Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

Pagi ini saat saya sedang bersantai dikamar setelah melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga, saya mendengar percakapan paman saya dengan saudara jauh didepan rumah. Yang dibicarakan adalah tentang anak zaman sekarang.

Cerita bermula saat saudara jauh kami bertanya pada paman tentang siapa pemilik motor terparkir didepan teras rumah saya. Paman saya menjawab bahwa itu motor keponakannya yang habis dipakai mengambil tebu (pohon tebu yang masih muda) untuk makanan sapi peliharaannya.

Saudara jauh kami pun kembali bertanya dimana keponakan yang dimaksud paman saya tersebut. Karena diteras rumah tak ada siapapun kecuali paman saya. Paman kembali menjawab dengan mengatakan bahwa keponakannya masih tidur dikamar adik saya. Karena tadi malam dia main kerumah dan menginap disini.

Lantas, paman ingin membenarkan apa yang ia sampaikan kepada saudara jauh kami dengan mengecek ke kamar adik saya. Dan benar saja, ia mengatakan keponakannya masih tertidur pulas dengan adik saya disampingnya. Saudara jauh kami lalu berkata, “Enak ya anak zaman sekarang. Jam segini masih tidur, sedangkan kita para orang tua sudah kesana kemari.”

Sontak saya merasa hal itu sebagai tamparan. Saya menangkap makna tersirat dari apa yang disampaikan saudara jauh kami yaitu tentang kemalasan anak zaman sekarang. Maunya enak saja. Tak mau susah payah. Apa saja keinginannya tinggal minta ke orang tua. Kalau tak dituruti, jurusnya adalah murung atau mogok makan lah atau puasa bicara biasanya. Seperti yang digambarkan pada tayangan televisi.

Dua hari yang lalu saat saya sedang menemani kawan saya membuat project untuk konten youtube di sebuah Cafe, saya melihat ada gerombolan anak-anak SMA sedang belajar kelompok disana. Batin saya wah hedon sekali mereka. Kerja kelompok saja di Cafe. Berbeda dengan zaman saya saat masih menjadi siswa dulu. Kerja kelompok ya di rumah salah satu teman kami. Hingga  terjalin keakraban  antara saya dengan orang tua teman saya.

Pemandangan dua hari lalu tampak berbeda. Meski tak semua siswa zaman sekarang yang hedonis. Pasti ada yang masih sederhana layaknya saya pada era dulu. Saya melihat mereka sedang berdiskusi dan sesekali tertawa sambil menikmati makanan yang tersaji di atas meja. Saya melihat makanan yang tersaji bukanlah makanan yang sederhana, karena bila ditaksir semua, saya kira sampailah seratus ribuan.

Setelah mereka selesai mengerjakan tugas, saya kembali melihat apa yang mereka lakukan. Bukan karena kepo, tapi meja kami tak jauh jaraknya. Jadi kegaduhan mereka saya bisa mendengar dan melihat. Mereka lantas membuat video pada aplikasi yang tengah boming sekarang ini  Tik Tok namanya. Mereka berjoget-joget didepan kamera, dan sesekali tertawa. Selain video, mereka juga berselfi dengan satu orang naik diatas meja. Barangkali karena kamera hp tak bisa menangkap wajah mereka semua. Teman saya yang sejak tadi disamping saya menggerutu melihat tingkah anak-anak berseragam abu-abu tersebut.

Perkembangan zaman sangat mempengaruhi perkembangan anak didik dan masyarakat kita. Ya salah satu contohnya ini. Saya membayangkan apa pekerjaan masing-masing orang tuanya dan berapa uang saku yang diberikan per harinya. Jika saja pekerjaannya hanya serabutan dengan gaji yang tak tetap dan tak banyak, tentu sangat memprihatinkan. Jelas, sang orang tua akan lebih mementingkan keinginan anaknya dibanding dirinya sendiri. Orang tua mana yang tega melihat anak kesayangannya menangis dan sedih karena keinginannya tak terkabul.

Saya cuma berpesan kepada adik-adik saya dan khususnya pada diri saya sendiri tentunya bahwa kehidupan ini tak hanya ada yang enak saja. Kadang ya ada yang tak enak, kadang ada yang menyusahkan. Selalu ada dua sisi. Karena kesemuanya itu untuk berkesalingan. Kita tak tahu bahagia, jika tak pernah merasakan sedih. Begitu sebaliknya. Jadi, sebagai generasi muda yang nantinya akan menggantikan peran generasi tua terutama orang tua kita. Mari untuk saling memahami. Bukan sebab keinginan lantas kita bisa seenaknya saja. Ingat, apa yang kita tanam, akan menuai hasilnya kelak. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU Jepara Bantu Korban Bencana Pati, Ketua LAZISNU Pati Terharu

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kerja sama antara lembaga bahkan antar kabupaten dalam ruang lingkup NU memang sudah seharusnya terjadi. Terutama dalam situasi dan kondisi yang serba krusial seperti dialami oleh para korban bencana alam di Kabupaten Pati. Hal inilah yang diungkapkan oleh Niam sutaman, Ketua Lazisnu PCNU Pati.  Ia menyebut, banjir yang datang di beberapa wilayah di […]

  • Ramadan: Saatnya Pindah Rumah

    Ramadan: Saatnya Pindah Rumah

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 684
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pada Ahad Pahing 16 Maret 2025 kemarin, saya mewiwiti (memulai) pindahan rumah dari rumah lama di Sampangan ke Gunungpati, Kota Semarang. Meski rencana saya tempati full usai Lebaran Idulfitri, namun di hari itu secara rukun dan syarat sudah saya bancaki dengan manaqiban yang dibacakan Mbah Niam.   Awalnya ya saya […]

  • SMK Cordova Luncurkan Business Center

    SMK Cordova Luncurkan Business Center

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

      KH. Zaki Fu’ad Abdillah (depan) meresmikan Bussiness Center Cordova (BCC) PATI – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, resmi luncurkan Business Center Cordova (BCC), Sabtu Sabtu (20/11) pagi. Itu merupakan sebuah tempat untuk melakukan kegiatan usaha dengan melibatkan unsur pendidikan. Kepala SMK Cordova Margoyoso, Nur Widarto menjelaskan, BBC ini merupakan […]

  • Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove di pesisir Pantai Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Rabu,(15/10/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertajuk Mageri Segoro, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Aksi tanam mangrove […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

  • PK IPNU IPPNU MAN 1 Pati Hidup Lagi

    PK IPNU IPPNU MAN 1 Pati Hidup Lagi

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Proses persuapan pembentukan PK IPNU/IPPNU MAN 1 Pati MARGOREJO – Setelah vakum cukup lama, akhirnya Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU MAN 1 Pati kembali terbentuk. Hal ini pun disambut baik oleh semua pihak, tak terkecuali dari pihak sekolah setempat. Sebelumnya, Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) PC IPNU IPPNU Pati berdiskusi panjang dengan pihak sekolah […]

expand_less