Iklan
Berita

RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service.

JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan. 
Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., RMI meluncurkan program Laptop for Builders. Kerjasama ini sudah terjalin sejak akhir 2020 lalu. 
Laptop for Builders di antaranya berisi webinar tentang tema-tema kekinian. Sebagai contoh, pelatihan pembuatan web untuk para santri, pembuatan aplikasi android, cloud computing 101, cloud literacy (inventor), AWS cloud basic, data scientist dan materi lainnya.
“Program Laptop for Builders kerjasama Amazon Web Services dengan Rabithah Maahid Islamiyah ini akan membekali para santri tentang keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan pada saat ini, seperti cloud computing dan complex problem solving skil,” jelas Hatim Gazali selaku Program Manager Laptop for Builders RMI PBNU.

Kompetisi untuk Santri

Dari program babon Laptop for builders tersebut, baru-baru ini, RMI dan AWS menyelenggarakan kompetisi untuk para santri. Kegiatan tersebut bertajuk ‘Kompetisi Santri 4.0 : Dari Santri 4.0 untuk Pesantren dan Indonesia’. 
Melalui program itu, RMI mengundang seluruh santri di seluruh Indonesia untuk membuat proposal project berbasis teknologi. Kompetisi ini tentunya ditujukan untuk pengembangan pesantren dan umat islam melalui pemanfaatan teknologi AWS. 
Kompetisi Santri 4.0 ini dapat diikuti oleh seluruh santri putra-putri di Indonesia. Untuk mempermudah penggarapan proposal, RMI juga memperbolehkan peserta dengan sistem kelompok.
Sepuluh peserta yang beruntung, akan mendapatkan pelatihan dan mentoring dari RMI dan AWS. Harapannya, agar proposal project yang digarap oleh para peserta tidak berhenti di ranah teori saja, namun bisa direalisasikan dalam wujud nyata. 
Untuk menarik peserta, panitia menyediakan hadiah total empat puluh juta rupiah. Harapannya, agar mendongkrak semangat santri dalam mengikuti program tersebut. 
Sebab, seperti disebutkan sebelumnya, program ini ditujukan untuk pesantren dan umat islam. Jadi, semakin banyak proposal yang masuk, tentunya akan semakin banyak pula potensi dan ide yang nantinya akan bisa di realisasikan. 
Bagi santri yang hendak mengikuti kompetisi ini bisa langsung mencari informasi di website festival RMI di sini. Pengumpulan proposal paling akhir tanggal 1 Agustus 2021.

Santri Melek Teknologi

Menurut Hatim Ghazali, bidikan utama program ini ialah untuk memberi kemudahan bagi kehidupan ummat. Dengan demikian, pria yang akrab disapa Ra Hatim ini menyebutkan jika ide-ide dari proposal tersebut bisa di realisasikan, sekaligus akan menjadi amal jariyah bagi founder-nya.
“Menjadi inovator teknologi bagi pesantren dan umat Islam bukan saja menghadirkan
kemudahan-kemudahan bagi mereka, tetapi juga bermuatan amal jariyah,” tutur dia.
Selain Ra Hatim, Ketua RMI PBNU, KH. Abdul Ghaffar Rozin menandaskan bahwa di era 4.0 ini, santri tidak boleh hanya menjadi penonton. Menurutnya, santri yang menguasai teknologi akan memiliki nilai tambah untuk menghadapi tantangan global. 
“Melalui Kompetisi Santri 4.0, muncul berbagai inovasi dan terobosan penting untuk kemajuan pesantren. No one left behind,” tegasnya. (lut/ltn).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button