Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menyemai Generasi Berkarakter

Menyemai Generasi Berkarakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
  • visibility 373
  • comment 0 komentar
Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Namun, justru akan menjadi bencana demografi (demographicdisaster) jika mutu pendidikan tidak kunjung berkualitas. Untuk itu, tugas bersama adalah menyiapkan momentum dan kesempatan tersebut untuk menjadi bonus demografi melalui pembenahan sistem pendidikan nasional, mencakup kurikulum, SDM guru, fasilitas dan sebagainya.
Menurut Mohammad Nuh dalam bukunya yang bertajuk “Menyemai Kreator Peradaban” hal krusial yang harus segera dipersiapkan dan dibenahi adalah perihal kurikulum. Selama ini, kurikulum yang ada lebih menekankan kompetensi intelektual peserta didik, sehingga hasil atau out put dari lembaga pendidikan dirasa miskin moralitas dan nilai spiritualitas. Oleh karena itu, ia menekankan, bahwa seharusnya kurikulum yang menjadi dasar pembelajaran harus mengembangkan tiga kompetensi pada peserta didik, yaitu kompetensi intelektual (pengetahuan), kompetensi sikap (afektif), dan kompetensi keterampilan (psikomotor.
Ketiga kompetensi di atas menurut Mohammad Nuh memiliki dasar keagamaan yang jelas, dan sesuai dengan trilogi pembelajaran tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Tilawah merupakan domain indrawi, yaitu memberikan bekal kepada peserta didik kemampuan membaca ayat-ayat Allah, termasuk fenomena alam dan sosial yang kasatmata (keterampilan). 
Tazkiyah merupakan domain hati nurani, yaitu membekali peserta didik dengan kepekaan akan nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan kemulian (sikap). Dan ta’lim adalah domain rasio, yaitu membekali peserta didik dengan kemampuan melihat sebab akibat yang bersifat fisik atau non fisik dengan menumbuhkan logika berfikir berdasarkan kaidah keilmuan (pengetahuan). Trilogi pembelajaran ini selaras dengan 4 konsep dasar pembelajaran Jacques Delors, ketua komisi internasional UNESCO untuk pendidikan abad 21, yaitu Learning to know denganta’lim, lerarning to do dengan tilawah, dan learning to live dan learning to be dengantazkiyah. Dengan internalisasi tiga kompetensi tersebut peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi yang berkarakter.
Menurut Mohammad Nuh nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada peserta didik adalah nilai kejujuran, sabar dan kerja keras, kasih sayang dan kepekaan sosial, syukur, cinta ilmu, zuhud, optimisme, toleransi, kepekaan sosial, entrepreneur, kemandirian, nasionalisme, dan ketaatan kepada agama. Internalisasi nilai-nilai karakter tersebut dapat dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation). Lebih dalam lagi penulis buku ini memberikan lima langkah agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan efektif. Pertama, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai transfer of knowled, tetapi juga meliputitransmission of cultural values and social norms. Kedua, peran guru dan dosen harus berfungsi sebagai rule model. Ketiga,perlunya meleburkan nilai-nilai moral yang relevan di semua mata pelajaran dan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kulikuler. Keempat,membangun kultur sekolah yang bersumber dari budaya yang ada sebagai media yang kondusif untuk membentuk karakter. Kelima, perlunya kerja sama sekolah, rumah, media massa, dan lembaga-lembaga social lainnya untuk sama-sama berperan membendung arus karakter negatife dan membangun karakter positif bagi semua anak bangsa.
Dengan melakukan revolusi sistem pendidikan nasional melalui kurikulum berbasis pada trilogi pembelajaran, nilai-nilai karakter, dan kerja sama antar pihak, ke depan (100 tahun Indonesia merdeka) bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan cerdas, sebab memiliki generasi-generasi yang unggul dan berkarakter. Menurut Mohammad Nuh, bangsa yang cerdas memiliki beberapa ciri. Pertama, masyarakatnya memiliki cara berfikir terbuka (open mind). Kedua, efektif dalam pembiayaan (cost effectiveness), yaitu biaya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah sangat murah, baik biaya ekonomi, sosial, dan politik. Ketiga, selalu menjaga harkat, martabat, dan patuh dengan pranata hukum. Keempat, kebiasaan tepat waktu, sebab keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada bagaimana seseorang menghargai waktu.
Melalui bukunya ini, Mohammad Nuh mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama bahu membahu membenahi sistem pendidikan nasional yang selama ini dirasa belum berhasil mencerdaskan generasi bangsa. Melalui renungan-renungannya perihal tawaran konsep pendidikan karakter, penulis berharap semua elemen masyarakat sadar dan mau bergerak secara massif untuk berupaya secara sistematis mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter. Oleh karena itu, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca, dikaji dan direnungkan oleh siapapun, terutama warga nahdliyin.  
Judul               : Menyemai Kreator Peradaban
Penulis             : Mohammad Nuh
Penerbit           : Penerbit Zaman
Terbit               : 2013
Halaman          : 300 hlm
ISBN               : 978-602-17919-3-6
Harga              : Rp. 40.000
Peresensi         : Andi As Syarqowy

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Al Ma’arif Gembong Gelar Shalat Istisqo’

    Yayasan Al Ma’arif Gembong Gelar Shalat Istisqo’

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    GEMBONG-Musim kemarau panjang yang menerjang wilayah Indonesia membuat banyak elemen masyarakat prihatin. Keprihatinan ini karena banyak daerah yang mengalami kesulitan air bahkan hingga ke level kekeringan. Belum lagi kasus kebakaran hutan yang sangat membutuhkan air hujan untuk memadamkannya. Ratusan orang yang terdiri peserta didik, guru, karyawan dan pengurus Yayasan Al Ma’arif Gembong melakukan shalat Istisqo’ […]

  • PCNU-PATI

    MHI Gembong Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GABUS – Keluarga MI Hidayatul Islam (MHI)  Gembong-Pati melakukan aksi sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kosekan, Gabus pada Rabu (4/1) sore. Desa tersebut menjadi salah satu langganan banjir setiap musim penghujan. Kepala MHI Gembong, Sholikhin menegaskan bahwa Desa Kosekan menjadi tujuan penyaluran bantuan karena di daerah tersebut jarang tersorot kamera.  “Dulu pernah kami […]

  • Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., pada Sabtu (10/5/2025). Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor […]

  • PCNU - PATI

    7 Teladan Mbah Dimyati Rais

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Membaca biografi KH. Dimyathi Rais yang baru saja wafat, ada beberapa teladan agung yang bisa dipetik. 1. Spirit thalabul ilmi Beliau adalah sosok pengelana pengetahuan yang haus ilmu. Pondok APIK, Lirboyo, Sarang, dan lain-lain menjadi destinasi keilmuan beliau. Dalam salah satu vidio youtube Beliau menjelaskan salah satu ulama hebat, yaitu Imam Syafii, sosok pengelana pengetahuan […]

  • IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

      Para pemgurus IPNU dan IPPNU Ranting Bumiayu usai dilantik pada Selasa (2/11) WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Bumiayu Bapoh Resmi Dilantik Di Gedung TPQ Raudathul Mujawidin, Selasa (02/11) Acara Tersebut Dihadiri oleh Bapak Muhadi, Bapak Heru Budi Cahyono selaku Pembina IPNU IPPNU Ranting Bumiayu, Ibu Miryati selaku ketua Muslimat Desa Bumiayu, Bu […]

  • PC GP Ansor Temanggung Gelar Ngaji Media untuk Kader Se-Kabupaten

    PC GP Ansor Temanggung Gelar Ngaji Media untuk Kader Se-Kabupaten

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

      Temanggung, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menyelenggarakan kegiatan Ngaji Media pada Rabu (9/7/2025), bertempat di Aula Pondok Pesantren Mualimin, Temanggung. Kegiatan ini diikuti oleh kader media GP Ansor dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Ansor dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan penguatan peran sosial. […]

expand_less