Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
  • visibility 384
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya.

Saya akan bercerita perihal apa yang terjadi dan apa yang dirasakan sahabat saya beberapa hari terakhir ini. Tentang peralihan status dari single menjadi marriage hingga tentang desas desus bahkan ke-irian yang menimbulkan sebuah fitnah dalam dunia kerjanya. Dia bercerita panjang kali lebar dengan penuh keseriusan dan dalam tempo cukup lama.

Bisa dikatakan usia sahabat saya sudah masuk kategori usia siap menikah jika mengacu pada hukum yang berlaku di negaranya saat ini. Namun pada kenyataannya sampai sekarang dia belum memutuskan untuk menikah. Entah sebab apa saya tak perlu ikut mencampuri karena itu ranah privasinya.

Dia hanya bercerita soal seringnya ditanya tentang kapan menikah oleh keluarga dan orang-orang disekitarnya. Dan yang membuat dia merasa tak nyaman adalah urusan privasinya banyak orang yang ingin mengetahui dan mencampuri.

Dia berkata sebenarnya tak masalah jika ada yang membantu mencarikan pasangan untuknya. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika dia dipaksa. Dia meyakini bahwa pemaksaan adalah sebuah bentuk kekerasan. Dan siapapun tak boleh melakukan hal itu meski dengan alasan sudah merasa dekat atau merasa memiliki atau sebab yang lainnya.

Masalah yang dihadapi sahabat saya tak hanya itu. Ia kembali melanjutkan ceritanya tentang kondisi lingkungan kerjanya yang toxic. Awalnya saya menyalahkan dirinya mengapa tak keluar saja dan mencari pekerjaan yang lainnya? Namun setelah saya mendengarkan penjelasannya, saya terdiam. Saya seperti diingatkan lagi untuk tak mudah memberikan penilaian terhadap apa yang dilakukan orang lain.

Kembali pada cerita tentang kondisi lingkungan kerja sahabat saya. Sahabat saya termasuk perempuan yang vokal dalam hal apa saja. Segala hal yang menyinggung prinsip yang dia yakini, maka dia akan bersuara. Hingga suatu ketika dia mendapatkan statement dari salah satu senior tertuanya.

“Kamu galak sekali menjadi perempuan. Nanti malah tak ada laki-laki yang mau lho.”

Kata sahabat saya, untung saja yang berbicara itu usianya lebih tua dari dirinya. Maka dia hanya menanggapi dengan senyuman. Batin dia, mengapa sikap seorang perempuan yang mengatakan kebenaran harus disangkut pautkan dengan pasangan. Bukankah jika belum ada laki-laki yang mendekat itu tanda seleksi semesta akan dirinya. Mengapa suara perempuan seolah tak menjadi pertimbangan dan bahkan malah dibungkam.

“Berarti jika laki-laki tak mau mendekat, berarti dia adalah laki-laki yang tak pantas bersanding dengan saya.”

Itu adalah kalimat yang dia sampaikan kepada saya. Saya membenarkan, dan juga rasanya seperti mendapat angin segar. Sahabat saya telah menjadi perempuan yang merdeka atas dirinya. Dan saya meyakini bahwa diluaran sana masih banyak perempuan-perempuan yang berjuang akan hal itu.

Terimakasih sahabatku. Cerita yang kau sampaikan akan terabadi dalam tulisan-tulisan saya. Dan saya akan terus menuliskan cerita-cerita yang kau bagikan untuk selanjutnya terbagikan kepada semua orang utamanya kepada para perempuan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by klimkin

    Selalu Ada Cara Bermain Sambil Belajar

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Kesibukan saya akhir-akhir ini selain belajar dan bermain bersama Tsania, juga dengan kedua keponakan  saya yang kembar, Hakam dan Hakim. Kembar identik layaknya Upin dan Ipin. Sudah dipastikan jika tak sering bersama mereka, akan salah menyebutkan nama. Ibu saya saja masih sering salah memanggil. Beberapa hari ini, setiap sore sudah dipastikan […]

  • Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Tarbiyatul Banin Winong Pati, mulai dari tingkatan MA, Mts, MI, dan RA disetiap hari Kamis pada bulan terakhir mengadakan tahlil bersama dan pembacaan manaqib, hal tersebut dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa ulama ahlussuanah waljamaah terdahulu, Kamis, 3/3 kemarin.             Sebelum pambacaan tahlil terlebih dahulu diceritakan tentang sejarah pendirian Madrasah Tarbiyatul Banin pada kesempatan kali […]

  • Jakenan; Pelaksanaan PKPNU Pertama Tingkat MWCNU

    Jakenan; Pelaksanaan PKPNU Pertama Tingkat MWCNU

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Warta MWC NU: Jakenan Pada hari sabtu s/d Ahad tanggal 5-6 September 2015 MWCNU Kec Jakenan mengadakan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Jakenan menjadi MWC NU pertama yang telah melakukan PKPNU ini. “Dari panitia sangat bersyukur sekali dengan terlaksananya PKPNU ini, persiapannya bisa di bilang sangat cepat hanya dalam kurun waktu satu minggu saja, […]

  • Mbah Syahid Kemadu,  Kiai Alhamdulillah

    Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 916
    • 0Komentar

      Kiai pada umumnya dipersepsikan sebagai seseorang yang memiliki wawasan pengetahuan di bidang agama. Persepsi ini tak ayal diberikan masyarakat, karena sumbangsih dan kontribusinya di lingkungan masyarakat dalam berdakwah maupun saat membimbing masyarakat dalam kajian sosial-keagamaan. Sehingga labeling kiai secara tidak langsung disematkan kepada seseorang yang unggul dalam ilmu keagamaan.  Sebagai orang yang dipersepsikan demikian, […]

  • PCNU-PATI Photo by Polina Kuzovkova

    Nahdlatul Tujjar Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan NU

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Sebagaimana kita pahami Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal tidak hanya konsen dalam gerakan sosial-keagamaan saja, melainkan juga fokus NU pada bidang wirausaha atau yang lebih kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan rakyat dan bisa juga disebut dengan Nahdlatul Tujjar (NT). Dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalambidang ekonomi […]

  • Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    KH Muhammadun Abdul Hadi adalah salah satu kiai di Kajen Pati. Putra dari Mbah Abdul Hadi ini terkenal dengan kecintaannya pada ilmu, tawadu‘, sekaligus aktivis bahtsul masail dan Nahdlatul Ulama. Kiai yang pernah menjabat sebagai hakim Pengadilan Agama ini bahkan diakui Mbah Abdul Hamid Pasuruan sebagai waliyullah yang zahid dan wara‘. Berikut ini ulasan mengenang KH […]

expand_less