Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Urgensi Dokumentasi Dalam Mengungkap Fakta Sejarah

Urgensi Dokumentasi Dalam Mengungkap Fakta Sejarah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 189
  • comment 0 komentar

oleh: Isyrokh Fuaidi

pcnupati.or.id – Pengetahuan tentang sejarah tokoh atau peristiwa, meski sebagian mengalami distorsi dan kesalahan dalam pengungkapan yang dihadirkan kepada masyarakat, tetap bermanfaat dan dibutuhkan untuk menjadi pintu masuk memahami perjalanan peradaban manusia dan berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas suatu masyarakat. Sayangnya di Indonesia, tidak semua informasi penting yang menjadi bagian sejarah telah terdokumentasi secara rapi dalam sebuah peninggalan yang mudah diakses seperti dokumen tertulis atau catatan buku dan manuskrip. Tidak sedikit peristiwa atau cerita sejarah yang diperoleh masyarakat hanya diperoleh dari cerita tutur yang berkembang di tengah masyarakat, baik dari seseorang tokoh masyarakat yang dipandang otoritatif, atau cerita tutur masyarakat setempat.

Diseminasi informasi kesejarahan seperti ini tentu berdampak serius pada banyak hal, tidak hanya pada lemahnya aspek historis yang mampu terkuak sehingga menjadi cerita sejarah yang ahistoris, tetapi berdampak buruk pada perkembangan sikap dan perilaku masyarakat yang disebabkan oleh kesalahpahaman sejarah yang diterima.

Apalagi suatu sejarah berkaitan erat dengan kepentingan sosial-ekonomi masyarakat seperti adanya situs-situs atau entitas yang dapat menarik keuntungan secara finansial. Dengan pengetahuan sejarah yang benar akan mendorong adanya kesadaran sejarah yang benar pula, yaitu sejarah tidak hanya bersinggungan dengan pengetahuan tentang fakta, nilai budaya dan local wisdom yang berlaku di suatu masyarakat, tetapi berfungsi sebagai sarana motivasi dalam pembangunan bangsa dan negara yang menginspirasi kejuangan, semangat, dan nilai-nilai yang diajarkan oleh pendahulunya. Tentu kita semua tidak ingin pandangan George Orwell (1950) menjadi kenyataan bahwa cara yang paling efektif untuk menghancurkan masyarakat adalah dengan mengingkari dan menghapuskan pemahaman mereka sendiri tentang sejarah mereka, atau Robert Heinlein (1988) dengan ungkapan “Generasi yang mengabaikan sejarah tidak memiliki masa lalu dan masa depan”.

Dalam konteks ini, salah satu fenomena sejarah yang dapat diambil pelajaran bersama yaitu berkaitan isu nasab Ba’alwi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir (2022-2025) masih sengit diperdebatkan. Nasab Ba’alwi atau Bani Alawi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW yang sudah lama diterima dan tidak dipersoalkan oleh banyak tokoh Muslim Indonesia tiba-tiba ditentang secara terang-terangan oleh sebagian masyarakat khususnya diwakili oleh seorang Kyai bernama Imaduddin Utsman al-Bantani dari Tangerang Banten. Imaduddin secara eksplisit menolak ketersambungan nasab Bani Alawi kepada Rasulullah yang didasarkan pada kajian sejarah berkaitan dengan ilmu nasab. Pada akhirnya, polemik nasab Bani Alawi tidak dapat dielakkan dan acap terjadi konfrontasi dari masing-masing simpatisannya, dan bahkan diikuti oleh beberapa tokoh agama dan artis nasional yang semuanya tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Terlepas dari benar-salahnya argumentasi yang dibangun oleh masing-masing pihak, ‘dokumentasi’ isu sejarah menjadi kunci utama kontroversi isu nasab Ba’alwi di Indonesia, baik dari bukti tertulis seperti buku sejarah, kitab, maupun bukti peninggalan sejarah yang lain, semua memiliki peran penting dalam menyusun narasi sejarah yang lebih akademik dan otoritatif. Narasi akademik-historis yang dibangun tersebut juga harus berhadapan dengan narasi-narasi sejarah bangsa Indonesia yang memiliki bukti-bukti sejarahnya sendiri. Maka tidak mengherankan jika kelompok kontra Habaib bani Alawi mempertanyakan kontribusi mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dibandingkan dengan kontribusi para pejuang pribumi dan Walisongo dalam menyebarkan Islam. Jadi, semakin narasi sejarah mampu dibangun berdasarkan bukti-bukti empiris dan faktual, maka semakin valid argumentasi yang disampaikan, dan masyarakat pun akan memberikan penerimaan sejarah yang lebih bijak karena melihatnya sebagai fakta sejarah. Sebaliknya, narasi sejarah yang hanya dibangun di atas tutur kata para tokoh atau komunikasi verbal yang setelah diverifikasi dengan bukti sejarah lain ternyata memiliki kontradiksi, maka dapat dipastikan akan mengalami sanggahan dan resistensi. Hal ini dapat dibaca dari artikel Muhammad Ali Rahman di website NU Online edisi 02/02/2017 berjudul Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi. Di sana, Ali Rahman jelas menyanggah dan memberikan analisis kritis terhadap kisah sejarah yang disampaikan secara verbal oleh Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan terkait sejarah berdirinya NU di Indonesia.

Dari diskursus nasab dan fenomena resistensi Bani Alawi di Indonesia, terdapat potensi polemik yang sama bagi masyarakat Pati Jawa Tengah yang terkait erat dengan tokoh sufi penyebar Islam bernama Syekh Mutamakkin Kajen. Polemik ini terutama terlihat dalam narasi sejarah yang disampaikan dalam Serat Cebolek hasil dokumentasi Keraton dan menjadi subjek kritik serta melahirkan narasi tandingan melalui teks Kajen dan tradisi lisan masyarakat setempat. Beruntungnya, beberapa karya akademis dan penelitian telah semakin banyak muncul untuk menambah wawasan kesejarahan terkait Syekh Mutamakkin Kajen seperti buku karya Zainul Milal Bizawie berjudul: Syekh Mutamakkin: perlawanan kultural agama rakyat (2012), penelitian Islah Gusmian berjudul: Pemikiran Tasawuf Syekh Ahmad Mutamakkin: Kajian Hermeneutik atas Naskah ‘Arsy Al-Muwahhidin (2013), penelitian Dr Muhammad Yunus Masruhin berjudul: Produksi Ruang Sakral dan Kesalehan Publik: Syeikh Mutamakkin di Masyarakat Kajen dan Sekitarnya (2023), dan masih banyak lagi karya ilmiah lain untuk menyeimbangkan narasi sejarah yang sudah ada.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Majelis Shohib Nurussalam : Kebutuhan Air Bersih Santri Wajib Diperhatikan

    Ketua Majelis Shohib Nurussalam : Kebutuhan Air Bersih Santri Wajib Diperhatikan

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KAYEN-Ponpes Al Jamal, Kayen menerima bantuan sepuluh ribu liter air bersih. Bantuan ini berasal dari majelis dzikir dan sholawat Shohib Nurussalam, Penambuhan Margorejo. Dua truk tangki yang mengirim air bersih tersebut mendarat di Ponpes yang berada di Desa Slungkep tersebut Selasa (1/10) siang. Meskipun melibatkan dua lembaga, namun tidak ada penyerahan secara simbolik dalam pengiriman […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menulis Kegiatan Menyenangkan.. Photo by lilartsy on Unsplash.

    Menulis, Kegiatan mengasyikkan

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal. Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa […]

  • MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    • calendar_month Sab, 4 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kabar prestasi kembali datang dari Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati ini. Kali ini tidak tangung-tanggung dalam satu even berhasil memboyong 43 medali beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 Nopember 2021 dalam ajang Olimpiade Sains dan PAI Nasional (OSPN) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Edupreneur Global Indonesia. “Pertama tentu Alhamdulillah atas karunia Allah ini. […]

  • Safari di Malam Hari, Sholat Subuhnya Bagaimana ?.

    Safari di Malam Hari, Sholat Subuhnya Bagaimana ?.

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

     Si Amelakukan perjalanan Pati-Surabaya, perjalanan tersebut sengaja ditempuh Apada malam hari, padahal dia sudah tahu setelah sampai tujuan nanti dia tidak akan bisa melakukan sholat subuh pada waktunya karena waktunya sudah habis.  Pertanyaan :  Bagaimana  caranya Amelakukan sholat subuh pada waktu dia masih dalam perjalanan ?   Jawaban : Tafsil, ü  Apabila A bisa turun, […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

  • Peserta Ma’arif Cilacap Registrasi Pertama Kali di Porsema

    Peserta Ma’arif Cilacap Registrasi Pertama Kali di Porsema

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Cilacap datang pertama kali yaitu pukul 04.00 WIB atau sata subuh dan registrasi pertama kali dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII di Kabupaten Semarang, Kamis (9/2/2023). Ketua Panitia Porsema Cilacap Sholikin, mengatakan bahwa LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Cilacap membawa 155 peserta lomba. […]

expand_less