Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jun 2015
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

KH Aniq Muhammadun, Pengasuh Pesantren Salaf Mamba’ul Ulum Pakis Tayu, Pati memberikan gambaran mengenai Muktamar ke-33 NU yang akan diselenggarakan 1-5 Agustus 2015 mendatang di Jombang, Jawa Timur. Berikut wawancara Kontributor NU Online, Muhammad Zulfa di kediaman Kiai Aniq di Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/4).

Bagaimana persiapan PCNU Pati menghadapi Muktamar ke-33 NU ini Yai?

Sampai saat ini Pati belum menyelenggarakan kegiatan untuk menyambut muktamar nanti di Jombang.

NU tak lepas dari pesantren, bagaimana perkembangan pesantren saat ini Yai? Bagaimana keadaan pesantren menjelang muktamar kali ini?

Pesantren tidak akan terpengaruh dengan gerakan-gerakan radikal. NU tidak akan mewarnai pesantren mestinya pesantren yang harus mewarnai NU. Kalau kita lihat sekarang, banyak orang dari luar pesantren yang mau mendominasi NU. Nantinya, NU dipegang orang-orang yang tidak berbasis pesantren, NU mau dikemanakan?

Sehingga wacana sekarang yang berkembang. (Saya tidak akan menyebut nama) Ada salah satu kiai yang nampaknya berkampanye untuk menjadi Syuriyah. Hal ini sangat disayangkan kalangan pesantren. Sebab selama NU didirikan itu, tidak ada Rais Aam berkampanye untuk dipilih. Lha, sekarang ini sudah muncul gerakan-gerakan seperti itu.  Yang saya khawatirkan, kalau itu terjadi, NU mau dikemanakan? Ini yang menjadi pertanyaan kiai-kiai pesantren sehingga Muktamar ke depan harus kembali ke khittahnya.

Rais Aam menurut Yai bagaimana?

Kiai-kiai pesantren menghendaki Rais Aam itu sebagai simbol NU. Sehingga kalau Rais Aam itu orangnya sudah kesana kemari, citra NU akan menjadi lain dengan citra NU yang didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari sampai Kiai Sahal. Hingga kiai Sahal, Rais Aam tidak kesana-kemari. Kalangan pesantren menghendaki bahwa NU itu tetap sebagaimana saat didirikan dan berkiprah ketika didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan para kiai pada waktu itu.

Kalangan pesantren resah dengan sikap-sikap pengurus NU semenjak pasca muktamar di Makassar. Di Makassar bukan lagi citra NU (bukan citra muktamar) tapi citra pilkada (pemilihan kepala daerah). Etika NU sudah buyar dan saya melihat sendiri waktu itu. Disana tampak gambar-gambar calon tanfidziyah. Saya aktif sekali dalam muktamar Makassar, kebetulan saya di komisi bahtsul masail waqi’iyyah (mengawal mulai pra-muktamar di Cirebon bertindak sebagai perumus).

Bagaimana dengan sistem muktamar kali ini Yai?

Untuk NU ke depan, pemilihan menggunakan konsep Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) mulai disuarakan di rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di pondok pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Kemudian dikuatkan di Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta. Konsep AHWA Jawa Tengah dan Jawa Timur diterima oleh peserta dengan sedikit perbedaan (dalam konsepsi Rais Aam). Saya lebih condong dengan rumusan Jawa Timur. Tinggal besok keputusan Munas-Konbes itu diterima atau tidak di muktamar. Kalau tidak ya akan sangat aneh. Berarti warga NU sudah tidak mau dikendalikan.
Yang perlu kita renungkan Yai?

Kiai pesantren prihatin dengan banyak pengurus NU tidak sesuai dengan harapan. Kenyataan di lapangan bahwa pengurus tidak dari kalangan pesantren. misalnya sarjana yang memiliki background pesantren. kalau tidak sama sekali ya, langkahnya tidak sesuai dengan harapan. Dengan keputusan Munas-Konbes NU bisa kembali ke khitthah.

Tanggung Jawab NU dalam Muktamar?

Ingin mengembalikan NU ke khittah NU yang sebenarnya. Menurut kiai sepuh NU, sekarang banyak pembelokan dari NU yang sebenarnya. Kalau kita melihat NU dibentuk dalam rangka membentengi aqidah sebab sebelum NU dibentuk mulai beredar aqidah yang tidak sesuai dengan yang disampaikan Walisongo. Dimulai dengan munculnya kelompok-kelompok wahabi.

Bagaimana tugas Rais Aam ke depan Yai? 

Mengendalikan NU dan mestinya kita melihat AD-ART NU sebagai pengendali utama dan konseptor. Kadang kita melihat di lapangan tanfidziyah mengendalikan syuriyah. Mestinya syuriyah mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Kiai Maimun Zubair ketika muktamar di Cipasung. Calon ketua tanfidz ada Gus Dur dan Abu Hasan. Waktu itu Mbah Mun condong ke Abu Hasan. Kata Mbah Mun, “Jadi dalam kepengurusan NU mestinya, Tanfidz itu ojo golekna wong pinter-pinter, nek pinter ngko syuriyah-nya diapusi (jangan carikan orang yang pinter-pinter, nanti kalau pinter syuriyahnya dibohongi)”. Syuriyah mau mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Jadi syuriyah supaya bisa mengendalikan tanfidz.

Harapan besar untuk Muktamar dan NU ke depan Yai?

NU bisa kembali ke khittah 1926. Khittah sekarang masih di bibir saja. Selain itu, berpegang teguh pada aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang telah dikonsepkan sebagaimana termaktub di AD-ART NU, yaitu dalam bidang aqidah kita menganut Imam Asy’ari dan Imam Maturidi. Dalam fiqhiyyah kita menggunakan Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Maliki Dan Imam Hambali. Dalam bidang tasawuf Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi.(NU Online) 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa dan Kopling Ibadah

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.148
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.   Pada konteks ini, puasa hadir […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

  • PCNU-PATI

    Fundrising Koin NU Pelan Tapi Pasti

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– Manager Fundrising PC Lazisnu Pati kembali melaksanakan tugasnya mengambil kotak koin NU di empat titik, senin (24/01). Kegiatan ini ia lakukan rutin setiap satu bulan sekali. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan Fundrising koin NU agar semakin baik.  “Pengambilan kotak hari ini ada di 4 titik, ada di kantor Satpol PP, Kantor Yamaha Mataram […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Bendera Tauhid

    Bendera Tauhid

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Hiruk pikuk di Indonesia terutama melalui media sosial memang luar biasa, terutama kasus bendera yang bertuliskan kalimat tauhid. Terlepas dari tujuan aatau modus seseorang atau kelompok, kita benar benar prihatin terutama ujaran dan kata kata yang tidak berakhlak untuk menyudutkan golongan atau kelompok tertentu. Agama sebagai payung hukum dan akhlak terpuji seakan hilang dan yang […]

  • Puluhan Murid MTs Tarbiyatul Banin Winong Pati Mendapat Paket Bantuan dari YBM BRILiaN

    Puluhan Murid MTs Tarbiyatul Banin Winong Pati Mendapat Paket Bantuan dari YBM BRILiaN

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Yayasan Baitul Maal Brilian (YBM BRILiaN) melalui BRI Branch Office Pati menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada anak didik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (17/7/2025). Ada sebanyak 30 paket yang dibagikan kepada para siswa. Supervisor Penunjang Operasional (SPO) BRI Pati, Agus Sumartono, mengatakan bahwa kegiatan […]

  • PCNU - PATI . (Unsplash/Markus Spiske)

    Detik-Detik Kecelakaan di Kamar Hotel

    • calendar_month Ming, 31 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Ruangan dengan puluhan lampu gantung bernuansa remang-remang dan eksotis itu sebenarnya sangat cocok untuk sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Namun sayang, seringkali hanya sebagai tempat membuang penat dan pelampiasan stress. Seperti gadis yang saat ini duduk bersama lelaki di sudut bar lounge dekat bartender. Sepintas mereka seperti sepasang kekasih, tapi […]

expand_less