Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Des 2023
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Tadi malam saat saya mengikuti kegiatan tahlil rutinan, tiba-tiba saya terbesit ingin menulis untuk hari ini tentang kesederhanaan. Hal-hal sederhana yang terkadang dianggap sebelah mata oleh kebanyakan manusia. Landasan saya ingin berbagi cerita hari ini adalah karena orang tua dan keluarga saya. Bapak dan Ibu sejak saya kecil hingga sekarang selalu mengajarkan hal-hal sederhana. Tak ikut campur urusan tetangga, tak ikut urun rembug jika tak dipersilahkan, dan banyak hal lain menjadi salah satu hal yang diajarkan kepada saya.

Saat mengikuti acara tadi malam, Bapak kembali membuktikan kesederhanaannya. Pemandu acara menunjuk Bapak untuk memimpin tahlil saat itu juga. Bapak yang amalan agamanya sudah sangat kental (menurut saya) tampak begitu santai saat dirinya memimpin pembacaan tahlil tersebut. Namun siapa sangka saat sesi pembacaan doa Bapak menyerahkan kepada pemandu acara kembali. Padahal dalam kacamata saya Bapak bisa saja memimpin tahlil dan doa sekaligus. Kesederhanaan dan ketawadhu’an Bapak tersebut membuat saya merasa sangat bangga memiliki sosok seperti Bapak.

Lain pula dengan cerita Ibu. Saya masih sangat ingat ketika waktu itu menjelang lebaran Idhul Fitri. Sebagai seorang anak yang masih polos dan sukanya jajan, saya meminta dibelikan baju baru oleh Ibu. Waktu itu saya merasa kecewa karena keinginan itu tak dikabulkan dengan alasan baju yang lama masih bagus. Usia saya saat itu belum mampu berfikir bahwa berhemat dan tampil sederhana adalah pilihan hidup. Saya tahunya hanya jajan, jajan, dan agar tak ketinggalan zaman.

Rupanya penerapan sikap tegas dari Ibu tersebut kini telah membentuk pribadi saya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari yang suka jajan dan foya-foya padahal masih memiliki barang bagus, hingga kini semua serba difikirkan mana yang lebih prioritas. Butuh atau hanya sekadar ingin tampil wah. Bahkan dalam proses perjalanan hidup saya kini pun dipertemukan dengan laki-laki yang begitu mencintai saya amat sederhana. I love you kekasihku.

Lain halnya dengan cerita keluarga besar Ibu. Saat itu ketika kakek saya telah berpulang, dalam acara 7 hari meninggalnya adat di desa kami yaitu dari pihak keluarga memberikan semacam buah tangan untuk warga yang turut datang mendoakan. Ketika seluruh saudara ibu berdiskusi tentang buah tangan apa yang baik, saya dipersilahkan untuk ikut rembug. Disana saya menyaksikan paman ingin memberikan barang yang lebih dari adat biasanya. Paman saya yang lain pun tak setuju karena dianggap terlalu berlebihan. Tak perlu melebihkan dari yang biasanya sudah ada, begitu katanya. Padahal saya menilai jika memang dari pihak keluarga kami ingin ada tambahan barang lain yang lebih dari biasanya itu bisa saja. Tapi seluruh keluarga sepakat untuk yang biasa-biasa saja.

Dari beberapa kejadian tersebut saya sadar bahwa karakter dan kepribadian saya yang kini terbentuk salah satunya karena lingkungan keluarga yang selalu mengedepankan sikap kesederhanaan. Dan saya pun meyakini bahwa Tuhan menilai hambanya hanyalah dari sisi ketakwaannya bukan dari seberapa banyak materi yang dikumpulkan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Puisi Ahmad Amiruddin

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Hijrah Burung Burung [kutilang] yang dulu hanya ada didesa ini, sempat menjadi makanan pelor-pelor anak desa ini, kini mulai bertelur diperbatasan desa, anak-anak itu tak sadar bahwa burung yang biasa melompat menerobos cahaya melewati carang-carang daun tiba-tiba hilang. Burung itu merajut sarangnya diantara carang-carang yang belukar, agar kelak anak yang ada dalam telur ini bisa […]

  • KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sabtu, 31 Agustus 2019/ 30 Dzulhijjah 1440, warga Pati, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kehilangan salah satu ulama yang dekat dengan umatnya. Beliau adalah KH. Ali Mahmudan Dahlan asal Wedarijaksa, Pati. Santri ndalem KH. Maimun Zubair yang lama thalabul ilmi di Sarang ini meninggalkan banyak kenangan. Baca: Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini […]

  • Puasa; Balas Dendam saat Berbuka. Photo by Ali Inay on Unsplash.

    Puasa; Balas Dendam Ketika Berbuka

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At MajhaSepekan saya dan Anda menjalani ibadah puasa. Pun telah banyak permintaan berbuka bersama dari teman kerja, kolega bisnis atau pun dari lainnya. Dan hanya untuk makan saja saya dan Anda harus bersama-sama. Jadi teringat pepatah Jawa makan tak makan yang penting kumpul. Bisa jadi ini yang dimaksud dengan pepatah itu. Kemarin […]

  • PCNU-PATI

    Lagi, Pendekar PN Serbu Waduk Gembong

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id GEMBONG – Waduk Seloromo, Gembong lagi-lagi dijadikan lokasi UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) PC Pagar Nusa Pati. Kegiatan yang melibatkan seratusan peserta ini dilangsungkan Kamis (29/12) pagi hingga petang.  Menurut Suwarto, Ketua PC Pagar Nusa Pati, para peserta antusias mengikuti UKT di Gembong karena lokasinya yang luas dan pemandangannya yang indah.  Bahkan, Hidayah, salah satu […]

expand_less