Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Solidaritas Sosial

Puasa dan Solidaritas Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, M A

Momentum bulan Puasa merupakan momentum yang datang selalu disambut dengan gagap-gempita oleh masyarakat muslim dari saentero dunia. Momentum ini sekaligus dijadikan sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Masyarakat muslim begitu antusias dalam menyambutnya, tak ayal apabila bulan Ramadan tiba disambut dengan melakukan pelbagai kegiatan rutinitas, seperti tadarus Alquran, ngaji bandongan, dan berbagi kepada masyarakat lain. Tradisi ini dilakukan dari tahun ke tahun dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan rahmat dan magfirah dari Sang Khaliq.

Adapun tujuan utama dari praktek berpuasa adalah untuk mencapai keadaan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT sebagaimana tercantum dalam surat Al-Baqarah: 183:

“Firman Allah SWT yang berbunyi: ‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.’’

Mencapai keadaan bertaqwa merupakan tujuan utama yang diharapkan seseorang setelah menunaikan ibadah puasa. Oleh karena itu, Nabi memerintahkan kepada mereka yang menjalankan puasa untuk menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak pantas sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Kitab Al-Muwatha’.

“Puasa itu adalah perisai, jika salah satu dari kalian sedang berpuasa, maka jangan sampai berkata kotor dan jangan pula bertingkah laku jahil (sombong, suka mengejek, atau bertengkar). Jika ada orang lain yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya, maka hendaklah dia mengatakan: “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”

Hadis di atas menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa diperintahkan Nabi untuk tidak mengucapkan kalimat yang kotor dan bertindak bodoh, bahkan jika ada seseorang yang mengajak berkelahi atau memusuhi, ia cukup mengucapkan saya sedang berpuasa. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesempurnaan pahala puasa, terutama menjaga ketakwaannya kepada Allah SWT.

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa Nabi memerintahkan orang yang berpuasa untuk menghindari mengucapkan kata-kata yang tidak sopan dan bertindak bodoh, bahkan jika seseorang mengajak berkelahi atau memusuhi mereka. Tujuannya adalah untuk menjaga pahala puasa tetap sempurna, terutama untuk mempertahankan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Puasa dan solidaritas antar sesama

Selain puasa dijadikan sebagai momentum dalam ranah kebaikan, adakalanya puasa dijadikan sebagai momentum untuk saling membantu antar sesama. Dimana akhir-akhir ini di beberapa kota diterpa banyak bencana, mulai banjir, angin putting beliung, dan gempa. Maka, sebagai warga negara yang baik sudah sayogjanya untuk saling membantu antar sesama insan tanpa melihat atributnya.

Adapun untuk meringankan beban para korban yang terdampak bencana, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, antara lain yaitu; memberikan bantuan baik material maupun non-material, ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana, dan ikut membersihkan lingkungan pasca terkena bencana.

Dari beberapa contoh di atas tentunya menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial kita antar sesama  dengan maksud untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Oleh karena itu, datangnya bulan Ramadan meskipun bersamaan dengan adanya bencana tidak menyurutkan niat baik kita dalam menolong antar sesama, justru kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesalehan sosial dan rohani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - BPUN Pati Kembali Terima Peserta dari Luar Daerah

    BPUN Pati Kembali Terima Peserta dari Luar Daerah

    • calendar_month Jum, 15 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Pati kembali diselenggarakan pada tahun ini. Lokasinya seperti biasa, yakni di Kampung BPUN Pati, Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Sementara, tempat bimbingan disentralkan di Madrasah Diniyah Mansyaul Ulum. Adji Pratama Putra, Manajer BPUN Pati tahun 2022 menyebutkan, sebanyak 23 peserta berhasil lolos mengikuti program ini. Seperti […]

  • PCNU-PATI

    Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Penyajian materi melalui rangkaian cerita dialog dan perdebatan secara langsung antara orang-orang yang berbeda pendapat merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk menyampaikan bahasan seputar akidah Ahlussunnah wal jamaah. Perdebatan antara para ulama memang terjadi secara langsung dalam forum-forum dialog terbuka maupun melalui buku yang saling berbantah. Para ulama masa dahulu sudah terbiasa menggunakan kedua […]

  • Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Pucakwangi – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Pucakwangi, Kabupaten Pati gelar Launching dan Bedah Buku. Acara ini berlangsung di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) setempat, Kamis (20/10/2022) malam.  Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Gairah Literasi di Madrasah dan Pondok Pesantren” itu menghadirkan seorang penyair sekaligus penulis, Sosiawan Leak. Sosiawan Leak memaparkan, literasi tidaklah […]

  • Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Instruktur kaderisasi PC IPNU IPPNU KAB. PATI lakukan breefing untuk memaksimalkan kader IPNU IPPNU di tingkatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) PATI-Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) adalah salah satu pendidikan kaderisasi tingkatan awal atau pintu masuk untuk menjadi anggota IPNU dan IPPNU. Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu adalah salah satu madrasah yang memiliki Pimpinan komisariat IPNU IPPNU […]

  • PCNU-PATI Photo by Ali Pli

    Seekor Burung dengan Sayap Patah

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu […]

  • Takmir dan Irmas Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Gelar Reorganisasi Pengurus

    Takmir dan Irmas Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Gelar Reorganisasi Pengurus

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    WINONG, Setelah Sholat Selesai, Pengurus Takmir dan IRMAS Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Kecamatan Winong Meggelar Musyawarah untuk memilih pengurus baru periode 2019-2024 yang dihadiri oleh pemerintah desa dan perangkat serta seluruh jamaah dan tokoh masyarakat, pemuda, pengurus musholla se-Desa Godo. Dalam sambutannya, Suwondo, kepala Desa Godo menyampaikan bahwa sekarang ini takmir masjid dan musholla […]

expand_less