Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya.

Saya akan bercerita perihal apa yang terjadi dan apa yang dirasakan sahabat saya beberapa hari terakhir ini. Tentang peralihan status dari single menjadi marriage hingga tentang desas desus bahkan ke-irian yang menimbulkan sebuah fitnah dalam dunia kerjanya. Dia bercerita panjang kali lebar dengan penuh keseriusan dan dalam tempo cukup lama.

Bisa dikatakan usia sahabat saya sudah masuk kategori usia siap menikah jika mengacu pada hukum yang berlaku di negaranya saat ini. Namun pada kenyataannya sampai sekarang dia belum memutuskan untuk menikah. Entah sebab apa saya tak perlu ikut mencampuri karena itu ranah privasinya.

Dia hanya bercerita soal seringnya ditanya tentang kapan menikah oleh keluarga dan orang-orang disekitarnya. Dan yang membuat dia merasa tak nyaman adalah urusan privasinya banyak orang yang ingin mengetahui dan mencampuri.

Dia berkata sebenarnya tak masalah jika ada yang membantu mencarikan pasangan untuknya. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika dia dipaksa. Dia meyakini bahwa pemaksaan adalah sebuah bentuk kekerasan. Dan siapapun tak boleh melakukan hal itu meski dengan alasan sudah merasa dekat atau merasa memiliki atau sebab yang lainnya.

Masalah yang dihadapi sahabat saya tak hanya itu. Ia kembali melanjutkan ceritanya tentang kondisi lingkungan kerjanya yang toxic. Awalnya saya menyalahkan dirinya mengapa tak keluar saja dan mencari pekerjaan yang lainnya? Namun setelah saya mendengarkan penjelasannya, saya terdiam. Saya seperti diingatkan lagi untuk tak mudah memberikan penilaian terhadap apa yang dilakukan orang lain.

Kembali pada cerita tentang kondisi lingkungan kerja sahabat saya. Sahabat saya termasuk perempuan yang vokal dalam hal apa saja. Segala hal yang menyinggung prinsip yang dia yakini, maka dia akan bersuara. Hingga suatu ketika dia mendapatkan statement dari salah satu senior tertuanya.

“Kamu galak sekali menjadi perempuan. Nanti malah tak ada laki-laki yang mau lho.”

Kata sahabat saya, untung saja yang berbicara itu usianya lebih tua dari dirinya. Maka dia hanya menanggapi dengan senyuman. Batin dia, mengapa sikap seorang perempuan yang mengatakan kebenaran harus disangkut pautkan dengan pasangan. Bukankah jika belum ada laki-laki yang mendekat itu tanda seleksi semesta akan dirinya. Mengapa suara perempuan seolah tak menjadi pertimbangan dan bahkan malah dibungkam.

“Berarti jika laki-laki tak mau mendekat, berarti dia adalah laki-laki yang tak pantas bersanding dengan saya.”

Itu adalah kalimat yang dia sampaikan kepada saya. Saya membenarkan, dan juga rasanya seperti mendapat angin segar. Sahabat saya telah menjadi perempuan yang merdeka atas dirinya. Dan saya meyakini bahwa diluaran sana masih banyak perempuan-perempuan yang berjuang akan hal itu.

Terimakasih sahabatku. Cerita yang kau sampaikan akan terabadi dalam tulisan-tulisan saya. Dan saya akan terus menuliskan cerita-cerita yang kau bagikan untuk selanjutnya terbagikan kepada semua orang utamanya kepada para perempuan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Kucurkan Bantuan untuk Pesantren

    Kemenag Kucurkan Bantuan untuk Pesantren

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) membuka tangan lebar-lebar bagi para pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, melalui Direktorat Pendidikan Islam Subdit Pendidikan Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI membuka penerimaan proposal bantuan.] Setidaknya ada tiga jenis peruntukan bantuan yang ditawarkan oleh Kemenag. Di antaranya, pendidikan lifeskill dan pengembangan ekonomi pesantren; bantuan pesantren […]

  • PCNU - PATI

    Sejarah ISIS

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Buku ini membahas tentang ISIS (Islamic State Irak and Suriah), yang menurut penulis- Ahmad Yanuana Samantho, berbahaya bagi Negara-negara di dunia, termasuk kedaulatan Negara Indonesia. Ada sembilan bab dalam buku ini, jika dirampingkan maka paling tidak ada tiga pembahasan. Pertama, tentang ISIS. Kedua, tentang    Illuminati dan terakhir membahas Wahhabi. Penulis menyatakan ketiganya, saling berkaitan. Penulis […]

  • Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 78, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati mengadakan festival drum band antar Taman Kanak-Kanak – Raudhatul Atfhal (TK-RA). Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani. Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta grup drum band TK-RA se Kabupaten Pati tersebut dilaksanakan di Gedung […]

  • MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9). Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan) Dalam acara […]

  • Ganjar Pranowo Buka Muskerwil PWNU

    Ganjar Pranowo Buka Muskerwil PWNU

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan sambutannya dalam Pembukaan Muskerwil PWNU Jateng SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo, hadir dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Tengah. Kamis (10/2) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selain Ganjar, acara tersebut juga dihafiri oleh para ulama NU se-Jateng dan beberapa tokoh lain seperti Pangdam, Kapolda dan […]

  • NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

    NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati membuat krisis air di Bumi Mina Tani semakin parah. Kecamatan Pati yang selama ini jarang terkena imbas kekeringan, tahun ini juga terkena dampaknya. Kondisi ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pati bersama warga Pati  melakukan sholat Istisqo’ di alun-alun Pati,Senin (9/11/205) kemarin. “Kami sangat prihatin dengan […]

expand_less