Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU Jangan Hanya Bicara Potensi

NU Jangan Hanya Bicara Potensi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 321
  • comment 0 komentar

KH Lukman Hakim Syaifuddin, selaku Menteri Agama dalam Silaturrahim NU se-Dunia di Hotel Taisir Mekah (Kamis, 7 Dzulhijjah 1440 H./8 Agustus 2019) menyatakan, membicarakan NU jangan hanya potensi.

Semua pihak sudah paham bahwa potensi NU di semua bidang sangat besar. Diamnya NU sudah merupakan potensi. Namun potensi saja tidak cukup.

Potensi besar NU harus digerakkan secara optimal supaya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Kekuatan untuk bergerak (harakah) harus dioptimalkan supaya ada dampak positif (atsar) di tengah kehidupan umat manusia.

Silaturrahim NU se-Dunia 2019
Silaturrahim NU se-Dunia 2019, Hotel Taisir Makkah, 8 Agustus 2019. Foto: Jamal Makmur/NU Pati

Islam moderat yang toleran, progresif, dan inklusif menjadi karakteristik utama NU yang harus dikembangkan di tengah masyarakat sehingga benih-benih radikal-intoleran bisa diminimalisir dengan baik.

NU sudah saatnya menyisingkan lengan baju. Tidak hanya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tapi juga terlibat aktif dalam memajukan Indonesia dari berbagai aspek kehidupan.

Tampilnya KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden adalah langkah awal NU dalam memajukan bangsa yang harus dibuktikan dengan prestasi demi prestasi di semua aspek kehidupan sehingga masyarakat percaya kepada NU.

Tiga Prioritas NU

KH Agus Ali Masyhuri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur asal Sidoarjo, melengkapi statement Menteri Agama menyatakan, dalam rangka menghadapi masa depan, NU harus meningkatkan tiga aspek.

Pertama, intensifikasi internalisasi ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyyah. Basis ideologi adalah pondasi yang harus ditanam kokoh sehingga ada ketahanan dan militansi perjuangan, Tidak pragmatis dan oportunis. Visi perjuangan ditentukan oleh basis ideologi yang kuat.

Kedua, pengembangan potensi ekonomi warga NU. Dalam konteks ekonomi ini, harus diakui, NU harus banyak berbenah dan belajar supaya tidak selalu menjadi obyek pasar (maf’ul), tapi berkembang menjadi pelaku pasar (fa’il). Hal ini membutuhkan perjuangan panjang, konsistensi, dan komitmen dari semua generasi penerus.

Ketiga, mengokohkan bangunan budaya lokal yang dirintis Walisongo. Acara tahlilan, manakiban, selametan, berjanjenan, dan sejenisnya semakin menguatkan basis kultural NU dengan warganya. Hal ini harus dilestarikan dengan sungguh-sungguh sebagai media pelestarian budaya yang sesuai dengan nilai-nilai luhur agama.

KH Agus Ali Masyhuri meyakinkan kepada warga NU bahwa apa yang ada pada Allah itu lebih banyak dari pada apa yang ada pada manusia. Maka, jangan putus asa dan patah semangat. Tapi harus optimis, berani melangkah, mencoba, dan terus belajar untuk meraih prestasi demi kebangkitan NU masa depan di berbagai aspek kehidupan.

Dalam konteks ini, kaderisasi menjadi keniscayaan yang tidak bisa disepelekan, tapi harus diprogram secara disiplin.

Urgensi Kaderisasi

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Bapak Agus Maftuh, menyatakan, santri-santri NU harus mampu membawa kebangkitan NU masa depan. Mereka harus mampu meneruskan perjuangan para Ulama, khususnya estafet keilmuan dan perjuangan KH Maimun Zubair yang baru saja meninggalkan kita.

اخو العلم حي خالد بعد موته – واوصاله تحت التراب رميم
وذو الجهل موت وهو ماش علي الثري – يظن من الأحياء وهو عديم

Orang berilmu abadi pasca wafatnya, meskipun tulang belulangnya hancur di bawah debu
Orang bodoh hakikatnya mati meskipun jasadnya berjalan di atas bumi Ia disangka hidup padahal sejatinya Ia tiada

Kader-kader NU jika menjadi orang berilmu, eksistensinya akan abadi karena mampu menebarkan kebaikan dan kemanfaatan lintas zaman.

KH Maimun Zubair Sebagai Icon

Contoh nyata ulama yang mendalam ilmunya dan tinggi rasa takutnya kepada Allah adalah KH Maimun Zubair. Beliau inspirasi kader-kader muda NU dalam menuntut ilmu dan membumikan Islam rahmatan lil alamin.

KH Maimun Zubair adalah ulama yang loyal berjuang di NU sampai akhir hayat. Beliau mengajar para santri sebagai kader-kader penerus NU masa depan dengan gigih dan istiqamah.

KH Taj Yasin Maimun dalam kesempatan ini menyatakan, salah satu wasiat KH Maimun Zubair adalah menjaga Nahdlatul Ulama yang program-programnya harus menyentuh dan dirasakan masyarakat. Saat kehadiran NU mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka saat itulah NU akan menjadi pemimpin dengan kekuatan besar.

KH Bunyamin Tuhiyat dari PBNU menyatakan, kader-kader muda NU harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang kompleks. Semangat belajar harus tinggi. Mereka harus mampu meneruskan tanggungjawab keilmuan dan perjuangan sosial yang diwariskan ulama. Mereka harus mampu merebut panggung keilmuan dan kenegaraan sehingga tidak dikuasai orang-orang yang tidak berilmu yang memberikan fatwa sesat dan menyesatkan.

KH Maimun Zubair, kata KH Bunyamin adalah contoh riil seorang ulama yang layak menjadi teladan seluruh warga NU dan bangsa ini.

Semoga lahir ulama-ulama seperti KH Maimun Zubair yang selalu memancarkan keluhuran budi, kedalaman ilmu, dan kesantunan laku dalam membumikan Islam rahmatan lil-alamin.

Amiin Yaa Rabbal Alamiin.

Mekah, Kamis, 7 Dzulhijjah 1440 H. – 8 Agustus 2019

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendahulukan Umroh atau Haji?

    Mendahulukan Umroh atau Haji?

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

      Pak karyo adalah seorang petani dan beliau sudah di anggap cukup atau mampu secara finansial untuk melaksanakan rukun islam yang ke lima yaitu haji. Pak karyo sudah tahu mengenai haji yang hanya di wajibkan bagi mereka yang telah mampu melaksanakannya yakni mereka yang yelah memiliki cukup bekal dan ongkos menuju tanah suci, serta kemampuan […]

  • Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021 PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera […]

  • ‘Tetangga’ Lucurkan Web,  NU Pati Ikut Bangga

    ‘Tetangga’ Lucurkan Web, NU Pati Ikut Bangga

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI-NU sebagai organisasi berbasis sosial keagamaan yang terus mengedepankan nasionalisme harus bertahan ditengah fitnah-fitnah kaum radikal. Media sosial dan internet menjadi sarang bagi penebar kebencian untuk melancarkan serangan kepada NU beserta amaliahnya. Proses peluncuran web PCNU Kudus di @Hom Hotel. Sumber gambar : nu online Namun tak dipungkiri, serangan-serangan ini justru membuat warga nahdliyyin mulai […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Perjumpaan Budaya Lokal

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.904
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ada banyak perjumpaan budaya lokal sebelum, saat, dan setelah Ramadan alias Lebaran Idulfitri. Saya saja banyak menulis soal nyadran, dugeran, dandangan, seperti Penguatan Tasawuf Sosial Lewat Nyadrani (2018), Nyadran dan Penguatan Nasionalisme (2018), Nyadran Jelang Ramadan, Bukan Kemusyrikan (2018), Penguatan Nilai-Nilai Sufisme dalam Nyadran sebagai Khazanah Islam Nusantara (2018), Dugderan: Ekspresi Warga Semarang Sambut Ramadan (2025), dan Nyadran, Dugeran, […]

  • Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah telah berjalan hari pertama pada Jumat (10/2/2023). Sejumlah perlombaan mulai dilaksanakan dan berlangsung seru. Pantauan di lapangan, ada beberapa cabang lomba yang jurinya telat. Salah satunya adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP. “Tadi jurinya telat […]

expand_less