Iklan
Berita

Ini Cara GP Ansor Lahar Ramaikan Hari Santri

 

Ruang ‘studio’ talk show yang diselenggarakan oleh PR GP Ansor Desa Lahar, Tlogowungu

PATI – Pengurus Ranting Ansor Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati,  gelar Talk Show bertema “Reorientasi SDM Unggul untuk Mencegah Lost Generation”, Sabtu, (23/1) malam. Kegiatan yang dilakukan secara virtual melalui google meet ini diadakan dalam rangka memperiangati Hari Santri Nasional 2021.

Iklan

Pada kesempatan itu, Ansor Lahar mengundang dua narasumber. Di antaranya, Muh Zen ADV yang merupakan Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng. Sementara narasumber kedua ialah Mohammad Ali, dia merupakan ketua Yayasan As-Salafiyah Lahar.

Mohammad Ali dalam talk show menyampaikan, jika suatu bangsa kehilangan generasi, maka keberadaan negara akan terganggu. Dengan itu, penguatan Sumber Daya Insani yang unggul harus dimaksimalkan.

“Apalagi dalam kondisi Pandemi seperti saat ini. Agar generasi tidak terputus, maka kita harus berikhtiar supaya bisa melewati keadaan ini. Sebab, banyak anak yang putus sekolah, banyak juga anak yang tidak maksimal dalam pembelajaran secara daring. Padahal mereka butuh transfer karakter secara langsung dari guru, bukan hanya transfer ilmu dan keterampilan,” ungkap dia.

Mohammad Ali menyebut, banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi hilangnya generasi. Yakni melalui pilar SDM unggul.

“Seperti faktor keluarga, masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan tegaknya supremasi hukum. Pilar-pilar ini akan menentukan sejauh mana generasi emas akan tercetak,” ungkap dia.

Ia juga menjelaskan, bahwa terdapat banyak cara untuk menciptakan sebuah generasi yang unggul. Seperti mematangkan spiritual, kesehatan, keterampilan, dan pengutan karakter.

Salah satu pemateri, Muh Zen, Adv., sedang memaparkan materi melalui jejaring zoom meeting

“Selain itu juga mimpi. Kita tawarkan mimpi kepada mereka, agar mereka terus bergerak mencari jati diri masing-masing. Pada generasi ini juga harus kita tanamkan kriteria teknis. Seperti keuletan, ketekukan, inovatif, jujur, dan berdedikasi tinggi,” sebut dia.

Sementara itu Muh Zen menjelaskan bahwa terdapat banyak anak yang tidak konsentrasi ketika belajar secara daring. Bahkan, kebanyakan akan justru mempergunakan hand phone untuk bermain game. Dia juga menjelaskan terkait data dan persentase.

“Padahal jika pembelajaran berlangsung secara normal dengan tatap muka, justru anak-anak akan terkontrol kesehatannya,” kata dia.

Terkait generasi unggul, lanjut Muh Zen, salah satunya juga tercetak dari pesantren. Maka dari itu, keberadaan dari Pondok Pesantren mestinya menjadi perhatian dari pemerintah.

“Seperti perda pesantren, kita selalu perjuangkan. Kami yang di provinsi selalu menyuarakan hal itu. Saya kecewa karena banyak anggota dewan yang tidak sepakat dengan perda tersebut. Padahal pesantren punya andil besar di negeri ini,” jelas Muh Zen.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengajak agar para santri turut mengawal dan bersuara terkait perda pesantren. “Jangan hanya kalau hari santri cuma pasang banner dan membuat ucapan. Kita perlu bergerak bersama agar perda pesantren ini benar-benar berjalan,” tandas dia.(angga/ltn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button