Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Meneguhkan Khittah NU

Meneguhkan Khittah NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
  • visibility 540
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Khittah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah landasan berfikir, bertindak, dan berjuang sesuai dengan nilai-nilai NU. Khittah NU ini dirumuskan pada Muktamar ke- 27 di Situbondo tahun 1984. Khittah NU juga merupakan hasil dari gerakan kembali  ke khittah yang dalam sejarahnya telah disuarakan sejak tahun 1959.

Khittah NU, meski baru dirumuskan secara tertulis pada Muktamar NU di Situbondo, tetapi sejatinya menurut KH. Achmad Siddiq di dalam karyanya “Khittah Nahdliyah” menurut Nur Khaliq Ridwan dalam bukunya Ensiklopedia Khittah NU jilid l disebutkan bahwa,  intisarinya sudah ada dalam bentuk tindakan dan uraian-uraian lisan dari masa ke masa di dalam tradisi NU.    

Di dalam Khittah NU disebutkan bahwa landasan yang dipakai  oleh NU adalah Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lingkungan masyarakat. Landasan ini meliputi, dasar-dasar amal keagamaan sosial kemasyarakatan. Adapun sumber-sumber yang diapakai dalam mendasarkan paham keagamaan meliputi, Alquran, sunnah, ijma’ dan qiyas.

Dalam menafsirkan Islam dari sumber-sumber di atas, NU mengikuti Aswaja dan menggunakan pendekatan mazhab. Sedangkan dalam akidah mengikuti paham yang dipelapori oleh Imam Abu hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Dan dalam fiqh mengikuti salah satu mazhab fiqh empat mazhab yaitu (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali). Sedangkan dalam ranah tasawuf mengikuti Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali, termasuk juga para imam sufi lain di kalangan Aswaja.

Sementara itu, dalam rangka mengimplementasikan dimensi sosial-kemasyarakatan dengan paham keagamaan yang dianutnya,  NU berupaya menumbuhkan sikap tawasuth (sikap moderat), tasamuh (toleran dalam perbedaan pandangan), tawazun (seimbang), i’tidal (menegakkan keadilan), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan).

Dari beberapa ciri-ciri sikap di atas, diharapakan mampu membentuk individu dan organisasi yang menjunjung tinggi norma-norma dalam Islam yaitu; mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, menjunjung tinggi sikap dan sifat keikhlasan dalam berkhidmah dan berjuang, dan menjunjung tinggi kesetiaan pada agama, negara, dan bangsa.

Dalam hal ini, perjuangan mengimplementasikan nilai-nilai Khittah NU adalah perjuangan yang mengharuskan sikap keikhlasan, serta perbaikan-perbaikan yang diperlukan, dan upaya-upaya memperbaiki keadaan yang sudah ada di tengah masyarakat. Hal ini juga membawa pengertian bahwa nilai-nilai yang tidak membawa maslahat, kebaikan bersama dan jam’iyah Nu dengan sendirinya dilihat dalam kerangka penggantian terhadap nilai-nilai demikian dengan cara bil-ma’ruf. Sedangkan dalam nilai-nilai yang baik dan membawa maslahah, harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Arah perjuangan yang demikian, menghendaki kenyataan seperti disebutkan dalam Khittah NU, “sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, NU senantiasa menyatakan diri dengan perjuangan nasional bangsa Indonesia.” Oleh karena itu, perjuangannya harus senantiasa berdimensi menyelaraskan perjuangan NU, Islam, dan bangsa.  

Selain itu, Khittah NU juga menegaskan bahwa NU secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan bangsa untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Oleh karenanya, setiap warga NU diharapkan menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45.

Dengan cara demikian itulah, Khittah NU akan tetap hidup mempengaruhi kehidupan, dan menjadi hidup masyarakat Indonesia. Sehingga nilai-nilai yang ada dalam Khittah NU akan menjadi kultur di tengah-tengah masyarakat. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Robohnya Saka Guru Rumah Kami” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/12)

    Bahasan Suluk Maleman Kali ini yaitu Merekontruksi Empat Saka Guru Bangsa

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.744
    • 0Komentar

      Konstruksi rumah joglo yang baku punya ciri khas yakni ditopang empat tiang utama, yang disebut saka guru. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, kontruksi rumah tradisional Jawa ini memuat pesan simbolik dari peradaban muslim Jawa yang seharusnya dicermati bersama. Hal menarik itu diungkapkan oleh Anis saat membuka Suluk Maleman yang digelar di Rumah […]

  • Puasa dan Produktivitas Kerja

    Puasa dan Produktivitas Kerja

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pasa-pasa kok nglemprek le le. Ya, ungkapan ini sering kita dengarkan dari para orang tua kita saat memberikan nasihat kepada anak-anaknya. Sebab, meski berpuasa, kita dituntut untuk produktif bekerja, belajar, sekolah, kuliah, beribadah, beraktivitas sesuai dengan tupoksi masing-masing, di lembaganya masing-masing. Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam, […]

  • Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

    PATI-Gerakan Pemuda (GP) Ansor memiliki pengaruh besar dalam tatanan peradaban dunia. Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Korwil Jateng dan DIY Mujiburrohman menyebut, jutaan kader Ansor tersebar di dunia.“Ansor merupakan organisasi yang anggotanya sekitar tujuh juta orang dan tersebar di seluruh dunia. Ada tujuh negara di dunia yang telah memiliki pimpinan cabang (PC) GP Ansor, […]

  • Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.093
    • 0Komentar

      Oleh: Zaenal Arifin* Dopamine, sering menjadi bahasan medis yang berujung pada sebuah kesenangan otak. Bahkan lebih sering diidentikkan dengan candu yang terus berulang hingga timbul sebuah kebahagiaan. Banyak orang mencari bahagia lebih-lebih soal duniawi, seperti uang, pujian, hiburan, dan kesenangan sesaat. Padahal ada kebahagiaan yang lebih menenangkan hati, yaitu dopamine positif yang bisa di […]

  • Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Syamsul Ma’arif, dengan penuh semangat memaparkan materi dalam acara Expo Kampus Formasu PATI – Forum Silaturahmi Mahasiswa Silahul Ulum (FORSIMASU) menggelar kegiatan expo kampus bagi para siswa MA Silahul Ulum, Minggu (23/1). Expo Kampus tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para siswa dalam memperoleh informasi terkait dunia kampus. Imam Sholikin, Ketua FORSIMASU menuturkan, bahwa kegiatan […]

  • 2000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Bulumanis Kidul

    2000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Bulumanis Kidul

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswa sedang menanam bibit mangrove di bibir antai Bulumanis Kidul PATI-Kabupaten Pati memiliki pantai sepanjang 60 kilometer yang membentang dari wilayah Kecamatan Dukuhseti hingga Batangan. Namun demikian, masih terdapat beberapa titik  lokasi yang perlu diperhatikan karena masih banyak kawasan pesisir yang rusak akibat abrasi serta akresi. Salah satu upaya pelestarian di kawasan yang telah […]

expand_less