Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
  • visibility 554
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu yang dibahas tak ada yang disembunyikan, saya bisa tertawa terbahak-bahak, leluasa mengingau apa saja. bahkan membahas kesejahteraan rakyat meski tak sesuai dengan kapasitasnya.

Kami bertemu berempat di tempat yang nyaman, sekaligus banyak keramaian. Sebab ini bulan ramdhan tentu semua tempat makan sudah mempunyai pelanggannya masig-masing. Baik yang lesahan, restoran, sekedar warung makan serba ada sudah pasti banyak orang yang berjubel untuk mencari makan dikarenan seharian sudah menahan lapar dan dahaga.

“Kita milih tempat yang ramai dengan fasilitas lengkap ada musholanya menunya serba lengkap sekaligus yang paling penting adalah tempatnya nyaman”

“Harus itu, soalnya kita jarang ketemu tentu milih tempat yang nyaman untuk mengobrol dan lain sebagaianya. Bercerita perihal aktifitas kita sendiri-sendiri”

Tanpa kita sadari sirine yang menandakan sudah waktunya untuk berbuka puasa sudah berbunyai saling saut menyauti. Saya dan teman karib saya tersebut langsung saja mengambil air minum; sekaligus memakan ta’jil yang sudah disediakan oleh pihak restoran yang saya tempati. Selasai makan ta’jil saya lanjut berbuka dengan menu yang sudah ada. Menu spesial dengan berbagai ragam rasa dan pilihan.

Saya dan Anda tentu pernah mengalami hal yang sama, berbuka bersama dengan teman karib karena sangking asyiknya hingga meninggalkan sholat magrib. Saya pun mengalami hal yang sama; mau beranjak sholat duluan nanti dikira sok suci, atau apalah. Akan tetapi yang pasti bukan itu; melainkan iman saya saja yang masih lemah dan kumat-kumatan.

Sebenarnya perihal kisah tersebut saya mendapatkan cerita dari kebanyakan teman pun seperti itu. Banyak yang buka bersama akan tetapi tak sedikit yang meninggalkan sholat magrib. Bahkan saya ada teman saya dia tak pernah sholat wajib lima waktu akan tetapi ketika puasa dia rutin mengikuti dari mulai dari tanggal satu hingga tiga puluh. Dan itu berlebaran pula; menuju hari kemenangan katanya.

“Mas…mas biar bagaimana pun begitu orang-orang tersebut adalah mahluk Tuhan dan umatnya Nabi Muhammad”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggalakkan Tradisi Menulis di Kalangan Pesantren Pati

    Menggalakkan Tradisi Menulis di Kalangan Pesantren Pati

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Peradaban Islam adalah “peradaban buku”. Tidaklah berlebihan dengan pernyataan itu, mengingat Al-Qur’an—sebagai kitab suci—dapat disebut sebagai teks sentral dalam sejarah peradaban Islam. Hal itu bisa dibuktikan lewat sejarah. Penanda pertama ditandai dengan turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama kali, berbunyi: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan […]

  • Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di kantor PCNU Kabupaten Semarang, Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Semarang sebagai panitia menggelar kegiatan tumpengan dan doa bersama, Rabu malam (8/2/2023). Hal itu dilaksanakan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII pada 9-12 Februari 2023 besuk. Seperti diketahui, Porsema […]

  • Sholat Id Dijaga Banser, Masyarakat Apresiasi Positif

    Sholat Id Dijaga Banser, Masyarakat Apresiasi Positif

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    PATI-Hari raya idul qurban atau idul adha selalu mendatangkan kegembiraan bagi masyarakat. Prinsip saling berbagi menjadikan spirit utama setiap momen idul qurban. Beberapa anggota Banser bersiap melakukan pengawalan kegiatan sholat id di Masjid Agung Baitunnur Pati Di Masjid Agung Baitunnur Pati, pentembelihan hewan qurban dilaksanakan Minggu (11/8) pagi setelah shalat ied. Ratusan jama’ah memadati masjid […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah diterjang angin puting beliung, Sabtu (15/2/2025) sore. Akibatnya, puluhan rumah di tiga desa rusak. Tiga desa yang diterjang angin puting beliung yakni Desa Tambahmulyo, Desa Gabus dan Desa Penanggungan. Angin puting beliung itu datang sekitar pukul 15.00 WIB. Desa yang mengalami kerusakan terparah yakni Desa […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.556
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

expand_less