Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 848
  • comment 0 komentar

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara.

Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia bukan tanpa alasan, pendekatan tasawuf yang digunakan oleh Walisongo memberi pengaruh besar terhadap berkembangnya Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Bandingkan dengan negara lain di mana Islam datang melalui peperangan atau senjata, Islam sulit berkembang.

Para pendakwah Islam datang ke nusantara membawa ajaran agama Islam, bukan kemasan namun substansinya. Walisongo sukses mengajarkan substansi Islam menggunakan pendekatan tasawuf melalui berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Sebelum Islam, di Indonesia telah ada berbagai macam aliran kepercayaan, animisme, dinamisme, Hindhu, dan Buddha. Budaya yang telah melekat dalam kehidupan bermasyarakat tidak lantas diharamkan dan dihancurkan, namun tetap dijalankan sedemikian rupa sehingga masyarakat tidak merasakan ancaman.

Sebagai contoh penggunaan Bedug sebelum Adzan, tradisi wayang, kondangan, atau peringatan 7 hari, 100 hari, 1000 hari dari meninggalnya saudara. Oleh Walisongo berbagai kekayaan tersebut dihiasi dengan ajaran agama Islam sehingga tidak ada yang menyimpang. Tradisi nusantara itu menyatu dengan alam, dan ini sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pernah suatu ketika seorang sahabat melihat seseorang sholat menghadap pohon, kemudian dilaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah bertanya ciri-ciri orang yang dimaksud kemudian menjawab, “itu adalah (Nabi) Khidzir, sampaikan salamku kepadanya”. Apakah Khidzir musyrik? Beliau sudah mencapai tingkat tertinggi dalam tasawuf di mana tidak ada yang benar-benar wujud kecuali Allah SWT. Alam ada karena diciptakan oleh Allah, penampakan alam hanyalah kamuflase –dalam bahasa kita wujud yang relatif-, Allah menyebut dirinya Al-Haqq sementara alam adalah tajallinya Allah, seluruh alam berzikir kepada Allah.

Dengan demikian kita tidak akan mudah mengkafirkan orang lain, kalau masih ada orang yang mudah menyalahkan maka ia harus banyak lagi belajarnya. Kebenaran dalam Islam itu ada dimana-mana maka ambillah yang tercecer di antara kamu sekalian. Orang Arif tidak pernah mencari kambing hitam, namun diam-diam menyelesaikan masalah tanpa menepuk dada.

Tasawuf jika diterapkan dalam berbagai bidang akan sangat menyejukkan dan membawa kita hidup dalam kedamaian. Tasawuf adalah teosofi, pendalamannya berkelanjutan. Tasawuf dan fiqh adalah dua hal yang saling menopang dalam garis vertikal dan sama-sama berangkat menuju garis horizontal –menuju Allah-. Maka dalam beragama, tasawuf dan fiqh tidak bisa ditinggalkan salah satunya tetapi saling mengisi dan melengkapi.

Begitu pula dalam mencari ilmu, epistemologi keilmuan kita jangan hanya terpaku pada materi, harus ditambah dengan epistemologi ilmu laduni, ilmu yang diberikan langsung oleh Allah. Ilmuwan muslim abad pertengahan mampu menghasilkan karya yang gemilang dalam bidang astronomi, matematika, kimia, atau kedokteran padahal laboratorium belum secanggih sekarang, tetapi perhitungan mereka tepat. Tidak lain karena Allah yang mengajarinya, ‘allamal insana ma lam ya’lam, mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.

Alangkah miskinnya seorang murid, jika gurunya hanya manusia. Belajar kepada guru yang alim adalah jalan mendapatkan ilmu, berguru pada Allah maka akan mendapatkan ilmu yang tidak kita ketahui. Ilmuwan muslim dulu selalu berguru dengan “sajadah tengah malam”, qiyamullail sehingga petunjuk Allah langsung datang pada kita.

Dirangkum oleh : Sofyan An Nasyr (Divisi Diklat LTN-NU Pati, Dosen IPMAFA)
Disarikan dari penyampaian
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A;
Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor PTIQ Jakarta
Dalam Seminar Internasional “Toleransi di Kawasan Asia Tenggara”
Oleh MUI Kota Salatiga, 3 Agustus 2019

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Muallaf Dapat Bantuan Dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PC Lazisnu Pati kembali menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga Desa Mojo Kecamatan Cluwak, Selasa (29/08).  Sebelumnya pihak Lazisnu Pati mendapat informasi tersebut dari salah satu pengurus Lazisnu MWC Cluwak yang mengabarkan bahwa salah satu warganya sangat membutuhkan pertolongan untuk kebutuhan sehari-hari.  Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya dan […]

  • NU 'Wali Nikah' Budaya - Agama. Photo by Agung Raharja on Unsplash.

    NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Perkawinan adalah langkah membangun beradaban. Mengawinkan dua sijoli yang berbeda genre hingga latar belakang lingkungan akan menghasilkan generasi melalui proses romantisme dalam naungan gerimis malam-malam yang penuh kenikmatan. Semua karena di dasari cinta. Maka, cinta adalah prinsip nomor dua. Sebab, prinsip pertamanya adalah perbedaan. Kita dilarang menikah dengan sesama jenis, meski […]

  • Inilah Tuntutan Ketua Kopri Pati PC PMII Pati

    Inilah Tuntutan Ketua Kopri Pati PC PMII Pati

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di gedung DPRD Kab Pati Ketua Kopri beserta jajaran Pengurusnya mengadakan audience terkait kenaikan harga BBM, Rabu 7 September kemarin. “Kami kecewa surat audiensi sudah kami layangkan akan tetapi tak ada satupun dewan yang menemui karena 50 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pati melakukan kunjungan kerja di luar daerah” jelas Nur Khoiriyah selaku ketua […]

  • Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    SEMARANG – Dalam rangka mematangkan persiapan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (11/8/2025) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Audiensi ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ketua LP […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Bakal Gelar Bazar, Berikut Jadwal dan Lokasinya

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil bakal menggelar bazar menjelang bulan suci Ramadhan. Manajer Bazar, Ahmad Mufid menyampakan kegiatan diprakarsai oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Trangkil bekerja sama dengan PAC Fatayat NU Trangkil. “Kegiatan ini sebagai langkah awal memfasilitasi dan memasarkan produk dari anggota, serta sarana memperoleh dana pemasukan […]

  • Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    K. Sholikhin (Ketua MWC NU Gembong) membuka Konferensi PAC Fatayat NU Gembong GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong menyelenggarakan konferensi pada Minggu (31/10). Kegiatan ini dilangsungkan di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Pembukaan Konferensi dimulai pada pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, hadir Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. Dalam sambutannya, Asmonah memberikan wejangan kepada […]

expand_less