Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 12 Des 2021
  • visibility 467
  • comment 0 komentar
Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka

GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’. 

Sederet tokoh agama dan pemerintah turut menjadi saksi prosesi sakral pelantikan Munfarichah CS tersebu. Dalam kesempatan ini, Asmonah, Ketua PC Fatayat NU Pati turun tangan sendiri untuk melantik para punggawa pemudi NU Gembong itu.

Dalam sambutannya, Asmonah berharap akan adanya penyegaran pada tubuh PAC Fatayat NU Gembong. Menurutnya, pengurus baru juga harus memiliki semangat baru untuk mewujudkan program-program kerja yang segar pula. 

Hal ini disampaikan wanita asal Winong tersebut dalam rangka menyambut semangat baru Munfarichah CS, Ketua PAC Fatayat NU Gembong, yang sebelumnya ngotot untuk menjalin kerjasama dengan dengan seluruh Ranting Fatayat NU.

“Untuk keluar, kita juga harus menggandeng saudara tua kita, Muslimat NU. Intinya, kita harus mampu berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita Fatayat NU Gembong,” tandasnya. 

Sementara itu, MWC NU Gembong menyambut hangat kekuatan baru ini. K. Sholikhin, ketu MWC NU Gembong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fatayat harus sadar politik. Bukan politik kekuasaan, namun lebih pada politik kebangsaan. 

“Kita lihat, jika orang-orang NU yang menjabat di pemerintahan, semua Ormas bahkan semua agama aman. Tidak ada yang dikebiri kecuali yang menentang NKRI. Ini menunjukkan bahwa NU-lah cerminan islam rahmatan lil alamin. Oleh sebab itu, Fatayat, pemudi harus melek politik  jangan antipati. Tapi ingat, politiknya harus politik kebangsaan,” terang K. Sholikhin. 

Acara yang berlangsung hingga Minggu siang tersebut ditutup dengan mauidloh hasanah oleh KH. Imam Shofwan. Untuk memperkokoh kekuatan Fatayat, kiai yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Pati ini menekankan tiga hal untuk para pengurus Fatayat NU Gembong. 

“Ingat-ingat tiga hal, Fatayat harus bener, pinter dan kober,” tandasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haul KH. Hadlrawi Akan Hadirkan Habib Bidin Pekalongan

    Haul KH. Hadlrawi Akan Hadirkan Habib Bidin Pekalongan

    • calendar_month Jum, 30 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Kamis (29/8) siang, ratusan warga bersuyun-duyun memadati komplek Yayasan Thoriqul Ulum, Wedarijaksa. Beberapa pedagang kaki lima juga tampak menggelar lapaknya di sekitaran area tersebut. Hari itu merupakan pembukaan Haul ke-42 KH. Hadlrowi dan peringatan HUT Yayasan yang ke-54. Beberapa anggota Banser Satkoryon Wedarijaksa sedang bersiap memgawal karnaval dalam rangka Haul ke-42 KH. Hadlrawi dan peringatan […]

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, digelar […]

  • PCNU-PATI

    Dasar Pemikiran Filsafat Islam

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Buku ini mengajak pembaca ke alam kehidupan intelektual sepanjang abad, terutama jejak-jejak monumental pe-mikiran (filsafat) Islam. Buku ini menggali akar sejarah dan pergolakan pemikiran kaum Muslimin berkaitan dengan warisan sejarah pra-Islam dan pergolakan internalnya, dari soal filsafat hingga sufisme. Dibagai dalam lima bab: I. Hakikat dan Nilai Filsafat Islam, II. Permulaan Filsafat Muslim: (1) Pemikiran […]

  • PCNU - PATI

    Fihi Ma Fihi

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Buku ini berisi 71 pasal, hasil terjemahan dari buku aslinya dalam bahasa arab yang berjudul “Kitab Fihi Ma Fihi”. Membaca buku ini membuat kita berfikir dengan jalan fikiran Rumi, yang Indah namun dalam untuk diselami. Rumi mengantar kita pada kebijaksanaan dengan melihat segala sesuatu mulai dari sebabnya, bukan dari apa yang ditimbulkan oleh sebab itu […]

  • GP Ansor Pati Dukung Muktamar Digelar Tahun Ini

    GP Ansor Pati Dukung Muktamar Digelar Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 26 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

       Itqonul Hakim, ketua GP Ansor Kabupaten Pati PATI – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati Itqonul Hakim menyatakan mendukung penuh jika Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 digelar tahun ini. Ia menyebut forum tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tertunda satu tahun kini telah memungkinkan digelar mengingat pandemi Covid-19 cukup berhasil […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jangan Bandingkan Anak

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Apakah kalian pernah merasa dibandingkan dengan saudara sendiri atau anak tetangga? Bagaimana rasanya? Tak perlu dijawab. Cukup kalian simpan rasa itu. Sebab saya juga merasakannya kok. Dibanding-bandingkan dengan pencapaian saudara dan anak tetangga yang bisa itu dan ini, sedangkan kita masih begini-begini saja. Orang tua bahkan paman dan bibi kita, melakukan […]

expand_less