRatang Pati.
Suasana pengajian budaya semakin semarak dengan penampilan Keroncong Sholawat Lesbumi PCNU Pati. Perpaduan antara tausiyah, seni, dan tradisi tersebut menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai keislaman dan kebudayaan masyarakat.
Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pati, Arif Khilwa, mengatakan Ngaji Budaya merupakan salah satu program tahunan Lesbumi PCNU Pati yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan juga merupakan warisan budaya bangsa yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kultural serta menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Sementara itu, para narasumber menekankan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan melalui penerapan sifat, akhlak, dan ajaran Nabi dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai uswatun hasanah yang dicontohkan Rasulullah menjadi pijakan penting untuk membangun kehidupan sosial yang lebih santun, toleran, dan berbudaya.
Melalui Ngaji Budaya, Lesbumi PCNU Pati berupaya menghadirkan peringatan Maulid Nabi dalam ruang yang lebih luas, tidak hanya sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai ikhtiar merawat tradisi dan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Ilustrasi Branding - PCNU PATI, Photo by Eva Elijas on Pexels

    Branding

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan. Apabila […]

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 755
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

    Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.329
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus INISNU Temanggung ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa. BRUN tersebut bertajuk “In This Economy Marriage Is Scary” Program BRUN ini dilaksanakan sebagai […]

  • Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Agus Sukari, Kepala Yayasan Wahid Hasyim  Pati bersama dua santrinya yang berprestasi di bidang tilawah usai MTQ Pelajar dan Umum Kemenag Kabupaten Pati, Rabu (29/9) kemarin. PATI – Dua santri Pondok Pesantren Wahid Pati menyabet gelar juara dalam ajang MTQ Pelajar dan Umum yang diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Pati. Dalam lomba yang berlangsung Rabu (29/9) […]

  • Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya. Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan. Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU […]

expand_less