Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Yang Terpenting dalam Sholat, Terpenting dalam Hidup

Yang Terpenting dalam Sholat, Terpenting dalam Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Di suatu malam cerah, di teras sebuah rumah, para pemuda yang tak punya ikatan ormas apapun sedang berdiskusi seru. Bukan untuk membicarakan resesi ekonomi atau projek kereta cepat. Cuma ngobrol ringan dan receh. 

Sampai tiba-tiba salah seorang di antara mereka melontar tanya, memecah suasana. “Bagian apa yang terpenting dalam sholat?.”

Sementara yang lain masih membagong, salah satu menjawab, “fatihah,” satunya lagi menimpali dengan volume yang lebih tinggi, berharap pembenaran argumennya, “sujud, dong.” Satunya lagi tak mau kalah, “jelas niat, innamal a’malu bin niyyah,” terangnya.

“Buat apa niat kalau ndak khusyu’,” serang kang-kang sufi.

Santri mbeling dengan tenang menimpali, “sholat masih mikir angsuran aja ndadak mau khusyu’,” semua tertawa geli, kemudian kompak mengembalikan pertanyaan kepada pemberi soal. Iapun menjawab, “yang terpenting dalam sholat adalah takbir,” jawab si penanya tadi.

Semua termenung beberapa saat dan akhirnya mengerti apa yang dimaksud. Ya, takbir lah yang menggerakkan sholat. Tanpa takbir, orang hanya akan berhenti di niat tanpa ada aksi nyata. Tanpa takbir pula, orang akan terus i’tidal dengan congkak dan tidak akan bergerak, bersimpuh dalam sujud.

Sebegitu primernya fungsi takbir dalam sholat, namun statusnya sering terabai. Acap kali hanya sebagai pelengkap penderita, tanpa kita pernah menyadari bahwa dialah yang menggerakkan setiap bagian dalam sholat, dialah motor, aktor utama. Dialah pedal gas dan transmisi dalam sholat.

Lantas, siapa atau apa wujud takbir dalam hidup kita?. Penulis menemukan semacam syair indah dalam autobiografi milik sufi mistik bernama Bayazid.

“Ketika aku masih muda,” tulis Bayazid, “aku berpikir dan berkata kepada Tuhan, dan dalam semua doaku, begini bunyinya: “berilah aku energi sehingga aku dapat mengubah seluruh dunia.”

“Bagiku semua orang tampak salah. Aku adalah seorang revolusioner dan aku ingin mengubah muka bumi. Ketika aku sedikit lebih dewasa, aku mulai berdoa:

“Ini sepertinya terlalu berlebihan. Hidup akan keluar dari tanganku, hampir setengah hidupku hilang dan aku tak bisa mengubah seorang pun. Dan seluruh dunia? terlalu banyak,” lanjut Bayazid.

Berikutnya, ia menyederhanakan rencananya, “jadi aku berkata kepada Tuhan, “Tak perlu mengubah seluruh dunia, cukuplah keluargaku. Biarkan aku mengubah keluargaku.

“Dan ketika aku menua, aku menyadari, bahkan keluarga itu terlalu banyak, dan siapakah aku untuk bisa mengubah mereka?. Kemudian aku menyadari bahwa jika aku dapat mengubah diriku sendiri, itu sudah cukup, lebih dari cukup.”

“Aku berdoa kepada Tuhan, “Sekarang aku telah sampai pada titik yang tepat. Setidaknya izinkan aku melakukan ini: “aku ingin mengubah diriku sendiri.” 

“Tuhan menjawab, “Sekarang tidak ada waktu lagi. Itulah yang seharusnya kamu minta sejak di awal. Sehingga ada kemungkinan.”

Dari syair indah itu, adakah takbir lain selain diri sendiri? Menurut penulis tidak. Kalaupun ada, mungkin hanya sub-takbir saja.[]

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengajian Maulidur Rosul

    Pengajian Maulidur Rosul

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Pati. Darul Hadlanah melalui kepanitiaan Maulidiyah menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad, yang merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, dengan pembicara Ibu Mu’amaroh, beberapa waktu lalu.             Sebelumnya ada banyak serangkain acara untuk ikut memeriyahkan maulidur rosul, diantaranya lomba pidato Bahasa Arab, Bahasa Ingris, dan Bahasa Jawa serta khitobah hal ini mempersiapkan mental […]

  • PCNU-PATI

    Ang Lee

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu. Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah […]

  • LPBI NU salurkan Air Bersih

    LPBI NU salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama menyalurkan Bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan, meliputi kecamatan, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Pucakwangi. Imam Rifa’i mengemukakan meskipun bantuan air bersih ini belum mencakup keseluruhan akan tetapi sedikit banyak sudah berusaha membantu, kami dari Pengurus LPBI NU akan berusaha semaksimal mungkin agar warga Nahdliyin […]

  • Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis malam, 27/7/2023,-Pada Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Ke-11 tahun (sesi pertama) yang berlangsung di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu sore, 26 Juli 2023 mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Penyair dan Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak (62 tahun) dipanggil oleh protokol (MC) acara HPI ke-11 […]

  • GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

    GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani mengajak semua guru dan kepala sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk inklusif dan memprioritaskan pendidikan inklusi. “Tidak semua orang tua bisa mengakses sekolah berupa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari sisi jarak, keuangan, dan waktu yang sudah diselenggarkan Kementerian Pendidikan Dasar […]

  • Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma'arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma’arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Semarang – Model pengembangan pendidikan madrasah inklusi atau pendidikan inklusi yang diterapkan Kementerian Agama RI merupakan hasil dari adopsi dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah salahsatunya. “Pengembangan modul madrasah inklusif di Kementerian Agama salah satunya lahir dari modul yang dikembangkan oleh LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah. Lahirnya Forum Pendidik Madrasah Inklusif […]

expand_less