Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 428
  • comment 0 komentar

Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut.

Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya yang kebetulan selesai berbelanja hanya melihat sambil membatin, kok bisa begitu. Mengapa gadget lebih menarik daripada sang buah hati? Saya hanya berlalu. Rasanya tak etis jika harus ikut campur.

Pola interaksi dengan anak seperti itu jelas sangat kurang. Mungkin hal itu tak hanya terjadi pada orang tua yang baru saja saya lihat. Akan tetapi disekitar kita banyak dijumpai atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja melakukannya. Kita tak hadir secara penuh untuk anak-anak dan orang-orang sekitar. Kita lebih asyik dan mengutamakan gadget untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh sedangkan yang dekat kita hiraukan begitu saja.

Seharusnya kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan baik, bukan malah membuat kerenggangan hubungan diantara orang terkasih. Dampaknya adalah kurangnya cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak, yang mengakibatkan banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang tua. Anak-anak itu belum mengetahui banyak hal. Ia akan melihat lalu mempelajari. Jika yang dilihat adalah pemandangan orang tuanya yang sibuk dengan gadget, maka lambat laun ia akan menirunya.

“Halah dia kan anakku. Saya tahu yang terbaik untuknya. Kamu tak usah ikut campur. Kamu juga belum merasakan apa yang saya rasakan. Jadi tak usah sok tahu.”

Kalimat ini selalu menghantui benak saya. Oleh karena itu, saya tumpahkan dalam sebuah tulisan agar tak menjadi beban. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman bahwa ini lho cara yang baik untuk mendidik anak. Bukan bermaksud menggurui, akan tetapi saling berbagi informasi. Kita boleh memiliki privasi untuk bermain gadget, tapi jangan sampai karena gadget kita jadi melupakan apa yang ada disamping kanan dan kiri.

Dalam satu hari ada 24 jam. Selama itu pula kita bisa membagi waktu untuk sebaik-baiknya. Anak-anak tak tiba-tiba menjadi remaja lalu dewasa. Jangan sampai suatu hari nanti kita menyesal karena tak pernah hadir secara penuh untuk anak-anak kita. Dunia anak adalah dunia bermain. Ia berhak didampingi dan diarahkan. Karena kehadirannya dulu sangat dinantikan, jangan sampai setelah lahir malah kita sia-siakan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus LTN PCNU Pati Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi di Cilacap

    Pengurus LTN PCNU Pati Ikuti Workshop Jurnalistik Filantropi di Cilacap

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PCNU Pati, turut mengikuti Workshop Jurnalistik Filantropi, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya, Cilacap, pada Jumat-Sabtu, 23-24 Mei 2025. Workshop itu diselenggarakan oleh  NU Online Jawa Tengah yang bekerjasama dengan PCNU Cilacap melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LazisNU). Puluhan kontributor NU Online, perwakilan LTN, aktivis muda NU, […]

  • Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI-Dua mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA), Ah. Shofi Amri dan Nur Faiz sowan ke kantor Lazisnu Cabang Pati, Selasa (15/10) siang. Mereka datang dengan didampingi dua orang dosen, Ahmad Nashiruddin dan M. Luthfi. Lazisnu Cabang Pati menyambut kehadiran dua orang mahasiswa IPMAFA didampingi dua orang dosennya untuk melaksanakan PPL di kantor Lazisnu selama 45 […]

  • Istighotsah Satu Abad NU

    Istighotsah Satu Abad NU

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar
  • Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan […]

  • UPZIS MWCNU Tayu Studi Tiru ke Ranting Bae Kudus, Pelajari Pengelolaan Kaleng INUK

    UPZIS MWCNU Tayu Studi Tiru ke Ranting Bae Kudus, Pelajari Pengelolaan Kaleng INUK

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.194
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) MWCNU Tayu Pati, melaksanakan kegiatan studi tiru ke UPZIS Ranting Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam kegiatan itu, rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus UPZIS Ranting Bae bersama pengurus […]

  • PCNU PATI - Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum PP IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah dalam sambutanya di pembukaan Kongres IPNU XX – IPPNU XIX pada Jumat (12/8/2022) mengungkapkan bahwa kader IPNU IPPNU dapat menjadi kader yang berkualitas dan layak menjadi penerus generasi organisasi NU ke depan. Apalagi, dengan dibarengi dukungan pemerintah diharapkan IPNU IPPNU tidak menjadi duri sendiri sehingga menjadi […]

expand_less