Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin

INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan kedua tokoh fenomenal tersebut. 

“Di Indonesia, cuma ada tiga tokoh islam yang berfikir secata analitik, (yaitu) Quraish Shihab, Pak Syakur dan Cak Nur,” ungkap Gus Dur kala itu. 

Pak Syakur yang dimaksud oleh cucu pendiri NU tersebut adalah KH. Syakur Yasin, pengasuh Ponpes Cadangpinggan, Sukagumiwang, Indramayu Jawa Barat. Namanya tidak seviral ulama lainnya. Namun melalui kanal Youtube KH Buya Syakur Yasin dengan label Wamimma TV, dirinya eksis mengkaji beragam kitab kuning. 

Beberapa karya yang dikaji oleh kiai lukusan Cairo ini, diantaranya Kitab Fi Dhilalil Qur’an, Fathur Rabbani, Roaitullah dan beragam kitab lainnya. Kebanyakan kajian kiai dengan logat Sunda medok ini memang bercorak tasawuf. 

Pengendalian Diri

Pada Minggu (5/9) kemarin, melalui kanal Youtube-nya, Buya Syakur mengupas perihal pengendalian diri. Hal ini disampaikan dalam kajian Kitab Raitullah poin ke-16 sampai 20. 

Dalam pembahasan nafsu, kiai yang pernah kuliah di London, Inggris ini menyatakan bahwa nafsu bisa baik namun bisa pula majikan yang jahat jika tidak dikendalikan. 

“Membangun masjid juga yang nyuruh nafsu,” tegasnya. 

Asumsi ini menjelaskan bahwa kebaikan juga membutuhkan nafsu agar bisa berjalan. Namun pada ungkapan berikutnya, Buya Syakur meneruskan ceramahnya tentang akibat menuruti nafsu. 

“Ketika kau mengagumi nafsumu, maka engkau akan Ku serahkan kepada musuh-Ku, Kata Allah,” Lanjut Buya Syakur. 

Maka, imbuhnya, terciptalah setan-setan dalam bentuk manusia. Hal ini, terang Buya Syakur adalah akibat yang nyata dari perilaku terlalu membanggakan nafsu. 

Kunci utama dalam pengendalian diri, menurut Kiai yang ahli di bidang sastra dab linguistik ini adalah selalu mendekat kepada tuhan. Hal ini disampaikannya berdasarkan Kitab Roaitullah poin ke-19. 

“Jika engkau bersimpuh dihadapan-Ku dan selalu berada kehadirat-Ku, maka jika engkau bicara, Akulah sesungguhnya yang berucap. Jika engkau menjadi pemimpin pemerintahan, Akulah yang berkuasa,” tuturnya memberi penjelasan.

Dengan kata lain, lanjut Buya, jika seseorang selalu dekat dengan Tuhan, maka tuhan akan membimbing. Sehingga, kredibilitas dan kecintaan rakyat akan meningkat kepada orang tersebut. 

“Akan dibimbing (oleh Allah). Bukan malah menganggap bahwa segala keputusannya adalah keputusan Tuhan,” ungkapnya. 

Negara Agama

Berangkat dari pola yang berkembang saat ini, Buya Syakur agak khawatir dengan pengangkatan isyu negara berbasis agama. Menurutnya, masih bersambung dengan pengendalian diri, memaksa negara agama justru akan membentuk kepemimpinan yang diktator. 

“Kalau pemimpin bilang keputusanku adalah perintah tuhan, siapa yang berani lawan?,” tuturnya. 

Pada level berikutnya, Tuhan atau agama hanya akan digunakan sebagai tameng menentukan kebijakan yang menguntungkan pribadi atau golongan tertentu. Maka, lanjut Buya Syakur, orang Indonesia sangatlah beruntung sebab berdasarkan Pancasila, negara berketuhanan dan bukan negara agama.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (kanan), ketua PCNU Pati memberikan sambutan dalam acara Konferensi MWC NU Gabus, Jumat (18/3) kemarin. GABUS – Sah! MWC NU Kecamatan Gabus resmi ganti pemimpin setelah melakukan konferensi pada Jumat (18/3) kemarin. MWC NU Gabus di bawah kepemimpinan KH. Syaifullah, telah berakhir tahun ini. KH. Moh. Shofii yang menjadi penerus perjuangan pengurus […]

  • Habib Luthfi: Bagaimana Cara Berterima Kasih kepada Nabi?

    Habib Luthfi: Bagaimana Cara Berterima Kasih kepada Nabi?

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    PCNU Kab. Pati Karanganyar, NU Online Menyelenggarakan acara maulid nabi sejatinya tidak hanya sekedar perayaan semata, akan tetapi lebih dari itu, terdapat beberapa hikmah di dalamnya. Hikmah pertama, sebagai wujud terima kasih kita kepada Nabi.  “Kalau Ibu Kartini yang jasanya besar bagi bangsa ini, diagungkan dengan menyanyikan Ibu kita Kartini putri sejati, lalu bagaimana ungkapan […]

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

  • Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara. Islam menjadi agama mayoritas di […]

  • PAC ISNU Tirto Gelar Webinar Pendidikan, Bahas Peran Pendidik di Era AI

    PAC ISNU Tirto Gelar Webinar Pendidikan, Bahas Peran Pendidik di Era AI

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.006
    • 0Komentar

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. AI kini tidak hanya mampu membantu menulis, tetapi juga menjelaskan materi, memberikan umpan balik, mempersonalisasi pembelajaran, hingga melakukan asesmen awal terhadap peserta didik. Fenomena tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Webinar Pendidikan yang diselenggarakan PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Tirto, […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Dakwah Secara Santun dan Damai. Photo by Muhammad Adil on Unsplash.

    Dakwah Secara Santun dan Damai

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 782
    • 0Komentar

    Dakwah erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar untuk mengajak mad’u (jama’ah) ke jalan yang lebih baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan dan propaganda. Dalam bahasa aslinya, dakwah mempunyai makna mengajak, memanggil, mengundang, meminta, dan memohon. Karena esensi dakwah adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), […]

expand_less