Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kadar Bahagia itu Berbeda

Kadar Bahagia itu Berbeda

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
  • visibility 482
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Minggu lalu saya tak menulis seperti biasanya. Namun kali ini saya ingin menuliskan sedikit unek-unek yang saya rasakan tentang fenomena beberapa hari terakhir ini yang tengah viral. Perdebatan antara Childfree Versus punya anak. Meski saya menyadari dalam tulisan kali ini pun pasti tak runtut layaknya seorang penulis pada umumnya. Maklum, saya masih ditahap belajar.

Childfree atau tanpa anak adalah kondisi dimana pasangan atau seseorang yang memutuskan memilih untuk tak memiliki anak. Keputusan ini ternyata mendapat respon yang beragam dalam masyarakat kita. Ada yang setuju dan tak setuju dengan alasan masing-masing. Perdebatan yang tak ada habisnya seperti halnya keputusan menikah atau tak menikah.

Anda dan kalian yang masih terkungkung dengan pemikiran zaman dulu pasti akan beranggapan bahwa keputusan childfree adalah keputusan yang salah. Sebab sejak dahulu kita selalu dijejali bahwa yang namanya pernikahan harus dan wajib memiliki keturunan. Jika ada pasangan yang memutuskan untuk tak memiliki anak, kita menganggap bahwa pernikahan mereka tak sempurna.

Pertanyaannya, sejak kapan pernikahan disebut sempurna disebabkan oleh hadirnya seorang anak? Bukankah keputusan ingin memiliki anak tau tak adalah hak preogratif masing-masing pasangan? Mengapa kita tak bisa menghargai sebuah keputusan yang berbeda dari masyarakat pada umumnya?

Saya pernah membaca sebuah postingan di beranda akun instagram saya mengenai hal ini. Disana disebutkan bahwa yang kerap luput dibicarakan mengenai topik childfree atau memiliki anak sebetulnya adalah masa depan anak-anak itu sendiri. Selain itu pemilik akun juga menuliskan bahwa apakah alasan para pasangan atau seseorang punya anak adalah sebab takut dicap mandul oleh masyarakat.

Saat saya membaca kalimat yang kedua tersebut, saya mengambil jeda kemudian merenung. Apakah hingga sampai sekarang masih ada yang berpikiran seperti itu? Hanya sebab takut mendapat cap dan label negatif dari masyarakat, sehingga sangat begitu mengusahakan untuk punya anak dan menyalahkan orang lain yang memilih tak memiliki anak.

Coba dibayangkan dan difikirkan mengapa kedua hal ini harus dibedakan dan menganggap yang tak punya anak adalah yang buruk dan yang punya anak adalah yang terbaik. Apakah kedua hal ini tak bisa beriringan untuk sama-sama menciptakan suasana yang damai di lingkungan masyarakat? Mengapa kita selalu mengotak-otakkan dua hal yang berbeda lalu kamudian memberikan nilai sesuai keinginan kita?

Sudah ya. Perdebatan soal mengurusi privasi orang lain memang tak ada habisnya. Karena terkadang kita lupa bahwa masing-masing manusia ini punya hak untuk memilih dan menentukan apapun tentang prosesnya menjalani kehidupan. Kita tak perlu ikut campur apalagi dengan seenaknya memberikan justifikasi negatif kepada yang bersangkutan. Sebab bahagia satu dengan lainnya tentu sangatlah berbeda. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI. Ketua MWC NU Gembong, K. Sholikhin menyerahkan kenang-kenangan kepada ketua takmir Masjid Jami'atul Husna, Dukuh Godangmulyo, Gembong

    Safari Ramadhan, MWC-NU Gembong Beberkan Peran Lazisnu kepada Warga

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gembong kembali memgadakan safari Ramadhan tarawih kelilih setelah dua tahun libur. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin dalam dua periode K. Sholikhin tersebut kembali digelar di lima tempat. Hal tersebut disampaikan oleh sekretaris MWC, KH. Nur Hasyim. “Setiap tahun kami pusatkan di lima desa, tahun ini […]

  • PCNU-PATI

    Pelepasan Festival Aswaja Annahdliyah Anak PAID dan TPQ YPMNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yayasan Pendidik Muslimat NU mengadakan kegiatan pelepasan Festival Aswaja Annahdliyah Anak PAID dan TQP YPMNU beberapa waktu lalu menuju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah “Pelepasan ini dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan semangat agar para peserta makin giat berkompetisi” jelas Hj. Nur Laeli, SPd Selain itu, turut hadir dalam acara tersebut yaitu PJ Bupati […]

  • PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 704
    • 0Komentar

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati masa khidmat 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di pendapa kabupaten, Ahad (27/10/2024) pagi. Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan KH. Yusuf Hasyim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, serta KH. Minanurrohman sebagai Rois Syuriyahnya. “Kami memohon doa restu dan dukungan […]

  • PCNU-PATI

    Jalan-Jalan (Berlubang)

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari ini hujan terus berdatangan. Tanpa bilang-bilang, akan tetapi meninggalkan sebuah kenangan yaitu banyak jalan yang berlubang. Jalan berlubang sebab curah hujan yang berharian; bukan sebab tikus berdasi yang melubangi jalan. Kondisi tersebut tentu sangat tak mengenakkan bagi penghuni jalan—termasuk saya dan Anda. Tapi bagaimana lagi saya dan Anda […]

  • Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Tarbiyatul Banin Winong Pati, mulai dari tingkatan MA, Mts, MI, dan RA disetiap hari Kamis pada bulan terakhir mengadakan tahlil bersama dan pembacaan manaqib, hal tersebut dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa ulama ahlussuanah waljamaah terdahulu, Kamis, 3/3 kemarin.             Sebelum pambacaan tahlil terlebih dahulu diceritakan tentang sejarah pendirian Madrasah Tarbiyatul Banin pada kesempatan kali […]

  • Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengajak seluruh kader mengadakan kegiatan positif dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan. “Sebagai pelajar mari kita lebih kokohkan semangat dalam belajar berjuang dan bertaqwa yang merupakan perinsip perjuangan dan jati diri seorang pelajar,” ungkapnya. Ia mencontohkan, kegiatan yang dapat […]

expand_less