Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 503
  • comment 0 komentar

Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut.

Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya yang kebetulan selesai berbelanja hanya melihat sambil membatin, kok bisa begitu. Mengapa gadget lebih menarik daripada sang buah hati? Saya hanya berlalu. Rasanya tak etis jika harus ikut campur.

Pola interaksi dengan anak seperti itu jelas sangat kurang. Mungkin hal itu tak hanya terjadi pada orang tua yang baru saja saya lihat. Akan tetapi disekitar kita banyak dijumpai atau bahkan kita sendiri tanpa sengaja melakukannya. Kita tak hadir secara penuh untuk anak-anak dan orang-orang sekitar. Kita lebih asyik dan mengutamakan gadget untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh sedangkan yang dekat kita hiraukan begitu saja.

Seharusnya kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan baik, bukan malah membuat kerenggangan hubungan diantara orang terkasih. Dampaknya adalah kurangnya cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak, yang mengakibatkan banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang tua. Anak-anak itu belum mengetahui banyak hal. Ia akan melihat lalu mempelajari. Jika yang dilihat adalah pemandangan orang tuanya yang sibuk dengan gadget, maka lambat laun ia akan menirunya.

“Halah dia kan anakku. Saya tahu yang terbaik untuknya. Kamu tak usah ikut campur. Kamu juga belum merasakan apa yang saya rasakan. Jadi tak usah sok tahu.”

Kalimat ini selalu menghantui benak saya. Oleh karena itu, saya tumpahkan dalam sebuah tulisan agar tak menjadi beban. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman bahwa ini lho cara yang baik untuk mendidik anak. Bukan bermaksud menggurui, akan tetapi saling berbagi informasi. Kita boleh memiliki privasi untuk bermain gadget, tapi jangan sampai karena gadget kita jadi melupakan apa yang ada disamping kanan dan kiri.

Dalam satu hari ada 24 jam. Selama itu pula kita bisa membagi waktu untuk sebaik-baiknya. Anak-anak tak tiba-tiba menjadi remaja lalu dewasa. Jangan sampai suatu hari nanti kita menyesal karena tak pernah hadir secara penuh untuk anak-anak kita. Dunia anak adalah dunia bermain. Ia berhak didampingi dan diarahkan. Karena kehadirannya dulu sangat dinantikan, jangan sampai setelah lahir malah kita sia-siakan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus untuk memberikan beasiswa kepada santri dan ustaz pondok pesantren untuk kuliah di lima program studi keagamaan Islam. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas santri dan menciptakan keilmuan yang kuat di kalangan Nahdlatul Ulama. “Kami selaku RMI PCNU Pati menyambut […]

  • Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wedarijaksa mengadakan Festival Ramadhan yang ke-13 bertempat di Madrasah Diniyah Tibyanul Falah, Desa Sidoharjo Kecamatan Wedarijaksa. Pagelaran ini dibuka dan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah, Kiai Nabhan Ulinnuha MWC NU Wedarijaksa, Majelis IPNU-IPPNU Wedarijaksa, juga tampak hadir Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pati. Acara yang berlangsung 26-28 April 2022, […]

  • PCNU-PATI Photo by Surface

    Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Setiap orang punya waktu untuk melakukannya. Tapi mereka tak punya keberanian. Pekerjaan merupakan berkah kalau bisa membantu kita berpikir tentang tindakan-tindakan kita, tetapi pekerjaan itu menjadi kutukan kalau hanya digunakan sebagai alasan supaya kita tidak perlu berpikir tentang makna kehidupan kita” (Paulo Coelho) “Setelah gak kerja di situ lagi, terus […]

  • Selalu Indah Rencana Allah

    Selalu Indah Rencana Allah

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

      Allah dalam menciptakan suatu kehidupan tak lain berpasang-pasang. Demikian pun makhluknya manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Ada bumi ada langit, sehat dengan sakit, ada yang miskin ada yang kaya, ada laki-laki ada pula perempuan dan seterusnya. Begitulah Allah maha Adil untuk ciptaannya dalam kehidupan alam semesta ini. Dalam kehidupan manusia sejak pertama kali diciptakan […]

  • PC IPNU : Saatnya Hijaukan Pati Sejak Dini

    PC IPNU : Saatnya Hijaukan Pati Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pati tak henti-henti melakukan sosialisasi ke-IPNU/IPPNU-an. Hal ini dilakukan secara masif untuk menggalakkan keaktifan pengurus di berbagai level. Mengingat, dari total 21 kecamatan di Kab. Pati, baru 19 yang memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Proses sosialisasi IPNU/IPPNU Pati Kota “Masih kurang dua (PAC). Insya Allah dalam waktu dekat akan kita […]

  • MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah Abadiyah Gabus  menyabet Medali Perunggu dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se Indonesia Ke 12 Di Bogor di wakili oleh Septiana Rohmawati siswi Kelas X.             Madrasah tentu bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum, tinggal kita sebagai guru pendidik mampu mengenali potensi dan bakat terhadap anak didik kita.             “Saya sebagai guru […]

expand_less