Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
  • visibility 499
  • comment 0 komentar

PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka.

Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8)

Namun jika kita jeli, akhir-akhir ini budaya tersebut mulai luntur. Banyak masyarakat yang meramaikan hajatan mereka tidak lagi dengan ketoprak atau dangdut.

Dalam beberapa bulan terakhir, majelis sholawat banyak didatangkan untuk memeriahkan acara hajatan. Hal ini bisa dikatakan sebagai fenomena sholawat. Munculnya para habaib dengan majelis-majelis sholawatnya juga menambah semangat masyarakat untuk menghadirkan majelis sholawat lengkap dengan hadrohnya.

Gus Mahmud, salah satu pendiri sekaligus penggagas majelis sholawat An Nuroniyyah, Posono, Gembong mengaku sempat heran dengan ‘fenomena’ ini. Ia melihat, pengaruh para habaib seperti Habib Syeh Solo, Habib Bidin Jepara dan Habib Bidin Pekalongan telah menjadikan solawat sebagai gaya hidup. Bahkan Majelis An Nuroniyyah sendiri sudah padat jadwal hingga bulan depan.

“Saya lebih senang seperti ini, meskipun masyarakat pada awalnya memandang sholawat sebagai gaya hidup, ya ndak apa-apa itu juga gaya hidup yang baik. Artinya kesadaran untuk lebih dekat dengan ulama dan habaib itu ada” ujar Gus Mahmud saat ditemui, Kamis (22/8).

PCNU Pati juga menanggapi hal ini dengan respon positif. Saat ditemui Kamis (22/8) Pagi, K. Yusuf Hasyim selaku ketua PCNU Pati mengungkapkan bahwa fenomena sholawat ini menunjukkan adanya kemajuan ditengah-tengah masyarakat.

“Ini adalah progres dalam hal semangat beragama. Semangat beragama memang harus diarahkan agar tidak salah arah. Saya kira sholawat adalah satu-satunya media dakwah yang mampu merangkul semua” pungkasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.393
    • 0Komentar

    PATI – Upaya mengawal keadilan bagi korban kembali ditegaskan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati. Bersama sejumlah badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama lainnya, Fatayat melakukan kunjungan ke Kepolisian Resor (Polres) Pati pada Senin (4/5/2026). Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PC Fatayat NU Pati, serta Ketua LKP3A (Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan, dan […]

  • a microphone that is sitting on a stand

    Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 701
    • 0Komentar

      Berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, selain menyimak, membaca, dan menulis. Keempatnya ibarat empat pilar komunikasi yang efektif. Namun, berbicara memiliki peran khusus karena merupakan cara kita menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara langsung kepada orang lain. Ketika kita berbicara tanpa pikir panjang, risiko kesalahpahaman pun muncul, yang bisa menimbulkan masalah […]

  • Mencari Hutang untuk Tahlilan

    Mencari Hutang untuk Tahlilan

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Sudah menjadi tradisi masyarakat, kalau ada keluarganya yang meninggal dunia, ahli warisnya mengumpulkan orang untuk bersama-sama membaca fatihah, surat ikhlas, tahlil dan lain-lain. Tepat pada satu hari, dua hari dan seterusnya.Dan semua itu tidak terlepas dari biaya, padahal ahli mayyit termasuk orang-orang yang tidak mampu dan mayyit sendiri tidak meninggalkan tirkah (harta peninggalan).   Pertanyaan […]

  • PCNU-PATI

    Dosen INISNU Bocorkan Tips Agar Terhindar dari Plagiasi dan Similarity 

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Banyak cara atau tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari plagiasi maupun similarity dalam proses penulisan artikel ilmiah, maupun tugas akhir seperti skripsi, tesis maupun disertasi. Hal itu diungkapkan dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda dalam Tadarus Literasi […]

  • PCNU - PATI

    Nur Khoiriyah, Terpilih Menjadi Ketua KOPRI

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Pati. Nur Khoiriyah, terpilih sebagai Ketua KOPRI PC PMII Pati masa khidmah 2022-2023 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PMII Pati di aula bertempat di SMA Muria, 2/7 beberapa waktu lalu. Konfercab merupakan forum tertinggi di level kepengurusan cabang PMII yang meliputi penyampaian LPJ kepengurusan sebelumnya, merumuskan organisasi yang nantinya akan dibawa pemilihan ketua yang baru. […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

expand_less