Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Awali Puasa dengan Puasa

Awali Puasa dengan Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 522
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan basmalah. Namun dalam konteks puasa Ramadan, saya menyebut berpuasa Ramadan perlu diawali dengan puasa.

 

Kabeh wong reti, bulan Ramadan penuh berkah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025, begitu pula dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Semua sepakat 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Hakikatnya, ruasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Lebih dari itu, puasa adalah kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Ramadan telah tiba, mari kita gunakan waktu yang ada untuk merenungi diri, introspeksi atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon ampunan kepada Allah atas segala khilaf dan dosa yang mungkin pernah kita perbuat. Selain itu, kita juga perlu membersihkan hati dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

 

Awali Puasa dengan Puasa

Puasa Ramadan sebagai ibadah yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, hakikatnya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana penyucian diri, baik lahir maupun batin. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah konsep mendalam: mengawali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu. Ngono! Artinya, sebelum Ramadan tiba, kita sudah mulai menyiapkan diri dengan berbagai bentuk puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

 

Pertama, persiapan lahir dan batin. Puasa yang sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan segala bentuk hawa nafsu dan perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, persiapan menjelang Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

 

Secara fisik, tubuh perlu dibiasakan untuk berpuasa agar tidak terkejut ketika memasuki bulan Ramadan. Puasa sunah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (pertengahan bulan Hijriyah), dan puasa Sya’ban, menjadi latihan yang baik sebelum Ramadan tiba. Selain melatih tubuh agar terbiasa, puasa sunah juga menjadi ladang pahala yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Sementara itu, persiapan batin lebih dari sekadar niat. Hati harus dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Kita harus menahan diri dari perkataan yang menyakiti, menahan amarah, dan memperbanyak zikir serta doa. Membersihkan diri secara spiritual ini adalah bagian dari puasa sebelum puasa, karena sejatinya, ibadah Ramadan tidak akan sempurna jika hati masih terkotori oleh kebencian dan kedengkian.

 

Kedua, menahan puasa yang sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering beranggapan bahwa puasa hanya berarti menahan makan dan minum. Padahal, puasa sejati lebih dari itu. Puasa sejati adalah kemampuan menahan diri dari segala hal yang bisa merusak ibadah dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

 

Menjelang Ramadan, kita bisa mulai berpuasa dari kebiasaan buruk. Misalnya, menahan diri dari bergunjing, menunda pekerjaan, atau bahkan dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengontrol diri dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

 

Ketiga, membersihkan diri sebelum Ramadan. Nah iki sing penting. Mengawali puasa dengan puasa juga berarti membersihkan diri dari dosa-dosa sebelumnya. Islam mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk itu. Namun, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan, kita perlu bertaubat dan meminta maaf kepada sesama sebelum bulan suci ini dimulai.

 

Salah satu cara untuk membersihkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan shalat sunah, seperti shalat taubat dan salat hajat. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf atas kesalahan, dan memberi maaf kepada orang lain akan membuat hati lebih tenang dan bersih dalam menyambut Ramadan.

 

Keempat, berpuasa sebelum berpuasa Ramadan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, bulan yang berada sebelum Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sering melakukan puasa di bulan Sya’ban. Puasa di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai persiapan menyambut Ramadan, puasa ini juga dapat melatih diri kita untuk lebih kuat menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa Ramadan.

 

Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi tentang bagaimana kita menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual yang hakiki. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadan 1446 H, marilah kita awali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu, baik itu puasa dalam arti fisik melalui puasa sunah, maupun puasa dalam arti batin dengan menahan diri dari segala keburukan dan membersihkan hati. Jika sudah terlanjur, ada kesempatan pada Ramadan 1447 H mendatang. Dengan begitu, kita dapat menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, siap untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

 

Jika tidak mau berpuasa sebelum puasa, la arep ngapa awakem leh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education (Scopus Q1), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • Pemimpin Tegas Pemberani

    Pemimpin Tegas Pemberani

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Salah satu kader terbaik NU Pati telah berpulang ke rahmatullah, yaitu KH. Imam Shofwan. Beliau pernah menduduki posisi puncak sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati periode 2009-2013. Beliau terpilih bersama KH. Asmui Syadzali dalam konferensi NU di Pondok Ar-Roudloh At-Thohiriyyah asuhan KH. A. Mu’adz Thohir Kajen Margoyoso Pati. Beliau menggantikan KH. […]

  • Ni’am – Anisa, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Tlogowungu

    Ni’am – Anisa, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Para pengurus baru PAC IPNU/IPPNU Tlogowungu beserta pengurus MWC, Fatayat, Muslimat dan PC IPNU/IPPNU Pati dalam acara Konferancab IPNU/IPPNU Tlogowungu. TLOGOWUNGU – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tlogowungu sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang pertama. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (25-26/9), di SDN 02 Pangonan, Desa Gunungsari, Tlogowungu, Pati. Dalam konferensi tersebut Muhammad […]

  • Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Membangun organisasi itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh seorang ketua, bahkan pengurus yang dianggap paling inti, pasti banyak keterbatasan dan juga banyak tantangan. Oleh karena itu siapapun yang ada di dalam organisasi harus dijadikan unsur penting jika sebuah organisasi ingin maju, berkembang dan tumbuh kuat. Seperti halnya posisi staff yang duduk di meja […]

  • PCNU-PATI Photo by Kat Kelley

    Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

    • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Ini memang hanya sebuah film. Tapi, film ini mampu meresap ke dalam jiwa dan pikiranku. Ia mampu mengaduk-aduk emosiku dengan sedemikian kuat. Mungkin karena film tersebut dekat dengan duniaku: suami, istri, buku, dan tulis-menulis. Otak bawah sadarku menuntun ke dalam film tersebut bahwa lelaki yang ada dalam film itu adalah […]

  • Dosen Inisnu Bagikan Tips Metodologi Riset Penulisan Artikel Jurnal Scopus

    Dosen Inisnu Bagikan Tips Metodologi Riset Penulisan Artikel Jurnal Scopus

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di Gedung N, Journal Corner Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo mengadakan Workshop Substansi Artikel Jurnal bertajuk Metodologi Penelitian dengan menghadirkan narasumber dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda pada Rabu (18/9/2024). Ketua Jurnal Corner FITK UIN Walisongo Daviq Rizal melaporkan bahwa kegiatan itu dalam rangka peningkatan […]

expand_less