Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

 

Nama Abdul Wahab di Indonesia tentu banyak sekali kita temukan di berbagai daerah. Sebuah nama yang kerap dipakai baik dari kalangan priyayi, pemimpin, dan bahkan orang awam. Akan tetapi, kalau saja disebut dengan menambahi nama Kiai Wahab, maka hampir bisa dipastikan yang dimaksud adalah  KH. Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal luas semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Jika disebut Kiai Wahab, orang yang pernah bergaul dengannya maka akan mudah teringat imagesosok kiai yang bertubuh kecil, bersikap gagah, dan berwibawa. Dan ditambah kulitnya yang hitam tidak mengurangi sinar wajahnya yang menyimpan sifat kasih sayang kepada siapa pun. Beliau juga tidak memiliki sifat pemarah dan pendendam, karena tokoh besar ini lebih banyak menampakkan hidupnya dengan sencehumor di hadapan siapa pun. 

Oleh karena itu, orang yang dekat dengannya tidak merasa jemu dan bosan saat berdialog, justru bagi sebagian orang semua kata-kata yang dilontarkan oleh Kiai Wahab bermakna baru dan mengandung nilai-nilai kebenaran dan penuh makna. Sehingga di mata masyarakat beliau merupakan tokoh penuntun umat dan bangsa.

Selain itu, Kiai Wahab adalah salah satu pendiri organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia. Bersama dengan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Bisri Syansuri Nahdlatul Ulama (NU) berdiri. Dari ide pertama beliaulah, NU hingga kini terus melebarkan sayapnya hingga ke penjuru dunia.

Kiai Wahab juga terkenal sebagai seorang pemimpin pergerakan dan organisitoris. Secara aktif, beliau membangun semangat masyarakat untuk aktif bergerak dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kekangan kolonialisme. Bersama-sama dengan tokoh bangsa seangkatnya, beliau ikut merintis pergerakan kemerdekaan rakyat Indonesia.

Seperempat abad sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan, beliau telah mengambil peranan penting dalam menyusun pergerakan kemerdekaan serta memperjuangkannya melalui sumbangan pemikiran, tenaga, harta, ilmu dan bahkan keselamatan jiwanya dia pertaruhkan. Demi memukul mundur kolonial Belanda hingga Jepang di pangkuan ibu pertiwi kita.

 Kiai Wahab dikenal sebagai pemimpin pasukan-pasukan pejuang di masa penjajahan dan saat-saat usaha merebut kemerdekaan mulai berkorban. Beliau adalah seorang pemimpin besar perjuangan dengan memimpin “Barisan Ulama Mujahidin” di medan perang. Dengan didampingi oleh KH. Masykur, sebagai ketua markas tertinggi “Sabilillah”, Kiai Wahab bahu membahu dengan para pemimpin serta para pejuang lainnya, memimpin pasukannya untuk memerangi serangan dari musuhnya.  

Sebagai suatu bangsa yang besar dan mempunyai cita-cita yang tinggi. Beliau memilih iman, Islam, dan ihsan sebagai landasan pembinaan karakter bangsa untuk berkhitmad kepada cita-cita bangsa, yang dalam ajaran Islam, hal ini dibenarkan dan dianjurkan.

Dikorbarkannya semangat juang yang pantang menyerah dan ditanamkannya keinsyafan masyarakat untuk mau berkorban demi kepentingan orang banyak dan masyarakat secara menyeluruh. Itu semua dilakukannya tidak lain adalah untuk kemerdekaan NKRI dan demi cita-cita bangsa yang besar.

Selain itu, pernah suatu ketika para kiai di berbagai penjuru daerah, termasuk Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari , ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang, Kiai Wahab-lah yang maju menentang untuk mempertaruhkan nyawa dan melakukan diplomasi dengan penjajah, hingga sebagian besar kiai dibebaskan. Dan ketika terjadi ketegangan dan pemberontakan PKI, melalui NU dan bersama-sama kiai lain, dengan kecerdasan luar biasa, Kiai Wahab-lah yang mampu mengimbangi propaganda dan siasat licik kaum komunis itu.

Oleh karena itu, berkat sumbangsihnya terhadap bangsa dan perannya sebagai tokoh penggerak masyarakat, serta jasa beliau dalam melakukan diplomasi, dan menaklukan lawan-lawannya. Beliau didaulat sebagai tokoh nasionalis serta pahlawan bangsa.

Semasa hidupnya, Kiai Wahab menghabiskan waktunya hanya demi NU dan bangsa yang tercinta. Bagi Kiai Wahab, NU adalah segala-galanya. Maka tidak mengherankan, apabila beliau mengangungkan Allah dengan segenap jiwa dan raganya. Dan dari sini pula disalurkan semangat cita-cita umat dengan segala lapisannya, mulai dari pedagang, petani, buruh, pemuda, hingga semua unsur elemen masyarakat.

Sebagai seorang pemangku di pesantren, Kiai Wahab, sebagaimana dijelaskan oleh KH. Idham Chalid hendak menjadikan NU sebuah pesantren dalam format yang besar dalam arti yang seluas-luasnya. Baik digunakan untuk tempat beribadah, menuntut ilmu, bergotng-royong, dan tempat untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat dengan menyumbangkan karya-karya yang bermanfaat.

Maka, berkat dedikasi dan semangat juangnya dalam membela tanah air. Kiai Wahab menjadi sumber inspirasi bagi pengikutnya. Ia merupakan sumber ilham perjuangan Islam dan umatnya. Dan sebaliknya, bagi musuh-musuhnya, ia merupakan obyek untuk mencaci-maki dan memukul kekuatan-kekuatannya. Akan tetapi, itu semua tidak mempengaruhi jiwanya yang ikhlas dalam berjuang.

Dengan demikian,  haruslah dicatat dalam sejarah dan ditanamkan dalam benak masyarakat atas jasa-jasa  Kiai Wahab di negeri ini, agar generasi yang dibina oleh beliau dapat mengambil teladan serta bercita-cita untuk meneruskan perjuangannya, sebagai tanda terimakasih atas jasa-jasa yang tidak terkirakan terhadap bangsa dan negara. (Siswanto, Perintis Taman Baca ABATA Trikoyo)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi, Dari Membaca ke Karya - PCNU PATI. Photo by Min An on Pexels

    Dari Membaca Ke Karya

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya […]

  • MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

    MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.245
    • 0Komentar

    PATI — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-35, MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026, pada Rabu (29/7/2026). Seminar tersebut mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.” ​Kegiatan ini diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari 48 sekolah […]

  • PCNU-PATI

    Islam Kemodernan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Banyak sekali tokoh-tokoh agama kita yang sangat alergi dengan modernisasi karena dipelopori oleh orang-orang Barat. Cak Nur, dalam buku tersebut, membedakan kemodrenan dengan budaya yang datang dari Barat (Westenisasi). Baginya, kemodernan itu sesuatu yang harus diterima karena dia tidak bertentangan dengan Islam. Kemodernan adalah suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, di mana apabila kemajuan ini […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Sering saya lihat masjid digunakan sebagai tempat kegiatan – kegiatan ibadah seperti mauludan, isrro’ mi’roj dan sebagainya, dan biasanya setelah acara selesai orang – orang pada makan bersama di dalam masjid, apa itu tidak apa – apa (makan kok di dalam masjid) ? Wa’alaikum  salam Wr Wb. Masjid merupakan salah satu tempat […]

  • PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu bersama JRA Jolosutro Kabupaten Pati menggelar Ruqyah Massal pada Minggu (26/1/2020) di Pendopo Kecamatan Tlogowungu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWC NU bersama Banom, Praktisi JRA dan forkopimcam Tlogowungu. “Kami melaksanaan ruqyah masal ini dalam rangka mendakwahkan Al-Qur’an sebagai obat yang utama dari segala penyakit baik medis maupun non medis.” […]

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

expand_less