Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
  • visibility 427
  • comment 0 komentar
Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan.
“Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Buku antologi puisi Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee diproduksi oleh Penyair Seksi dan Cakra Budaya Indonesia merupakan kerjasama Dispusip dan PDS.HB.Jassin.
Didukung juga oleh penerbit Teras Budaya (TB), Kampung Seni Jakarta, Kijang Kencana Production, dan ARS Longa Institute.
Buku sastra ini akan diluncurkan dalam acara bedah buku di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail.Marzuki (TIM) di Jakarta, Jumat (1/12/2023) pukul 13.00 WIB dengan Pembicara Prof.Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel.
Sedangkan para pembaca puisi terdiri dari Guntoro Sulung, Yogi S Karmas, Jack Al-Ghozali, Nanang R Supriyatin dengan musikalisasi puisi Iyus Kromatik dan MC.Shantined.
Sementara itu Helmi Haska, penulis dan perupa mengatakan  etika perpuisian Indonesia kekinian kendor mengeritik gejolak sosial, politik, dan kebudayaan.
“Nuyang dengan kepekaannya,  menjadi penyaksi atas silang-sengkarut rusaknya negeri ini  sekaligus menaruh sangka baik dan harapan pada Indonesia sebagai nation,” katanya.
Menurutnya, pokok soal yang menggenang dalam puisi-puisinya, merupakan bagian dari jalan panjang khasanah perpuisian Indonesia yang membangun narasi keindonesiaan.
“Sekaligus mengembalikan puisi (poetry) sebagai energi spiritual,” ucapnya
Diki Lukman Hakim,
Kepala PDS HB Jassin memberikan komentar.
“Membaca puisi-puisi dalam buku Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee ini kita seperti dibawa masuk dalam perenungan, tempat penulis menyuarakan kegelisahan sekaligus protes-protes yang memberi kita kesadaran bahwa batas antara kebaikan dan keburukan adalah suatu keseimbangan dalam kehidupan,” kilahnya.
Namun demikian, lanjutnya, perlu untuk selalu kita suarakan.
“Saya senang buku ini bisa menjadi salah satu bagian dari koleksi buku-buku sastra di PDS HB. Jassin terutama sastra puisi. Selamat dan sukses untuk mbak Nuyang atas terbitnya buku kumpulan puisi ini,” pungkasnya.(***)
Kontributor : Lasman Simanjuntak
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Situation Report Kejadian Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pati berdasarkan informasi dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pati SITUATION REPORT KEJADIAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH JAWA TENGAH 30 November 2022 Dilaporkan kejadian Banjir, Angin Kencang dan Longsor di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada 2 Desember 2022 sebagai berikut: 1.   BANJIR KABUPATEN PATI UPDATE PER 2 Desember 2022 PUKUL 10.00 WIB 30 November […]

  • K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (kanan), ketua PCNU Pati memberikan sambutan dalam acara Konferensi MWC NU Gabus, Jumat (18/3) kemarin. GABUS – Sah! MWC NU Kecamatan Gabus resmi ganti pemimpin setelah melakukan konferensi pada Jumat (18/3) kemarin. MWC NU Gabus di bawah kepemimpinan KH. Syaifullah, telah berakhir tahun ini. KH. Moh. Shofii yang menjadi penerus perjuangan pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Sedang Tuhan Pun Cemburu

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Sedang Tuhan pun Cemburu adalah sekumpulan esai-esai yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Mulai dari kritik-kritik sosial seperti permasalahan narkotika dan seks ; politik seperti korupsi yang merajalela *rupanya korupsi memang sudah menjamur sejak dulu hiks* ; agama tentang seni islami dan dakwah ; sampai budaya di bahas di sini. Semuanya ditulis secara bernas oleh […]

  • Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Serah terima jabatan : Ketua PAC IPNU Gembong demisioner Ahmad Saifuddin (tengah kanan) secara simbolik menyerahkan plakat sebagai simbol penyerahan tongkat estafet jabatan kepada Najib Arsya Ayatullah (tengah kiri).  GEMBONG – Pelajar NU yang tergabung dalam PAC IPNU IPPNU Gembong baru saja menyelesaikan hajat rutinnya. Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihelat di Gedung Haji Gembong, […]

  • PCNU-PATI Photo by Luke Stackpoole

    Cerita Tabatabaei House

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut […]

  • PCNU-PATI

    Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

     “Mati Spektakuler” memuat kisah dan serpihan refleksi hidup. Efek yang dirasakan ketika membaca buku tersebut adalah merinding, takut dan sedih. Bukan karena takut akan kematian, melainkan takut akan amal ibadah yang belum mencukupi untuk terhindar dari api neraka dan belum pantas menjadi penghuni surga. Buku ini menjelaskan dengan detail, gamblang dan mampu menggetarkan perasaan “membuka” […]

expand_less