Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jun 2015
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

KH Aniq Muhammadun, Pengasuh Pesantren Salaf Mamba’ul Ulum Pakis Tayu, Pati memberikan gambaran mengenai Muktamar ke-33 NU yang akan diselenggarakan 1-5 Agustus 2015 mendatang di Jombang, Jawa Timur. Berikut wawancara Kontributor NU Online, Muhammad Zulfa di kediaman Kiai Aniq di Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/4).

Bagaimana persiapan PCNU Pati menghadapi Muktamar ke-33 NU ini Yai?

Sampai saat ini Pati belum menyelenggarakan kegiatan untuk menyambut muktamar nanti di Jombang.

NU tak lepas dari pesantren, bagaimana perkembangan pesantren saat ini Yai? Bagaimana keadaan pesantren menjelang muktamar kali ini?

Pesantren tidak akan terpengaruh dengan gerakan-gerakan radikal. NU tidak akan mewarnai pesantren mestinya pesantren yang harus mewarnai NU. Kalau kita lihat sekarang, banyak orang dari luar pesantren yang mau mendominasi NU. Nantinya, NU dipegang orang-orang yang tidak berbasis pesantren, NU mau dikemanakan?

Sehingga wacana sekarang yang berkembang. (Saya tidak akan menyebut nama) Ada salah satu kiai yang nampaknya berkampanye untuk menjadi Syuriyah. Hal ini sangat disayangkan kalangan pesantren. Sebab selama NU didirikan itu, tidak ada Rais Aam berkampanye untuk dipilih. Lha, sekarang ini sudah muncul gerakan-gerakan seperti itu.  Yang saya khawatirkan, kalau itu terjadi, NU mau dikemanakan? Ini yang menjadi pertanyaan kiai-kiai pesantren sehingga Muktamar ke depan harus kembali ke khittahnya.

Rais Aam menurut Yai bagaimana?

Kiai-kiai pesantren menghendaki Rais Aam itu sebagai simbol NU. Sehingga kalau Rais Aam itu orangnya sudah kesana kemari, citra NU akan menjadi lain dengan citra NU yang didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari sampai Kiai Sahal. Hingga kiai Sahal, Rais Aam tidak kesana-kemari. Kalangan pesantren menghendaki bahwa NU itu tetap sebagaimana saat didirikan dan berkiprah ketika didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan para kiai pada waktu itu.

Kalangan pesantren resah dengan sikap-sikap pengurus NU semenjak pasca muktamar di Makassar. Di Makassar bukan lagi citra NU (bukan citra muktamar) tapi citra pilkada (pemilihan kepala daerah). Etika NU sudah buyar dan saya melihat sendiri waktu itu. Disana tampak gambar-gambar calon tanfidziyah. Saya aktif sekali dalam muktamar Makassar, kebetulan saya di komisi bahtsul masail waqi’iyyah (mengawal mulai pra-muktamar di Cirebon bertindak sebagai perumus).

Bagaimana dengan sistem muktamar kali ini Yai?

Untuk NU ke depan, pemilihan menggunakan konsep Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) mulai disuarakan di rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di pondok pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Kemudian dikuatkan di Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta. Konsep AHWA Jawa Tengah dan Jawa Timur diterima oleh peserta dengan sedikit perbedaan (dalam konsepsi Rais Aam). Saya lebih condong dengan rumusan Jawa Timur. Tinggal besok keputusan Munas-Konbes itu diterima atau tidak di muktamar. Kalau tidak ya akan sangat aneh. Berarti warga NU sudah tidak mau dikendalikan.
Yang perlu kita renungkan Yai?

Kiai pesantren prihatin dengan banyak pengurus NU tidak sesuai dengan harapan. Kenyataan di lapangan bahwa pengurus tidak dari kalangan pesantren. misalnya sarjana yang memiliki background pesantren. kalau tidak sama sekali ya, langkahnya tidak sesuai dengan harapan. Dengan keputusan Munas-Konbes NU bisa kembali ke khitthah.

Tanggung Jawab NU dalam Muktamar?

Ingin mengembalikan NU ke khittah NU yang sebenarnya. Menurut kiai sepuh NU, sekarang banyak pembelokan dari NU yang sebenarnya. Kalau kita melihat NU dibentuk dalam rangka membentengi aqidah sebab sebelum NU dibentuk mulai beredar aqidah yang tidak sesuai dengan yang disampaikan Walisongo. Dimulai dengan munculnya kelompok-kelompok wahabi.

Bagaimana tugas Rais Aam ke depan Yai? 

Mengendalikan NU dan mestinya kita melihat AD-ART NU sebagai pengendali utama dan konseptor. Kadang kita melihat di lapangan tanfidziyah mengendalikan syuriyah. Mestinya syuriyah mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Kiai Maimun Zubair ketika muktamar di Cipasung. Calon ketua tanfidz ada Gus Dur dan Abu Hasan. Waktu itu Mbah Mun condong ke Abu Hasan. Kata Mbah Mun, “Jadi dalam kepengurusan NU mestinya, Tanfidz itu ojo golekna wong pinter-pinter, nek pinter ngko syuriyah-nya diapusi (jangan carikan orang yang pinter-pinter, nanti kalau pinter syuriyahnya dibohongi)”. Syuriyah mau mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Jadi syuriyah supaya bisa mengendalikan tanfidz.

Harapan besar untuk Muktamar dan NU ke depan Yai?

NU bisa kembali ke khittah 1926. Khittah sekarang masih di bibir saja. Selain itu, berpegang teguh pada aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang telah dikonsepkan sebagaimana termaktub di AD-ART NU, yaitu dalam bidang aqidah kita menganut Imam Asy’ari dan Imam Maturidi. Dalam fiqhiyyah kita menggunakan Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Maliki Dan Imam Hambali. Dalam bidang tasawuf Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi.(NU Online) 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rais Syuriah PCNU Pati Jadi Ketua Baznas

    Rais Syuriah PCNU Pati Jadi Ketua Baznas

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.942
    • 0Komentar

    Pati – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melantik lima pinan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati dilantik di Pendapa Kabupaten Pati, Jumat (10/4/2026). KH Minanurrochman atau Kiai Minan didapuk menjadi ketua. Ia bakal memimpin Baznas Pati periode 2026-2031 dengan dibantu empat wakil ketua. Yakni, Nur Faqih (Wakil Ketua I), Moh. In’am Muhlisin […]

  • Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    WINONG-Ratusan anggota Fatayat se-Kecamatan Winong tumplek blek di halaman Masjid Baitussalam, Desa Kudur, Jumat (6/8). Menurut Ani Agustyani, S.Ag., M.Si., selaku ketua PAC Fatayat Winong, kehafiran mereka adalah untuk memeriahkan peringatan tahun baru hijriyah. 34 anak yatim menerima dantunan dari PAC Fatayat NU Winong dalam acara Gebyar Muharrom yang digelar untuk memperingati tahun baru hijriyah […]

  • Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pati-Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan di Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jaken, Pati. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung Program Kementerian Pertanian”. Rabu (6/11/24) Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Bapak Agus Hasbianto, selaku Kepala BSIP, menjelaskan […]

  • Love is Stupid. Photo by Brigitte Tohm on Unsplash.

    Love Is Stupid

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Part : 5Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari. Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya. Shanaya juga […]

  • PCNU-PATI

    LAZISNU Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PC Lazisnu Pati kembali melakukan pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan yang dimaksud diberikan kepada Legiman, warga Dukuh Sambirowo Rt 05 Rw 03 kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati, selasa (07/02). Pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh tim manajerial turut serta menggandeng MWC NU Pucakwangi beserta banomnya. Pemberian bantuan kali ini diberikan dalam bentuk uang tunai.  […]

  • ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.033
    • 0Komentar

    ‎ ‎TEMANGGUNG – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., beserta Wakil Rektor, dan Ketua Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., melakukan silaturahmi dengan Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, S.H., S.I.K., M.H., M.B.A., di Kantor Polres Temanggung, Selasa (27/1/2026). ‎ ‎Silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus […]

expand_less