Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Rakyat

Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Des 2022
  • visibility 417
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Beberapa hari ini saya membaca berbagai postingan terkait matinya televisi analog. Hiburan sederhana untuk rakyat pun telah tiada, bergantikan dengan hiburan yang berbayar. Televisi analog telah tiada, tepatnya di tiadakan. Rakyat di paksa untuk berubah ke televisi digital, yang mana alat dan prasarananya belum mencukupi di pasaran. Kalau teman saya mengatakan.

“Wis di kon tuku, tapi barange ora eneng, pemerintah kayaknya suka bercanda deh”

Saya hanya senyum kecil tapi pahit ketika mendengarkan celotehan teman saya tersebut. Di satu sisi saat rakyat sibuk mencari alat yang membantu untuk melihat televisi yaitu hiburan termurah harus di jual belikan. Saat saya menulis ini ada iklan yang sengaja lewat di beranda media sosial saya, kurang lebihnya seperti ini;

STB Set Top Box TV Digital Ready hari ini, langsung kerumah saja ya. Dibantu SETTING DITEMPAT, Matrix Apple HD Merah 395rb, Matrix hijau burger 355rb, Matrix Kuning 320 rb, 10 pcs x310rb (koli 295rbx40), Matrix biru garuda 340rb, Venus 310 rb, Super HD hijau 275 rb (260rbx40), Luby 02 310rb, Luby 01 350rb, Sanex 350, Sogo 325rb, Welhome 325rb, Noise 325 rb, Finito 325, Rinrey 325, Semua produk elektronik tidak ada garansi toko, Hanya garansi Distributor yang tertera di kartu garansi masing-masing produk, Langsung datang saja barang terbatas. Tidak menerima dp dp.

Ketika saya membaca iklan tersebut saya tertawa kecil, ternyata pemerintah telah berbisnis dengan rakyatnya. Dengan dimatikannya panggung hiburan dan membuat panggung hiburan lagi yaitu tentang RUKHP ada yang menolak atau pun yang pro. Sedangkan saya sendiri di pro atau kontra saya sendiri tak memahami. Karena semua itu tentang untung dan rugi. Jadi saya tak dapat mengomentari.

Selepas dari itu semua, baik RUKHP atau televisi analog yang telah mati. Hiburan termurah rakyat telah tiada, lantas rakyat sebagai penopang berdirinya sebuah negara mendapatkan hiburan yang bagaimana lagi? Saya dan Anda mari bersama sama untuk merenungkan atau sekadar membayangkan seharusnya bagaimana dan berbuat apa?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 1.584
    • 0Komentar

    Warta Fatayat. Pengurus Cabang Fatayat NU Kab. Pati pada hari ini (Sabtu, 21 Maret 2015) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bertempat di Aula PCNU Kab. Pati. Latihan Kader Lanjutan yang diikuti oleh kader-kader pilihan sebanyak 100 kader utusan dari 20 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kab. Pati kali ini mengambil tema :”Bersama Fatayat NU […]

  • Rakerdin Zona 9 di Rembang, Ini Pesan Fakhrudin Karmani

    Rakerdin Zona 9 di Rembang, Ini Pesan Fakhrudin Karmani

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Rembang – Bertempat di Gedung Haji Kabupaten Rembang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 9 yang terdiri atas LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pati, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Blora, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Rembang, dan LP. […]

  • Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 658
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Konferensi MWC NU Kecamatan Tayu yang berlangsung di MTs Miftahul Huda, Jumat (27/12) kemarin diwarnai dengan aksi tarik ulur kesanggupan. Hal ini lantaran Kiai Ahmad Sarwo, petahana Ketua MWC NU Tayu 2019-2024 yang merasa sudah saatnya undur dari jabatannya itu, terpilih kembali via jalur aklamasi. Sebelumnya, dalam konferensi bertajuk ‘Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah untuk Ummat’ […]

  • PCNU-PATI

    NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada […]

  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA* Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung […]

  • Gotong-royong Bersih-Bersih Pascabanjir di MIN 2 Pati

    Gotong-royong Bersih-Bersih Pascabanjir di MIN 2 Pati

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.736
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pascabanjir yang menggenangi lingkungan madrasah untuk ketiga kalinya, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pati menggelar kegiatan kerja bakti bersama pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan dan pembersihan lingkungan madrasah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. Kerja bakti tersebut melibatkan dewan guru, Babinsa Koramil Dukuhseti, Bhabinkamtibmas Polsek Dukuhseti, […]

expand_less