Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menyemai Generasi Berkarakter

Menyemai Generasi Berkarakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
  • visibility 378
  • comment 0 komentar
Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Namun, justru akan menjadi bencana demografi (demographicdisaster) jika mutu pendidikan tidak kunjung berkualitas. Untuk itu, tugas bersama adalah menyiapkan momentum dan kesempatan tersebut untuk menjadi bonus demografi melalui pembenahan sistem pendidikan nasional, mencakup kurikulum, SDM guru, fasilitas dan sebagainya.
Menurut Mohammad Nuh dalam bukunya yang bertajuk “Menyemai Kreator Peradaban” hal krusial yang harus segera dipersiapkan dan dibenahi adalah perihal kurikulum. Selama ini, kurikulum yang ada lebih menekankan kompetensi intelektual peserta didik, sehingga hasil atau out put dari lembaga pendidikan dirasa miskin moralitas dan nilai spiritualitas. Oleh karena itu, ia menekankan, bahwa seharusnya kurikulum yang menjadi dasar pembelajaran harus mengembangkan tiga kompetensi pada peserta didik, yaitu kompetensi intelektual (pengetahuan), kompetensi sikap (afektif), dan kompetensi keterampilan (psikomotor.
Ketiga kompetensi di atas menurut Mohammad Nuh memiliki dasar keagamaan yang jelas, dan sesuai dengan trilogi pembelajaran tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Tilawah merupakan domain indrawi, yaitu memberikan bekal kepada peserta didik kemampuan membaca ayat-ayat Allah, termasuk fenomena alam dan sosial yang kasatmata (keterampilan). 
Tazkiyah merupakan domain hati nurani, yaitu membekali peserta didik dengan kepekaan akan nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan kemulian (sikap). Dan ta’lim adalah domain rasio, yaitu membekali peserta didik dengan kemampuan melihat sebab akibat yang bersifat fisik atau non fisik dengan menumbuhkan logika berfikir berdasarkan kaidah keilmuan (pengetahuan). Trilogi pembelajaran ini selaras dengan 4 konsep dasar pembelajaran Jacques Delors, ketua komisi internasional UNESCO untuk pendidikan abad 21, yaitu Learning to know denganta’lim, lerarning to do dengan tilawah, dan learning to live dan learning to be dengantazkiyah. Dengan internalisasi tiga kompetensi tersebut peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi yang berkarakter.
Menurut Mohammad Nuh nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada peserta didik adalah nilai kejujuran, sabar dan kerja keras, kasih sayang dan kepekaan sosial, syukur, cinta ilmu, zuhud, optimisme, toleransi, kepekaan sosial, entrepreneur, kemandirian, nasionalisme, dan ketaatan kepada agama. Internalisasi nilai-nilai karakter tersebut dapat dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation). Lebih dalam lagi penulis buku ini memberikan lima langkah agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan efektif. Pertama, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai transfer of knowled, tetapi juga meliputitransmission of cultural values and social norms. Kedua, peran guru dan dosen harus berfungsi sebagai rule model. Ketiga,perlunya meleburkan nilai-nilai moral yang relevan di semua mata pelajaran dan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kulikuler. Keempat,membangun kultur sekolah yang bersumber dari budaya yang ada sebagai media yang kondusif untuk membentuk karakter. Kelima, perlunya kerja sama sekolah, rumah, media massa, dan lembaga-lembaga social lainnya untuk sama-sama berperan membendung arus karakter negatife dan membangun karakter positif bagi semua anak bangsa.
Dengan melakukan revolusi sistem pendidikan nasional melalui kurikulum berbasis pada trilogi pembelajaran, nilai-nilai karakter, dan kerja sama antar pihak, ke depan (100 tahun Indonesia merdeka) bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan cerdas, sebab memiliki generasi-generasi yang unggul dan berkarakter. Menurut Mohammad Nuh, bangsa yang cerdas memiliki beberapa ciri. Pertama, masyarakatnya memiliki cara berfikir terbuka (open mind). Kedua, efektif dalam pembiayaan (cost effectiveness), yaitu biaya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah sangat murah, baik biaya ekonomi, sosial, dan politik. Ketiga, selalu menjaga harkat, martabat, dan patuh dengan pranata hukum. Keempat, kebiasaan tepat waktu, sebab keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada bagaimana seseorang menghargai waktu.
Melalui bukunya ini, Mohammad Nuh mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama bahu membahu membenahi sistem pendidikan nasional yang selama ini dirasa belum berhasil mencerdaskan generasi bangsa. Melalui renungan-renungannya perihal tawaran konsep pendidikan karakter, penulis berharap semua elemen masyarakat sadar dan mau bergerak secara massif untuk berupaya secara sistematis mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter. Oleh karena itu, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca, dikaji dan direnungkan oleh siapapun, terutama warga nahdliyin.  
Judul               : Menyemai Kreator Peradaban
Penulis             : Mohammad Nuh
Penerbit           : Penerbit Zaman
Terbit               : 2013
Halaman          : 300 hlm
ISBN               : 978-602-17919-3-6
Harga              : Rp. 40.000
Peresensi         : Andi As Syarqowy

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    PCNU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menyikapi kondisi menjelang aksi demonstrasi masyrakat 13 Agustus, jajaran Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati mengeluarkan maklumat, Minggu (10/8). Terdapat lima poin maklumat yang ditujukan kepada masyarakat, aparat keamanan, hingga Bupati Pati Sudewo. Dalam pernyataannya, Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, maklumat merupakan hasil rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah di […]

  • Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.696
    • 0Komentar

    ‎ ‎Magelang – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Joni, M.Pd.BI., Wakil Rektor IV Eko Sariyekti, M.S.I., Ketua Pusat Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Moh. Syafi’, M.Hum., dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Yenny Aulia Rachman, […]

  • Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.523
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyyah (KKMI) Kecamatan Gembong menyambut Hari Santri 2025 dengan Kemah Bhakti. Kegiatan yang dihelat di Lapangan Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati tersebut berlangsung selama dua hari. Dibuka pada Selasa (21/10) siang, ratusan peserta didik dari 17 MI peserta kemah memadati lapangan. Meski cuaca gerimis, namun antusiasme para santri […]

  • PCNU-PATI

    Peserta Belum Paham Beda Baca dan Deklamasi Puisi

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Juri Lomba Baca Puisi Religi Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah memberikan catatan bermakna dan menarik. Sastrawan Mirza Sastroatmodjo Juri Lomba Baca Puisi Religi memberikan beberaba catatan terkait perlombaan tersebut. “Hanya catatan singkat. Sebelumnya, kami sangat mengapresiasi seluruh peserta dan pendamping yang telah memberikan […]

  • PCNU-PATI Photo by Yue WU

    Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang […]

  • Fiqih Sebagai Etika Bersosial

    Fiqih Sebagai Etika Bersosial

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    KH.Abdul Ghoffar Rozien (Ketua Staimafa, Pati) mengatakan; “Meskipun KH. MA Sahal Mahfudh telah wafat, Kiai Sahal seolah-olah masih terasa menemani. Pemikiran dan ide-ide segar beliau masih terasa relevan untuk kondisi bangsa saat ini. Gagasan tentang fiqh sosial yang menjadi keahlian beliau merupakan kontribusi berharga bagi komunitas pesantren dan Umat Islam di negeri ini.” Pemikiran dan tindakan Kiai Sahal […]

expand_less