Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
  • visibility 19.122
  • comment 0 komentar

SEMARANG, 1 September 2026 — Transformasi digital di lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah memasuki babak baru. Hampir 9.000 peserta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) secara serentak mengikuti uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah.

Uji coba dalam skala besar tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana infrastruktur digital pendidikan NU mampu menangani ribuan pengguna dalam waktu bersamaan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Aplikasi CBT dapat digunakan secara serentak oleh hampir 9.000 peserta dan tidak ditemukan permasalahan signifikan, baik dari sisi aplikasi maupun performa server.

Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa digitalisasi pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah mulai bergerak dari sekadar gagasan menuju implementasi teknologi yang konkret dan terukur.

Yang menarik, aplikasi CBT tersebut dibangun oleh kader NU Jawa Tengah sendiri. Artinya, pengembangan teknologi tidak sepenuhnya bergantung pada pihak eksternal. Kader muda NU mulai mengambil peran sebagai pengembang sekaligus penggerak inovasi digital di lingkungan pendidikan Ma’arif.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fahrudin Karmani, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan bagian penting dari kaderisasi generasi muda NU.

«“LP Ma’arif Jawa Tengah berkomitmen membangun dan membentuk kader muda NU yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kita ingin potensi mereka terus digali dan dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan,” ujar Fahrudin.»

Bukan Sekadar Aplikasi Ujian

Menurut Fahrudin, keberhasilan uji coba CBT OSKANU tidak boleh berhenti pada kemampuan menjalankan ujian secara digital.

Lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk membangun ekosistem digital pendidikan NU yang lebih besar.

LP Ma’arif Jawa Tengah memiliki jaringan satuan pendidikan yang sangat luas dengan jumlah peserta didik mencapai ratusan ribu. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan data yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, aman, terintegrasi, dan mampu digunakan untuk membaca kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif.

Karena itu, kemampuan kader NU dalam membangun aplikasi dapat dikembangkan lebih jauh menjadi sistem informasi dan database pendidikan Jawa Tengah.

Database tersebut nantinya berpotensi memuat data sekolah dan madrasah, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai informasi pendidikan lainnya.

“Kalau hari ini kita mampu menguji sistem dengan hampir 9.000 peserta secara bersamaan, ke depan kemampuan ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan yang jauh lebih besar. Kita memiliki potensi data pendidikan yang sangat besar dan harus dikelola dengan teknologi yang tepat,” ungkapnya.

Infrastruktur Siap Menopang Ribuan Pengguna

Keberhasilan uji coba CBT juga tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur teknologi. LP Ma’arif NU Jawa Tengah telah menyiapkan server dengan spesifikasi dan kapasitas yang memadai untuk menopang aplikasi yang diakses ribuan peserta secara bersamaan.

Pengujian tersebut menjadi penting karena sistem ujian digital dengan jumlah pengguna besar membutuhkan kemampuan server dalam menangani beban akses, distribusi data, proses autentikasi peserta, hingga penyimpanan hasil ujian.

Tidak adanya gangguan signifikan dalam uji coba menunjukkan bahwa aspek infrastruktur dan aplikasi telah dipersiapkan secara serius.

Bagi LP Ma’arif NU Jawa Tengah, teknologi tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap administrasi pendidikan. Teknologi mulai diarahkan menjadi infrastruktur strategis untuk meningkatkan mutu, efisiensi, transparansi, dan akurasi pengelolaan pendidikan.

Dari Kaderisasi Menuju Kemandirian Teknologi

Pengembangan CBT oleh kader NU Jawa Tengah juga membawa pesan lain: kaderisasi NU tidak hanya berbicara mengenai penguatan nilai, kepemimpinan, dan tradisi keilmuan, tetapi juga tentang kemampuan menghadapi perubahan teknologi.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, big data, dan digitalisasi pendidikan, organisasi pendidikan membutuhkan generasi yang mampu memahami sekaligus menciptakan teknologi.

OSKANU menjadi salah satu ruang aktualisasi bagi kader-kader tersebut.

Jika dikembangkan secara konsisten, kemampuan membangun aplikasi CBT dapat menjadi pintu masuk menuju kemandirian teknologi pendidikan NU.

Dari sistem ujian, dapat berkembang menjadi sistem database sekolah. Dari database sekolah, dapat dikembangkan menjadi dashboard pendidikan. Selanjutnya, data tersebut dapat menjadi instrumen untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan demikian, uji coba hampir 9.000 siswa bukan hanya agenda teknis menjelang pelaksanaan OSKANU. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi eksperimen nyata transformasi digital pendidikan NU Jawa Tengah dalam skala besar.

LP Ma’arif NU Jawa Tengah pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi kader muda yang memiliki kemampuan teknologi agar dapat berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari ruang ujian digital, NU Jawa Tengah sedang menguji sesuatu yang jauh lebih besar: kemampuan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan data secara mandiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPBI NU salurkan Air Bersih

    LPBI NU salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama menyalurkan Bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan, meliputi kecamatan, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Pucakwangi. Imam Rifa’i mengemukakan meskipun bantuan air bersih ini belum mencakup keseluruhan akan tetapi sedikit banyak sudah berusaha membantu, kami dari Pengurus LPBI NU akan berusaha semaksimal mungkin agar warga Nahdliyin […]

  • Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah kalau ada orang meninggal biasanya dimandikan di sebelah rumah, kadang juga di halaman dengan diberi satir (penghalang). Biasanya sebagian dari pelayat berkerumun di dekat lokasi tersebut guna melihat si mayyit yang sedang dimandikan. Kata mereka, “Disamping hal tersebut termasuk suatu penghormatan kepada mayyit, itu juga akan mengingatkan kita kepada kematian”. […]

  • PCNU-PATI

    MI Al Ma’arif Parakan Kauman ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PARAKAN-MI Al Ma’arif Parakan Kauman mewisuda 38  siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30  dan juz 29. Dari 38 siswa tersebut 35 siswa diantaranya telah menyelesaikan hafalan juz 30 dan 3 siswa  sdh menyelesaikan hafalan juz 29- 30. Sebelum diwisuda siswa- siswa tersebut telah mengikuti uji publik tahfidz  oleh JQH NU  Kab. Temanggung dan dinyatakan […]

  • Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Ustadz Hanan Attaki menyatakan resmi menjadi warga NU di bawah baiat Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar. Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut berlangsung pada Kamis (11/5) di Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Proses baiat ini disaksikan ribuan santri Sabilurrosyad dan juga beberapa kiai yang hadir, seperti Gus Nadirsyah Hosen dan KH. Anwar Zahid. […]

  • Purworejo Matangkan Persiapan MAPSI XXVII Jateng 2026

    Purworejo Matangkan Persiapan MAPSI XXVII Jateng 2026

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.094
    • 0Komentar

    PURWOREJO — Kabupaten Purworejo bersiap menjadi tuan rumah Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) XXVII Provinsi Jawa Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026. Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Rabu (30/9/2026). MAPSI Jateng 2026 akan mempertemukan ribuan peserta dari […]

  • PCNU- PATI

    Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    WINONG – Cerita haji dari ketua PCNU Pati belum usai. Bahkan untuk menceritakan seputar pelayanan pemerintah, KH. Yusuf Hasyim memaparkannya selama hampir dua jam.  Banyak servis pemerintah yang sangat memuaskan, mulai dari kesehatan, makanan dan bahkan tempat menginap.  Pelayanan lain yang juga sangat membekas adalah servis lapangan. Menurutnya, disepanjang jalan, ada petugas PPIH yang memberikan […]

expand_less