Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
  • visibility 314
  • comment 0 komentar

Pagi ini saat saya sedang bersantai dikamar setelah melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga, saya mendengar percakapan paman saya dengan saudara jauh didepan rumah. Yang dibicarakan adalah tentang anak zaman sekarang.

Cerita bermula saat saudara jauh kami bertanya pada paman tentang siapa pemilik motor terparkir didepan teras rumah saya. Paman saya menjawab bahwa itu motor keponakannya yang habis dipakai mengambil tebu (pohon tebu yang masih muda) untuk makanan sapi peliharaannya.

Saudara jauh kami pun kembali bertanya dimana keponakan yang dimaksud paman saya tersebut. Karena diteras rumah tak ada siapapun kecuali paman saya. Paman kembali menjawab dengan mengatakan bahwa keponakannya masih tidur dikamar adik saya. Karena tadi malam dia main kerumah dan menginap disini.

Lantas, paman ingin membenarkan apa yang ia sampaikan kepada saudara jauh kami dengan mengecek ke kamar adik saya. Dan benar saja, ia mengatakan keponakannya masih tertidur pulas dengan adik saya disampingnya. Saudara jauh kami lalu berkata, “Enak ya anak zaman sekarang. Jam segini masih tidur, sedangkan kita para orang tua sudah kesana kemari.”

Sontak saya merasa hal itu sebagai tamparan. Saya menangkap makna tersirat dari apa yang disampaikan saudara jauh kami yaitu tentang kemalasan anak zaman sekarang. Maunya enak saja. Tak mau susah payah. Apa saja keinginannya tinggal minta ke orang tua. Kalau tak dituruti, jurusnya adalah murung atau mogok makan lah atau puasa bicara biasanya. Seperti yang digambarkan pada tayangan televisi.

Dua hari yang lalu saat saya sedang menemani kawan saya membuat project untuk konten youtube di sebuah Cafe, saya melihat ada gerombolan anak-anak SMA sedang belajar kelompok disana. Batin saya wah hedon sekali mereka. Kerja kelompok saja di Cafe. Berbeda dengan zaman saya saat masih menjadi siswa dulu. Kerja kelompok ya di rumah salah satu teman kami. Hingga  terjalin keakraban  antara saya dengan orang tua teman saya.

Pemandangan dua hari lalu tampak berbeda. Meski tak semua siswa zaman sekarang yang hedonis. Pasti ada yang masih sederhana layaknya saya pada era dulu. Saya melihat mereka sedang berdiskusi dan sesekali tertawa sambil menikmati makanan yang tersaji di atas meja. Saya melihat makanan yang tersaji bukanlah makanan yang sederhana, karena bila ditaksir semua, saya kira sampailah seratus ribuan.

Setelah mereka selesai mengerjakan tugas, saya kembali melihat apa yang mereka lakukan. Bukan karena kepo, tapi meja kami tak jauh jaraknya. Jadi kegaduhan mereka saya bisa mendengar dan melihat. Mereka lantas membuat video pada aplikasi yang tengah boming sekarang ini  Tik Tok namanya. Mereka berjoget-joget didepan kamera, dan sesekali tertawa. Selain video, mereka juga berselfi dengan satu orang naik diatas meja. Barangkali karena kamera hp tak bisa menangkap wajah mereka semua. Teman saya yang sejak tadi disamping saya menggerutu melihat tingkah anak-anak berseragam abu-abu tersebut.

Perkembangan zaman sangat mempengaruhi perkembangan anak didik dan masyarakat kita. Ya salah satu contohnya ini. Saya membayangkan apa pekerjaan masing-masing orang tuanya dan berapa uang saku yang diberikan per harinya. Jika saja pekerjaannya hanya serabutan dengan gaji yang tak tetap dan tak banyak, tentu sangat memprihatinkan. Jelas, sang orang tua akan lebih mementingkan keinginan anaknya dibanding dirinya sendiri. Orang tua mana yang tega melihat anak kesayangannya menangis dan sedih karena keinginannya tak terkabul.

Saya cuma berpesan kepada adik-adik saya dan khususnya pada diri saya sendiri tentunya bahwa kehidupan ini tak hanya ada yang enak saja. Kadang ya ada yang tak enak, kadang ada yang menyusahkan. Selalu ada dua sisi. Karena kesemuanya itu untuk berkesalingan. Kita tak tahu bahagia, jika tak pernah merasakan sedih. Begitu sebaliknya. Jadi, sebagai generasi muda yang nantinya akan menggantikan peran generasi tua terutama orang tua kita. Mari untuk saling memahami. Bukan sebab keinginan lantas kita bisa seenaknya saja. Ingat, apa yang kita tanam, akan menuai hasilnya kelak. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logo NU Background Putih

    Logo NU Background Putih

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 1.258
    • 0Komentar

    Bagus sekali dengan tampilan elegan dan menarik. Berwarna Putih namun tidak meninggalkan warna Hijaunya.

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Kadar Bahagia itu Berbeda

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Minggu lalu saya tak menulis seperti biasanya. Namun kali ini saya ingin menuliskan sedikit unek-unek yang saya rasakan tentang fenomena beberapa hari terakhir ini yang tengah viral. Perdebatan antara Childfree Versus punya anak. Meski saya menyadari dalam tulisan kali ini pun pasti tak runtut layaknya seorang penulis pada umumnya. Maklum, saya masih […]

  • Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.772
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, beserta badan otonom (banom) menggelar pengajian umum dan gema selawat, Jumat (24/10/2025) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta Hari Santri 2025. Meski sempat hujan deras, namun jemaah tetap antusias hadiri kegiatan yang digelar di sebelah barat […]

  • Pembinaan Keagamaan: Kemenag Bakal Jalin Kerjasama dengan Lapas dan RSUD Soewondo

    Pembinaan Keagamaan: Kemenag Bakal Jalin Kerjasama dengan Lapas dan RSUD Soewondo

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Pati bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati dan RSUD Soewondo Pati, bakal menjalin kerja sama strategis dalam pembinaan keagamaan bagi narapidana dan pasien rumah sakit. Rencana kerja sama ini disepakati dalam rapat pembentukan program kerja tahunan Pokjaluh, pada Selasa (21/1/2025). Ketua Pokjluh Kabupaten […]

  • Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Madrasah Damai menggelar Pelatihan “Sosial Media sebagai Ruang Dialog” di Aula Lantai 3 The Safin Hotel Pati. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Jumat sampai dengan Minggu 14-16 Oktober 2022. Adapun yang menjadi pesertanya adalah para kawula muda. Komunitas sekaligus lembaga pelatihan, penelitian, dan pendidikan perdamaian berbasis santri dari Desa Waturoyo, […]

  • RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service. JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan.  Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., […]

expand_less