Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.017
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan. “Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Maulid Nabi, Pramuka Mathaliul Falah Kajen Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, kembali melaksanakan kegiatan pramuka setelah sempat terhenti selama dua tahun sejak pandemi. Kegiatan kepramukaan itu dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada Kamis (06/10/2022) di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan itu diikuti 1.633 peserta yang terdiri […]

  • Ma'arif Jateng Kukuhkan LP. Ma'arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    Ma’arif Jateng Kukuhkan LP. Ma’arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Demak menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) di Kusma Hotel Kab. Semarang pada 16-17 September 2023. Dalam acara ini, ada beberapa acara seperti penguatan Aswaja lembaga, Bimtek Aset, Sidang Pleno dan pengukuhan. Pengukuhan LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Demak Periode tahun 2023-2028 yang terdiri dari 47 pengurus […]

  • Doa Bersama Sebelum Belajar

    Doa Bersama Sebelum Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Ibtidaiyah Khoiriyah Sitiluhur yang beralamat di Jln. Raya Pati – Gunung Rowo Km.14 Sitiluhur Gembong Pati, setiap kali akan melakukan kegiatan belajar mengajar, setiap murid dan guru-guru dianjurkan untuk doa bersama, membaca shalawat, asma’ul Husna.             “Kami selaku guru akan memberikan sulitauladan yang baik, untuk anak didik kami, terutama dalam menuntut ilmu, maka […]

  • Rangkaian Al-Khidmatul Khamsah, INISNU Kunjungi Chariyatham Suksa Foundation School Thailand

    Rangkaian Al-Khidmatul Khamsah, INISNU Kunjungi Chariyatham Suksa Foundation School Thailand

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 717
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Thailand – Dalam rangkaian kegiatan Pancadharma Internasional, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan serangkaian program meliputi riset, pengabdian kepada masyarakat, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), serta studi tiru di Chariyatham Suksa Foundation School, Thailand, pada Jumat (29/8/2025). Ketua Panitia Pancadharma Internasional INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa […]

  • Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Temanggung – Dalam rangka pengiriman peserta pada Jambore Pemuda Jawa Tengah Tahun 2023 dengan tema “Semangat Muda Dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya dan Keunggulan Daerah” yang akan dilaksanakan di Kota Surakarta pada tanggal 18 sampai 21 September 2023 mendatang, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung mengadakan rapat koordinasi dewan juri dalam rangkaian seleksi […]

expand_less