Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 6.874
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar satu rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, Program Pendampingan Bahasa Inggris Berstandar Internasional Pearson, serta penyelesaian Modul Pendidikan Inklusi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, di Hotel Muria, Kota Semarang.

Wakil Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. Hidayatun, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai penguatan strategis bagi satuan pendidikan Ma’arif. Menurut dia, pelatihan ini bertujuan memperkuat implementasi PM KBC, menuntaskan modul pendidikan inklusi, sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris berstandar internasional.

“Pendidikan inklusi kini telah menjadi arus utama (mainstreaming) di lingkungan LP Ma’arif. Karena itu, modul inklusi harus segera dituntaskan agar dapat diimplementasikan secara seragam. Sementara pendampingan Bahasa Inggris Pearson kami harapkan mampu mendorong sekolah-sekolah Ma’arif memiliki kompetensi Bahasa Inggris dengan standar internasional,” ujar Hidayatun.

Ia menambahkan, penguasaan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan yang tak terelakkan, mengingat berbagai sektor pendidikan menengah hingga peluang beasiswa saat ini banyak mensyaratkan kemampuan Bahasa Inggris yang memadai.

Sementara itu, Dr. Ghufron Hamzah, S.Th.I., M.S.I, dalam paparannya, menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta sejatinya memiliki akar kuat dalam pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, sebagaimana tertuang dalam Qanun Asasi. Nilai cinta tersebut, menurut dia, menjadi fondasi penting dalam membangun iklim pendidikan yang humanis dan transformatif.

“Dalam konteks kurikulum, kita sebenarnya sudah lama mempersiapkan kewajiban penguatan Bahasa Inggris, bahkan sejak jenjang sekolah dasar. Peningkatan kapasitas guru, termasuk melalui program penguatan di Pare, menjadi bagian dari ikhtiar tersebut,” kata Gufron.

Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis cinta diharapkan mampu mengubah sikap resistif terhadap pembaruan menjadi semangat untuk belajar dan beradaptasi. “Dari yang semula alergi, menjadi cinta. Harapannya, forum ini melahirkan pendidik yang mampu menghasilkan peserta didik yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan terpadu ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri atas guru dan pengelola satuan pendidikan Ma’arif dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Twib ‘Siap PTM’ karya Ali Munir menempati posisi trending #6 dan #8 di portal twibbon terkemuka, twibbonize.com. sementara twib PMII Kece menempati posisi trending #2 di portal yang sama PATI – Usia bukan ukuran untuk berkreasi. Banyak orang dengan usia yang tak lagi muda, namun masih bisa memproduksi beragam ide. Bahkan tidak jarang, ide-ide itupun […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pixabay Sudah menjadi kebiasaan kita kaum muslimin, setelah melakukan sholat `ied al-fithrikita melakukan mushôfahah (bersalaman).  Pertanyaan : Apakah mushôfahah tersebut sudah bisa melebur dosa-dosa kita (haq al-adamiy) tanpa harus menyebut dosa-dosanya ?   Jawaban :Mushôfahahtersebut belum bisa melebur dosa-dosa yang ada hubungannya dengan haq al-adamiy (hak-hak sesama manusia).   Referensi : & Kasyifah […]

  • Nilai Tersirat dari Film Disney . Photo by Jeremy Yap on Unsplash.

    Nilai Tersirat dari Film Disney

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun NajikahBeberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan postingan seseorang di media sosial. Hal yang ia bagikan adalah sesuatu yang saya sendiri pun tak menduganya. Sesuatu yang tak banyak orang lain mengetahuinya. Nilai positif yang ada pada beberapa film disney. Cerita disney memang sarat akan cerita imajinatif yang sangat disukai anak-anak. Bahkan bukan […]

  • Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

    Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    الحمد لله رب العالمين، الذي يُحمَد على أنه الغنيّ الحميد، إذ له مَحْمدةٌ على كل ما سواه، الغني الكامل غِناه، العالي قبل أن يخلق سَماه، على أن من حكمته خلَقَ الخلق ليعرّفهم على جلاله وجماله وكماله، على مراتبٍ روحية ومراتبٍ عقلية بعموميةٍ وخصوصيةٍ أزلية. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له لا […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

expand_less