Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
  • visibility 384
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id- Ngaji NgAllah Suluk Maleman kembali digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/3) malam, dengan mengangkat tema “Menyibak Kegelapan” sebagai bahan renungan bersama.
Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut dalam Qur’an dijelaskan bahwa Allah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya.
“Manusia memiliki kemampuan untuk membaca realitas karena diberi alat baca yakni qulb atau hati. Seperti mata, kondisi hati yang sehat mampu melihat kenyataan dengan jernih saat ada cahaya. Tapi bila terganggu atau bahkan tertutup, maka kemampuannya membaca kenyataan akan terdistorsi atau bahkan hilang,” ucapnya.
Anis menyebutkan, setiap kedzoliman akan menciptakan kegelapan. Dalam bahasa Al Qur’an, dzolim dan dzulumat, aniaya dan kegelapan itu punya akar kata sama. Artinya semakin berlapis kedzoliman yang dilakukan akan membuat semakin pekat kegelapan yang tercipta.
Kegelapan ini bisa termanifestasi di luar diri dan di dalam diri. Di luar diri, dalam realitas sosial, budaya, politik, ekonomi dst; kegelapan akan membuat kita meraba-raba tanpa kepastian tentang apa yang sebenarnya sedang berlangsung. Baik-buruk, haq-bathil; campur baur sehingga agak sulit dipilah.
Sementara ke dalam diri, kedzoliman akan menciptakan noda kegelapan di hati. Semakin bertumpuk kedzoliman, semakin berlapis kegelapan menutup hati. Dan kita akan semakin kehilangan kemampuan membaca kenyataan. Inilah yang pada puncaknya akan mendorong manusia menciptakan thoghut. Sejenis berhala yang pada gilirannya justru akan mengeluarkan meereka dari cahaya dan menjerumuskannya ke dalam kegelapan.
“Salah satu pengertian dzalim itu adalah menempatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Seperti sepatu ditaruh ke kepala, berarti itu telah bersikap dzalim pada sepatu dan kepala. Begitu pula menipu juga dzalim kepada orang lain dan diri sendiri,” ucapnya.
Lawan dzalim adalah adil, yang salah satu maknanya menempatkan sesuatu pada tempatnya. Atau, kalau menggunakan kalimat lain, ketidak-adilan adalah sumber kegelapan; dan keadilanlah yang akan mengantarkan cahaya; demikian jelas Anis.
Jika hati semakin gelap, lanjut Anis, maka telinga tak akan mampu mendengar kebenaran dan mata akan terhalangi dari melihat kebenaran. Saat itulah manusia tak ubahnya seperti ternak, bahkan lebih buruk. Yakni mudah digiring kemana-mana.
“Gelap adalah bathil, sesuatu yang tidak punya esensi, ia dianggap ada hanya karena ketidak hadiran cahaya. Jika hati menjadi gelap maka kita sulit membaca bimbingan dari Allah,” ujarnya.
Budayawan asal Pati itu mencontohkan, saat seseorang suka berbohong dan menjadi kebiasaan, lama-lama dia akan percaya bahwa kebohongannya adalah kebenaran. Dan karena yakin dengan hal tersebut, akhirnya dia tertutup dari kebenaran yang menyalahi kebohongannya.
“Itulah kenapa orang-orang alim duhulu selalu membaca ulang dirinya, selalu mengkritisi, mengevaluasi, muhasabah terhadap dirinya sendiri. Karena mereka sadar tak ada manusia yang selalu benar,” ujarnya.
Anis juga menyebut manusia tak mungkin dapat berjalan tanpa adanya cahaya. Dia mengibaratkan, dalam kegelapan manusia hanya akan berjalan dengan meraba-raba dan hanya mampu berjalan saat ada petir.
“Namun kalau kita mendapat cahaya maka akan terbimbing terus menerus. Sebenarnya dengan berpuasa membuat kita bisa memiliki kesadaran dalam melihat. apakah masih ada di dalam kegelapan atau di tengah cahaya,” jelasnya.
Tema yang menarik itu membuat orang terlarut mengikutinya secara langsung maupun lewat berbagai platform media sosial Suluk Maleman. Dan seperti biasa, alunan musik dari Sampak GusUran membuat jalannya diskusi kian hangat.(*)

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Menyibak Kegelapan’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (15/3) kemarin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

    • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling […]

  • Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    • calendar_month Rab, 4 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 6 bertajuk “Gerakan Literasi Digital”, narasumber Tim GLM Plus dan Direktur Mikopedia, Miftakhul Khoiri, menegaskan bahwa branding sekolah dan madrasah Ma’arif NU sangat ditentukan oleh meme, gambar, video, maupun lagu. Hal itu dipaparkannya dalam Diklat GLM Part 6 Selasa (3/12/2024) melalui Zoom […]

  • PCNU-PATI

    Ma’arif NU Jateng Gelar Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama RI menggelar sosialisasi moderasi beragama, Sabtu (17/12/2022). Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bersama mitra yaitu Kemenag RI. “Sisa kepengurusan kita tinggal enam bulan sampai Juni atau Juli […]

  • PCNU-PATI

    Terdampak Banjir, Ratusan Warga Desa Sinomwidodo Tambakromo Mengungsi di Masjid

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -Ratusan warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, harus mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir bandang, Rabu (30/11/2022) lalu. Ratusan warga itu mengungsi di masjid desa setempat. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan, terdapat 200 keluarga yang harus mengungsi akibat musibah tersebut. ”Kurang lebih ada 200 KK, nanti kita juga akan monitoring […]

  • PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – PC PMII Pati bersama PMII Komisariat Syekh Mutamakkin IPMAFA, PMII Komisariat Joyo Kesumo STAIP dan KSEI STIEF hari ini (Sabtu, 27/02) menggelar bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PMII menyalurkan 100 paket sembako yang berupa beras 2,5 Kg, gula pasir […]

  • Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

      pacnupati.or.id – Festival Rebana dalam rangka Haul ke-103 KH Abdurrahman bin Yahya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM), digelar di halaman Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, pada Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi antarpeserta. Ketua HUT YAPIM, Ahmad Jami’in, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas […]

expand_less