Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

 

KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Sebuah desa yang melahirkan banyak ulama hebat dan masyhur dari Pantai Utara Kabupaten Pati.

Kiai Sahal sejak kecil memang terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Kajen bagi Kiai Sahal adalah desa tempat di mana dia mempelajarai ilmu-ilmu yang menjadi dasar bagi segala ilmu pengetahuannya. Sebelum belajar ke berbagai pesantren di Indonesia, beliau terlebih dahulu kursus melalui Kiai Fauzan. Selain itu, dibawah bimbingan ayahnya Kiai Mahfudh Salam, Kiai Sahal belajar mengkaji (membaca) Alquran, hal yang sudah lazim sebagaimana anak-anak kecil dalam keluarga agamis.

Sedangkan dari ayahnya dia belajar bahasa arab secara aplikatif.  Kiai Sahal belajar agama tidak lama dengan ayahnya, karena ayahnya lebih dulu meninggal di penjara Belanda Ambarawa, ketika itu Kiai Sahal baru berumur tujuh tahun, setahun kemudian ibunya Nyai Badi’ah meninggal.

Semasa hidup, ayahnya dikenang  sebagai orang tua yang disiplin dan tegas terutama dalam mendidik anaknya. Bentuk ketegasan dari ayahnya kadang terasa sebagai sesuatu yang keras. Tetapi apapun bentuk kegalakannya, ayahnya selalu mengimbanginya dengan kompensasi yang dapat membesarkan hati.

Pola pembelajaran dalam bentuk kegalakan pada satu sisi dan kompensasi pada sisi yang lain, bagi anak-anaknya setelah dewasa dirasakan sebagai sebuah pola pembelajaran yang efektif semata-mata agar anak-anaknya disiplin dan rajin belajar. Pada saat yang lain kompensasi dari ayahnya mencerminkan pencurahan kasih sayang yang tulus dan perhatian yang mendalam. Sehingga memberikan sebuah pengertian bahwa kegalakan dari sang ayah bukan karena kebencian atau berniat menyakiti melainkan bentuk lain dari kasih sayang dan kecintaan orang tua demi kepentingan anak-anaknya di masa-masa yang akan datang.

Aktivitas Organisasi Sosial Keagamaan

Aktivitas Kiai Sahal dalam organisasi sosial keagamaan dimulai forum diskusi kecil ulama di Desa Kajen yang disebut Raudlah Musyawarah. Peranannya yang signifikan di forum Raudlah Musyawarah menarik para ulama setempat. Peranannya itu meningkat dengan amanat yang diberikan kepada Kiai Sahal sebagai Katib Syuriah NU cabang Pati (1967-1975) pada waktu yang bersamaan Kiai Sahal juga menjabat Ketua II Lembaga Pendidikan Ma’arif NU cabang Pati. Tahun 1977-78 ia menjadi ketua Asosiasi Pesantren atau Rabithah Ma’ahid al-islamiyyah (RMI) cabang Pati, kemudian pada tahun 1980-18-982 dia mulai berperan di tingkat wilayah dengan berperan sebagai Katib Syuriah NU wilayah Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah karir organisasinya terus menanjak, pada tahun 1982-1985 Kiai Sahal dipercaya sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah. Kemudian peranannya di lembaga syuriah tersebut mulai naik ke tingkat pusat dengan dipercaya sebagai salah satu Rais Syurian Penguruh Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak tahun 1984- 1999. Pada Muktamar Lirboyo peran Kiai Sahal di lembaga dikukuhkan sebagai Rais Aam PBNU (1999-2004). Amanat sebagai Rais Aam ternyata masih berlanjut setelah Kiai Sahal kembali dikukuhkan sebagai Rais Aam periode 2004-2009, dan dikukuhkan kembali pada Muktamar di Makasar untuk periode 2009-2014. Pada saat yang hampir bersamaan Kiai Sahal juga menjabat Ketua Umum MUI Pusat sejak 2000-2005, 2005-2010, dan 2010-2014. 

Selain di beberapa lembaga tersebut, Kiai Sahal langsung terlibat dalam berbagai macam aktifitas pendidikan sejak tahun 1960-an. Pertama kali beliau manjadi guru yang mengajar di pesantrennya Maslakul Huda Kajen Pati, kemudian sekaligus sebagai pengasuh sejak 1963 sampai 2014. Pada saat yang sama  juga beliau mengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah   (PIM) Kajen Pati, dan kemudian pada 1963 beliau diberi amanat menjadi direktur di PIM.

Oleh karena itu, keterlibatan Kiai Sahal di dunia pendidikan semakin mengukuhkan dirinya sebagai tokoh pesantren dan pejuang sosial yang lintas batas. Beliau tidak saja bergaul dengan lingkungan pesantren tetapi juga dengan lingkungan pendidikan non pesantren serta dengan lingkungan sosial yang lain. Dalam hal ini perguruan-perguruan tinggi dan organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan.

Bagi kalangan awam mungkin ketokohan Kiai Sahal tidak begitu dikenal kecuali sebagai tokoh NU. Hal ini karena Kiai Sahal sangat jarang berbicara pada media massa dan jarang pula tampil di forum-forum umum atau terbuka. Semisal dalam kegiatan seminar maupun workshop. Kiai Sahal justru lebih suka pada forum-forum terbatas yang dialogis, terukur, terencana dan berkelanjutan.

Karya Ilmiah Kiai Sahal

Sejak muda, Kiai Sahal sering menulis dan mengekspresikan perasaannya dengan syair-syair arab atau tulisan apa saja. Setelah melanjutkan ke pesantren lain, kebiasaanya menulis terus berlanjut terutama yang berhubungan dengan pelajaran yang diampunya. Dan semakin lama tulisannya semakin matang seiring dengan kematangan keilmuannya.

Kemudian pada tahun-tahun berikutnya tulisan-tulisan itu menjadi buku antara lain; Thariqat al-Husul A’la Ghayah al-Wusul, Al-Bayan Al-Mulamma’ Fi Alfadhi Al-luma’ (Semarang: Toha Putra, 1999), Faidlul Hija ala Naili Raja (1999), Intifah Al-Wadijain Fi Munadharati Ulamai Hajain (1959), Al-Faraidil Ajibah (1959), Ats-Stamrah Al-hajainiyyah, (1960), Nuansa Fikih Sosial (1994), Ensiklopedi Ijma’, karya ini merupakan terjemahan dari kitab Mausu’ah al Ijma’ karya yang diterjemahkan bersama dengan KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Pesantren Mencari Makna (1997), Era Baru Fikih Indonesia, karya ini merupakan tulisan yang berisi tentang produk hukum beserta metodologi istimbatnya, dan Dialog Dengan Kiai Sahal (1997).

Dari beberapa karya di atas baik dalam bentuk buku maupun makalah telah menempatkan Kiai Sahal bukan hanya sebagai tokoh pesantren. Melainkan Kiai Sahal sebagai  seorang intelektual yang karya-karyanya menjadi referensi anak bangsa dan lembaga-lembaga pendidikan baik pesantren, perguruan tinggi, dan pekerja sosial yang ide-idenya menjadi inspirasi perubahan masyarakat. (Siswanto, Penulis Lepas)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.685
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang — Upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Tengah semakin diperkuat melalui rencana kolaborasi antara Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Duta Damai Dunia Maya Jawa Tengah. Hal itu terungkap di sela-sela kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melalui FKPT Jawa Tengah Tahun […]

  • PCNU - PATI

    Empat Basis Buruh Sarbumusi Pati Didaftarkan ke Disnaker

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    PATI – Empat basis dari Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati telah didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022) siang. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarbumusi Kabupaten Pati, Husaini mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan empat basis atau kelompok itu antara lain  kelompok petani dari Jekenan, kelompok guru TPQ dari Pucakwangi, kelompok sopir […]

  • Ahmad Husain, Pimpin Pagar Nusa Winong

    Ahmad Husain, Pimpin Pagar Nusa Winong

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pati. Pagar Nusa. Pimpinan Anak Cabang Ikatan pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa kecamatan Winong Pati mengadakan pemilihan ketua baru di di Aula MI Tarbiyatul  Islamiyah desa setempat Ahad (19/11/2017). Dalam acara bertajuk Konferensi Anak Cabang (konferancab) ini, Ahmad Husaini terpilih menjadi ketua baru PAC IPSNU Pagar Nusa Kecamatan Winong . Usai terpilih, Husaini […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • PCNU-PATI

    PD PGMI Jateng-DIY Kaji Tugas Akhir Skripsi dan Nonskripsi

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Koordinator Wilayah VIII Jawa Tengah dan DIY menggelar Diskusi Pendidikan bertajuk “Tugas Akhir: Skripsi atau Nonskripsi? (Kebijakan, Implementasi, Kelebihan dan Kekurangan)” dengan narasumber dosen PGMI FITK UIN Walisongo Semarang, Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., pada Selasa (23/4/2024) secara daring. Dalam kesempatan itu, Ketua PD PGMI Korwil […]

  • PCNU-PATI

    IPPNU Kajen Punya Target Terbitkan Buku Biografi Bu Nyai

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka memperingati 1 abad NU, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPPNU) Desa Kajen menggelar workshop penulisan biografi ulama perempuan dan bu nyai di desa santri tersebut. Workshop digelar di Aula ICK area Masjid Kajen lantai 2. Ketua PR IPPNU Kajen Citra Rahma Febriaziza mengatakan, workshop digelar untuk melatih […]

expand_less