Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pancasila dan Tiga Model Ukhuwah

Pancasila dan Tiga Model Ukhuwah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

Oleh: Siwanto, MA

Dalam perjalanan ‘melahirkan’ Indonesia, penetapan Pancasila sebagai dasar Negara merupakan suatu model penting. Sebab, penetapan Pancasila juga merupakan suatu trasformasi budaya yang tidak mudah untuk memadupadankan sekaligus menyatukan adanya kepelbagian. Bahkan jika melihat fakta-fakta historis, bangsa Nusantara telah memiliki modal sosial yang sangat berharga, suatu karakter kepribadian yang khas.

Karakter itu tercermin dari adanya kekayaan etnisitas, suku, ras, agama, dan golongan yang begitu plural. Karena Indonesia memiliki lebih dari seribu suku bangsa dengan dua suku besar Jawa dan Sunda serta ditambah suku-suku besar lainnya. Sehingga dari situ, dari pelbagai suku Masyarakat Indonesia mampu membangun kerukunan umat beragama yang telah menjadi teladan dunia.

Di samping itu, Indonesia juga merupakan negara yang mengikuti dinamika perkembangan modernitas sebagai sebuah tuntunan global. Dengan demikian, keunikan dari karakter kepribadian di Nusantara yang khas ini dapat menggabungkan tiga pilar penting. Pertama, islam sebagai system nilai dan agama yang dianut oleh mayoritas. Kedua, adanya sistem demokrasi Pancasila yang menjamin kedaulatan di tangan rakyat sepenuhnya. Ketiga, adanya tantangan modernitas di lain sisi. Oleh karena itu, penggabungan tiga aspek dalam suatu harmoni kehidupan kebangsaan dan kenegaraan tidaklah mudah.

Sedangkan dalam hal ini, menurut Kiai Ahmad Siddiq menjelaskan, pencatuman asas Islam sama dengan pencatuman marxisme, liberalisme, dan sebagainya. Oleh sebab itu, menjadikan Islam sejajar dengan isme-isme lainnya. Islam yang dijadikan asas adalah islam dalam arti ideologi bukan agama. Sedangkan ideologi adalah karya manusia, sehingga tidak akan mencapai derajat menjadi agama, tanpa terkecuali juga Pancasila.

Adapun dalam hal hubungan antar agama Islam dan Pancasila, keduanya dapat berjalan saling menunjang dan saling mengkokohkan. Keduanya tidak bertentangan dan tidak boleh dipertentangkan. Selain itu juga, tidak harus dipilih salah satu dengan sekaligus membuang dan menanggalkan yang lain. Karena menurutnya, ‘‘Bagi Nahdlatul Ulama, Republik Indonesia berdasarkan Pancasila merupakan bentuk final dari upaya membentuk negara oleh seluruh bangsa Indonesia.”   

Sekali lagi kita patut bersyukur atas ditetapkannya Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila pada hakikatnya adalah kontrak sosial dan titik temu di antara para pendiri bangsa. Hal ini tercermin dari isi pidato Ir Soekorno dalam siding Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Ia mengatakan;

“Kita bersama-sama mencari persatuan philoshophische grondslag,mencari weltanschauung yang kita semua setuju. Saya katakana lagi setuju! Yang saudara yamin setujui, yang Ki bagoes setujui, yang Ki Hajar setujui, yang saudara Sanusi setujui, yang Saudara Aboekoso setujui, yang saudara Liem Koen Hian setujui, pendeknya kita semua mencari modus. Tuan Yamin, ini bukan kompromis, tetapi kita bersama-sama mencari satu hal yang kita bersama-sama setujui.”

Jauh setelah penetapan Pancasila sebagai dasar negara, kita harus tahu masih banyak jalan terjal yang harus dilalui. Aneka riak ketidaksetujuan yang disebabkan adanya kekurangdalaman memahami sebuah persoalan rupanya menyebabkan banyak Gerakan yang berusaha merong-rong Pancasila. Sebut saja misalnya Gerakan sporadis Kartosoewirjo dengan Darul Islamnya, atau juga Gerakan-gerakan organisasi massa (ormas) Islam yang mengajak untuk mendirikan sistem khilafah yang masih kita rasakan denyutnya, bahkan sampai hari ini.

NU sebagai salah satu ormas di Indonesia didasari pemahaman yang jernih dengan sangat lantang menyatakan bahwa NKRI adalah bentuk final dan Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam.

Dari kedua keputusan di atas, sesungguhnya tidak lepas dari alasan historis bahwa pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari adalah pencetus dan penggerak Resolusi Jihad. Di titik inilah sesungguhnya nasionalisme NU tidak bisa diragukan lagi. Bahkan pada Muktamar ke-27 tahun 1984 di situbondo, Jawa Timur, secara tegas NU memutuskan bahwa NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 adalah bentuk final dari perjuangan umat Islam di Indonesia.

Lebih jauh, dalam menjaga nasionalisme tersebut. Kiai Ahmad Shiddiq (1926-1991) kemudian merumuskan tiga model ukhuwah yang sangat terkenal yaitu: Pertama, Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), Kedua, Ukhuwah Wathaniyyah (persaudaraan bangsa), Ketiga, Ukhuwah Basyariyyah (persaudaraan umat manusia).

Ketiga model ukhuwah yang diformulasikan Ulama Nusantara ini, patut kita renungkan dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejaring Global, Ma'arif Jateng Blusukan ke Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    Jejaring Global, Ma’arif Jateng Blusukan ke Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.090
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Selangor, Malaysia — Dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan dan membuka peluang kolaborasi internasional, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Management and Science University (MSU) Malaysia pada Kamis (7/11). Rombongan diterima langsung oleh Mohd Hairunizam Ibrahim, Regional Manager Global Affairs Office MSU, di ruang Theater kampus tersebut. Dalam sambutannya, […]

  • Konferwil III, Bupati Pendekar Jadi Ketua Pagar Nusa Jateng

    Konferwil III, Bupati Pendekar Jadi Ketua Pagar Nusa Jateng

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Mimbar Konferwil III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah yang akhirnya memenangkan Arief Rahman, Bupati Blora sebagai ketua PW Pagar Nusa masa khidmat 2021-2026 UNGARAN-Konferwil (Konferensi Wilayah) III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dihelat di Wuji, Bregas, Ungaran. Kegiatan ini memang telah usai Minggu (15/8) lalu, namun kisah unik di […]

  • Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Semarang – Kelompok tani Kadang Tani Sarwotulus (KTST) berhasil melaksanakan panen raya yang bertempat di desa Ketapang, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Sabtu pagi (21/9/2024). Hal itu terungkap dalam Panen Padi Organik Kadang Tani Sarwotulus Jawa Tengah yang merupakan panen raya edisi tahun ke lima hasil dari budidaya padi dengan pupuk organik. Kadang Tani Sarwo […]

  • Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Serah terima jabatan : Ketua PAC IPNU Gembong demisioner Ahmad Saifuddin (tengah kanan) secara simbolik menyerahkan plakat sebagai simbol penyerahan tongkat estafet jabatan kepada Najib Arsya Ayatullah (tengah kiri).  GEMBONG – Pelajar NU yang tergabung dalam PAC IPNU IPPNU Gembong baru saja menyelesaikan hajat rutinnya. Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihelat di Gedung Haji Gembong, […]

  • Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

      H. Mustain Ahmad, Kakanwil Krmenag Jateng memberikan pembinaan dan monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen PATI – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Pembinaan dan Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen, dengan di dampingi oleh Kepala Kemenag, Kasubag TU dan Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Pati, Selasa (14/12).  Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi […]

  • Kejurkab Pagar Nusa Pati

    Kejurkab Pagar Nusa Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Pati. Pagar Nusa Kabupaten Pati mengadakan Kejuaraan Kabupaten yang berlangsung di Gor Margoyoso Pati, 28-29 Oktober 2017 kemarin. “ Dalam acara Kejurkan ini kami melibatkan seluruh kader-keder muda Pagar Nusa se Kabupaten Pati, dengan di ikuti sekitar 290 atlit dari masing- masing perwakilan dari anak Cabang maupun sekolah, “jelas Edi Suyono, S.Pd.I Pada kejuaraan tahun […]

expand_less