Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Des 2022
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama.

Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu.

Aksi terorisme dengan kedok agama layaknya roda yang bergulir di medan turun. Penegak hukum, tokoh agama yang penuh kesejukan bak batu kecil yang sedikit saja menghambat lajunya. 

Nyatanya, di tahun 2022 ini, masih ada, lho manusia-manusia lugu yang begitu mudahnya terkena pengaruh bahkan terinternalisasi nilai-nilai radikalis dan teroris.

Penulis cukup heran dengan mereka yang gampang diojok-ojoki untuk melakukan jihad serupa serangan senjata atau bahkan bomb bunuh diri. Padahal, nabi sudah memberi ancer-ancer bahwa ahli ibadah yang dangkal pengetahuannya kalah hebat dengan ahli ilmu. Ini kode keras!

Sampai-sampai, iblis lebih anti dengan ahli ilmu daripada kepada mereka yang mengaku cinta islam, rutin berjamaah, shalat dhuha everyday, takbir everywhere, pakaian sunnah, namun pemahaman agamanya nol besar.

Penulis tidak sedang mendiskreditkan kawan-kawan yang nilai ujian agamanya merah, toh penulis juga ndak pakar-pakar amat soal islam. Tapi mbok ya dalam beragama, selain perbanyak referensi dan belajar, logikanya juga dipakai. Sebab apapun argumennya, islam adalah agama yang logis.

Kalau si guru memerintah bunuh diri untuk memcapai surga dan kekal bersama bidadari, mengapa ia tidak melakukannya duluan?. Aneh sekali bukan?

Lagipula ini juga ajaran yang kurang pas. Pertama, ummat diajari untuk nguber surga. “Jihadlah kalian, bunuh kafir laknat dan antek-antek pemerintah thaghut, niscaya kalian akan memperoleh syurga dan dikudang oleh bidadari di sana. Takbiiirr…,” begitu kata ustadznya.

Lhoh, tuhannya kan Allah, kok yang diburu malah surga plus bidadari yang celong matanya lagi bohay body-nya. Hina sekali pemikiran semacam ini. Rendah sekali makna jihad!. Pengen jadi syahid kok masih pakai syahwat.

Kedua, doktrinasi yang sifatnya radikal integral dengan perasaan paling benar. Begini, tindakan mengintimidasi, melukai atau menghabisi orang yang tidak sejalan, biasanya didasari dua pemikiran, takut tersaingi atau perasaan benar sendiri.

Dua tukang sate yang bersebelahan, bisa jadi saling teror satu sama lain karena persaingan bisnis, soal cuan. Namun kalau sudah terlontar, “sate saya paling enak, sate kamu tidak enak, jadi gerobak kamu harus saya robohkan, Allahu akbar.” Ini adalah perasaan paling benar sendiri bahkan terkesan memaksakan selera semua orang. Padahal lidah punya interest masing-masing. Begitu pula ‘selera’ spiritual.

Kalau sudah begini, saatnya kembali pada nalar fitrah. Manusia pada umumnya tidak suka kekerasan. Ketika Nabi Muhammad mendapatkan perlakukan kasar dari penduduk kafir Quraisy, beliau tidak membalasnya saat peristiwa fathu Makkah yang agung itu. Sebab, Nabi tahu rasanya disakiti, maka beliau lebih memilih memaafkan daripada melukai.

Bibarkati amnesti ini, akhirnya banyak warga Kafir Quraisy yang simpati dan masuk islam. Bayangkan jika nabi memasuki Makkah dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Selamanya islam akan mendapatkan label agama anti kemanusiaan, agama jahat dan lain sebagainya.

Penulis jadi teringat sebuah ayat dalam kita suci al-Qur’an, “jika engkau berhati keras lagi kasar, niscaya orang-orang akan menjauh dari sekelilingmu,”.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Final Voli Putra Porsema XIII, Kudus Vs Kota Semarang Memanas

    Final Voli Putra Porsema XIII, Kudus Vs Kota Semarang Memanas

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU Jawa Tengah XIII di hari kedua makin memanas. Pada cabang olahraga voli, tim putri asal Kudus lebih dulu meraih medali emas setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Wonosobo, Jumat (12/9/2025) di MAN 1 Wonosobo. Tak berhenti di situ, tim voli putra Kudus dari […]

  • Pati Targetkan Juara Umum Porseni Jawa Tengah 2025

    Pati Targetkan Juara Umum Porseni Jawa Tengah 2025

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menargetkan kontingen dari Bumi Mina Tani menjadi Juara Umum pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Banyumas pada tanggal 27 hingga 30 Juli 2025. “Para peserta Ahad kemarin kami lepas dari pendopo kabupaten. Harapan kami Pati mendapat […]

  • Pelajar NU untuk Bangsa

    Pelajar NU untuk Bangsa

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mengadakan Pendidikan dan Latihan sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan dan jalannya roda regenerasi dalam sebuah Organisasi. Yang mana dalam DIKLAT tersebut terjadinya proses regenerasi dan transfer ilmu pengetahuan serta doktrin awal tentang organisasi. Tidak terkecuali Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) yang merupakan […]

  • Hukum Mengubur Ari-Ari

    Hukum Mengubur Ari-Ari

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum Wr Wb Saya mau tanya Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka [keluarganya] mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, […]

  • Bupati Akan Tutup Lokasi Prostitusi, PCNU : Kita Tunggu Langkah Konkretnya

    Bupati Akan Tutup Lokasi Prostitusi, PCNU : Kita Tunggu Langkah Konkretnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati mengapresiasi deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi oleh Bupati Pati dan Forkompinda. NU bersama masyarakat menunggu langkah konkrernya.  PATI-Deklarasi Bupati untuk menutup lokasi prostitusi yang ada di Kabupaten Pati (18/8), menuai pujian dari berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya NU, yang memang sejak awal konsisten dalam memperjuangkan penutupan prostitusi.  “Kami memang sejak […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Sayman & Kartinah. Photo by Mayur Deshpande on Unsplash.

    Sayman & Kartinah

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sudah lama terlintas di kepala saya, dengan polah pilah kehidupan teman satu komplek di perumahan. Saat bulan April tiba selalu ada saja yang diributkan. Baik tentang penampilan dengan Kebaya terbaru, desain unik dan ciamuk, serta tusuk konde, mengunakan model pipih atau lonjong, dengan pahan logam, atau perak bercampur dengan emas tembaga. Kartina selalu saja ribet […]

expand_less