Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
  • visibility 544
  • comment 0 komentar
Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin

INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan kedua tokoh fenomenal tersebut. 

“Di Indonesia, cuma ada tiga tokoh islam yang berfikir secata analitik, (yaitu) Quraish Shihab, Pak Syakur dan Cak Nur,” ungkap Gus Dur kala itu. 

Pak Syakur yang dimaksud oleh cucu pendiri NU tersebut adalah KH. Syakur Yasin, pengasuh Ponpes Cadangpinggan, Sukagumiwang, Indramayu Jawa Barat. Namanya tidak seviral ulama lainnya. Namun melalui kanal Youtube KH Buya Syakur Yasin dengan label Wamimma TV, dirinya eksis mengkaji beragam kitab kuning. 

Beberapa karya yang dikaji oleh kiai lukusan Cairo ini, diantaranya Kitab Fi Dhilalil Qur’an, Fathur Rabbani, Roaitullah dan beragam kitab lainnya. Kebanyakan kajian kiai dengan logat Sunda medok ini memang bercorak tasawuf. 

Pengendalian Diri

Pada Minggu (5/9) kemarin, melalui kanal Youtube-nya, Buya Syakur mengupas perihal pengendalian diri. Hal ini disampaikan dalam kajian Kitab Raitullah poin ke-16 sampai 20. 

Dalam pembahasan nafsu, kiai yang pernah kuliah di London, Inggris ini menyatakan bahwa nafsu bisa baik namun bisa pula majikan yang jahat jika tidak dikendalikan. 

“Membangun masjid juga yang nyuruh nafsu,” tegasnya. 

Asumsi ini menjelaskan bahwa kebaikan juga membutuhkan nafsu agar bisa berjalan. Namun pada ungkapan berikutnya, Buya Syakur meneruskan ceramahnya tentang akibat menuruti nafsu. 

“Ketika kau mengagumi nafsumu, maka engkau akan Ku serahkan kepada musuh-Ku, Kata Allah,” Lanjut Buya Syakur. 

Maka, imbuhnya, terciptalah setan-setan dalam bentuk manusia. Hal ini, terang Buya Syakur adalah akibat yang nyata dari perilaku terlalu membanggakan nafsu. 

Kunci utama dalam pengendalian diri, menurut Kiai yang ahli di bidang sastra dab linguistik ini adalah selalu mendekat kepada tuhan. Hal ini disampaikannya berdasarkan Kitab Roaitullah poin ke-19. 

“Jika engkau bersimpuh dihadapan-Ku dan selalu berada kehadirat-Ku, maka jika engkau bicara, Akulah sesungguhnya yang berucap. Jika engkau menjadi pemimpin pemerintahan, Akulah yang berkuasa,” tuturnya memberi penjelasan.

Dengan kata lain, lanjut Buya, jika seseorang selalu dekat dengan Tuhan, maka tuhan akan membimbing. Sehingga, kredibilitas dan kecintaan rakyat akan meningkat kepada orang tersebut. 

“Akan dibimbing (oleh Allah). Bukan malah menganggap bahwa segala keputusannya adalah keputusan Tuhan,” ungkapnya. 

Negara Agama

Berangkat dari pola yang berkembang saat ini, Buya Syakur agak khawatir dengan pengangkatan isyu negara berbasis agama. Menurutnya, masih bersambung dengan pengendalian diri, memaksa negara agama justru akan membentuk kepemimpinan yang diktator. 

“Kalau pemimpin bilang keputusanku adalah perintah tuhan, siapa yang berani lawan?,” tuturnya. 

Pada level berikutnya, Tuhan atau agama hanya akan digunakan sebagai tameng menentukan kebijakan yang menguntungkan pribadi atau golongan tertentu. Maka, lanjut Buya Syakur, orang Indonesia sangatlah beruntung sebab berdasarkan Pancasila, negara berketuhanan dan bukan negara agama.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ratusan siswa Madrasah Luthful Ulum, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mendadakan istigasah Pemilu damai. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah setempat, Selasa (13/2/2024) pagi. Selain berharap Pemilu berlangsung damai, mereka juga berharap proses pembangunan gedung madrasah tersebut berjalan dengan lancar. Kordinator Pendidikan Yayasan Luthful Ulum Wonokerto, Jamal Ma’mur Asmani mengatakan, pihaknya […]

  • Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Salah satu sesi pelatihan Public Speaking yang diadakan oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kadilangu, Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Kadilangu menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking di Aula Madrasah Diniyah Mansyaul Ulum pada Jum’at (17/12). Kegiatan dimulai pada pukul 18.30 WIB.  Setidaknya ada 18 peserta dari anggota IPNU IPPNU Desa Kadilangu yang mengikuti agenda ini. […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pesan setiap kali aku singgah di tempat yang sama rasanya begitu nyata kamu yang menatapku aku membalas malu-malu desiran ombak yang membawamu ke sisiku menyadarkanku akan kehadiranmu sesaat-menyenangkan lalu aku berbisik kepada angin untuk membawakan secarik pesan yang aku tulis di tengah kerumunan 24 Juli 2022 Tak Pernah Usai percakapan kita tak pernah usai setiap […]

  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

  • Bilik Bilik Pesantren

    Bilik Bilik Pesantren

    • calendar_month Sen, 11 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Membaca pesantren dalam paradigma modernis merupakan sebuah kajian yang sangat urgen sekaligus menarik. Karena, kita bisa mengetahui sejauh mana gaung pesantren dalam menghadapi cakrawala kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal itu juga bisa dihadapkan dengan kritikan-kritikan yang muncul terhadap pesantren. Kritikan berupa kredibilitasnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional Nusantara dalam menghadapi kemajuan teknologi dan merespon persoalan-persoalan kontemporer yang jamak […]

  • Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

    Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Beberapa waktu yang lalu di beberapa media online muncul berita, bahwa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul “Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah: Fi Haditsi al-mauta Wa Asyaratu al-Sa’ah Wa Bayanu mafhumi al-Sunnah Wa al-Bid’ah” berusaha dirubah oleh oknum tertentu. Bagian isi kitab yang dirubah berkaitan dengan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari atas bolehnya atau anjuran […]

expand_less