Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Awali Puasa dengan Puasa

Awali Puasa dengan Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan basmalah. Namun dalam konteks puasa Ramadan, saya menyebut berpuasa Ramadan perlu diawali dengan puasa.

 

Kabeh wong reti, bulan Ramadan penuh berkah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025, begitu pula dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Semua sepakat 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Hakikatnya, ruasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Lebih dari itu, puasa adalah kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Ramadan telah tiba, mari kita gunakan waktu yang ada untuk merenungi diri, introspeksi atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon ampunan kepada Allah atas segala khilaf dan dosa yang mungkin pernah kita perbuat. Selain itu, kita juga perlu membersihkan hati dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

 

Awali Puasa dengan Puasa

Puasa Ramadan sebagai ibadah yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, hakikatnya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana penyucian diri, baik lahir maupun batin. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah konsep mendalam: mengawali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu. Ngono! Artinya, sebelum Ramadan tiba, kita sudah mulai menyiapkan diri dengan berbagai bentuk puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

 

Pertama, persiapan lahir dan batin. Puasa yang sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan segala bentuk hawa nafsu dan perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, persiapan menjelang Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

 

Secara fisik, tubuh perlu dibiasakan untuk berpuasa agar tidak terkejut ketika memasuki bulan Ramadan. Puasa sunah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (pertengahan bulan Hijriyah), dan puasa Sya’ban, menjadi latihan yang baik sebelum Ramadan tiba. Selain melatih tubuh agar terbiasa, puasa sunah juga menjadi ladang pahala yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Sementara itu, persiapan batin lebih dari sekadar niat. Hati harus dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Kita harus menahan diri dari perkataan yang menyakiti, menahan amarah, dan memperbanyak zikir serta doa. Membersihkan diri secara spiritual ini adalah bagian dari puasa sebelum puasa, karena sejatinya, ibadah Ramadan tidak akan sempurna jika hati masih terkotori oleh kebencian dan kedengkian.

 

Kedua, menahan puasa yang sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering beranggapan bahwa puasa hanya berarti menahan makan dan minum. Padahal, puasa sejati lebih dari itu. Puasa sejati adalah kemampuan menahan diri dari segala hal yang bisa merusak ibadah dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

 

Menjelang Ramadan, kita bisa mulai berpuasa dari kebiasaan buruk. Misalnya, menahan diri dari bergunjing, menunda pekerjaan, atau bahkan dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengontrol diri dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

 

Ketiga, membersihkan diri sebelum Ramadan. Nah iki sing penting. Mengawali puasa dengan puasa juga berarti membersihkan diri dari dosa-dosa sebelumnya. Islam mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk itu. Namun, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan, kita perlu bertaubat dan meminta maaf kepada sesama sebelum bulan suci ini dimulai.

 

Salah satu cara untuk membersihkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan shalat sunah, seperti shalat taubat dan salat hajat. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf atas kesalahan, dan memberi maaf kepada orang lain akan membuat hati lebih tenang dan bersih dalam menyambut Ramadan.

 

Keempat, berpuasa sebelum berpuasa Ramadan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, bulan yang berada sebelum Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sering melakukan puasa di bulan Sya’ban. Puasa di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai persiapan menyambut Ramadan, puasa ini juga dapat melatih diri kita untuk lebih kuat menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa Ramadan.

 

Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi tentang bagaimana kita menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual yang hakiki. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadan 1446 H, marilah kita awali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu, baik itu puasa dalam arti fisik melalui puasa sunah, maupun puasa dalam arti batin dengan menahan diri dari segala keburukan dan membersihkan hati. Jika sudah terlanjur, ada kesempatan pada Ramadan 1447 H mendatang. Dengan begitu, kita dapat menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, siap untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

 

Jika tidak mau berpuasa sebelum puasa, la arep ngapa awakem leh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education (Scopus Q1), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    KH Maimun Zubair adalah Mustasyar PBNU, sebuah jabatan yang hanya dihuni begawan-begawan ulama yang sudah paripurna ilmu, akhlak, dan dedikasi kebangsaannya. Pemikiran dan tindakan KH Maimun Zubair menjadi sorotan banyak pihak. Dalam konteks NU, maka kajian fiqh menjadi dominan. Pegangan warga NU adalah hasil bahtsul masail baik yang diadakan Pondok Pesantren maupun Nahdlatul Ulama, mulai […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Dukung Pemerintah Bongkar Kawasan LI

    PC IPNU IPPNU Pati Dukung Pemerintah Bongkar Kawasan LI

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Masna Zakiatus Salwa, Ketua PC IPNU Kabupaten Pati PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati mendukung penuh pembongkaran kawasan Lorong Indah (LI) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada Kamis (3/2). Dukungan dan apresiasi ini disampaikan langsung oleh Ketua PC IPNU Pati, Mastna Zakikiyatus Salwa. “Kami PC IPNU IPPNU Pati, badan otonom dari Nahdlatul […]

  • GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana dan Pati

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana dan Pati

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati membuka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana, tepatnya di samping Masjid Al Mukarromah, dan di Alun-Alun Simpanglima Pati, tepatnya di depan Masjid Agung Baitunnur. Ketua PC GP Ansor Pati Abdullah Syafiq mengatakan, posko mudik dibuka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat yang tengah dalam perjalanan. Pelayanan […]

  • Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

     Pada suatu daerah yang berpenduduk campuran antara muslim dan non muslim, seseorang menemukan serpihan anggota tubuh mayat ditengah jalan.   Pertanyaan :    Apa yang harus dilakukan orang tersebut atas kaitannya dengan tahjîz al-mayyit ?   Jawaban :Yang dilakukan adalah melakukan tahjîzulmayyit dengan sempurna apabila serpihan tersebut diyakini pisah setelah meninggalnya mayyit (yang memiliki serpihan […]

  • NU Kabupaten Pati Punya Website

    NU Kabupaten Pati Punya Website

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Web yang dimiliki NU Kabupaten Pati sementara tampil dengan nama nu-kab-pati.blogspot.com namun kelak akan tampil simple, dan tidak panjang dalam memberi nama Websitenya. cukup ketik www.nu.kabpati.com atau nu.kabpati.org maka saat ini web NU Sudah bisa anda buka. Dalam web ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan NU Kabupaten Pati, pengumuman, pengumuman, mungkin nantibisa berkembang terus […]

  • Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Paket sembako PC Muslimat NU Pati yang siap edar untuk warga yang membutuhkan PATI-Meskipun belum dilantik secara resmi, Pengurus Cabang Muslimat NU Pati telah melakukan gebrakan. Di patyh kedua Bulan Ramadhan ini, PC Muslimat NU Pati melaksanakan bhakti sosial. Kegiatan yang diawali Minggu (10/5) ini masih terkait danpak covid 19 di masyarakat. Menurut Dr. Hj. […]

expand_less