Iklan
Berita

Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (tengah) melaunching mobil layanan ummat MWC NU Margoyoso

MARGOYOSO – Beragam cara dijalankan oleh warga NU dalam memperingati hati santri tahun ini. Salah satunya yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso. 

Iklan

K. Samuin Wage, ketua MWC NU Margoyoso menegaskan bahwa pihaknya disibukkan dengan beragam kegiatan dalam peringatan hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW. tahun ini. 

“Ada beberapa kegiatan yang kami laksanakan untuk memperingati bulan kelahiran nabi dan bula santri ini,” tuturnya. 

Setiaknya ada lima agend besar yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso dalam momen maulid dan hari santri 2021 yang dimulai sejak Rabu (20/10). Diantaranya, khotmil qur’an oleh semua Pengurus MWC dan Banom dan pelantikan 14 Pengurus Ranting dari 22 ranting yang ada.

Selain itu, MWC NU Margoyoso juga meluncurkan mobil layanam ummat yang nantinya akan dipergunakan sebagai kendaraan multifungsi. 

“Namanya layanan ummat, tentu tugasnya melayani ummat,” lanjut K. Samuin. 

Acara yang diakhiri dengan donor darah dan khitan massal tersebut berlangsung kondusif, meriah dan tentunya tetap menaati protokol kesehatan. 

Bahkan beberapa tokoh yang hadir, seperti K. Yisif Hasyim (Ketua PCNU Pati), KH. Ahmad Suhailiy dan KH. Ahmad Haris (jajaran Syuriyah) terbawa atmospher semangat dalam kegiatan tersebut. 

K. Suhaily, sebagai Ro’is Syuriyah NU Margoyoso memberikan wejangan kepada para hadirin, khususnya para pengurus NU dan Banom serta warga NU secara unum untuk tetap giat menggerakkan organisasi peninggalan para ulama Nusantara tersebut. Menurutnya, pengurus NU yang diakui santri oleh Jadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari bukan hanya yang ber-SK, namun siapapun yang mau berjuang total untuk NU. 

“Pengurus yang diakui santrinya Mbah Hasyim adalah bukan sekadar yang duduk manis jadi pengurus. Namun siapapun yang mau menguris NU secara totalitas,” ungkap K. Suhailiy. 

Selain itu, Ketua Cabang NU Pati, K. Yusuf Hasyim yang juga melaunching mobil layanan ummat berpesan kepada para pengurus MWC untuk senantiasa memperhatikan jama’ah (ummat) dan jam’iyyah (organisasi NU). Keduanya, lanjut pria asal Winong ini, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

“Jama’ah an Nahdliyyah harus digerakkan dan di kelola lewat jam’iyyah agar berdaya guna dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” pungkasnya.(lut/ltn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button