Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Utamakan Etikabilitas Ketimbang Elektabilitas

Utamakan Etikabilitas Ketimbang Elektabilitas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id- Membincang moral atau etika memang saat ini menjadi perhatian bersama. Banyak sekali kasus dimedia massa yang berdedar berkaitan dengan degradasi moral anak bangsa ini. Salah satu kasus amoral yang sempat viral pertengahan februari lalu misalnya. Dimana terdapat 4 pelajar yang yang berasal dari salah satu sekolah di Kabupaten Grobogan, melakukan rudapaksa terhadap siswi kelas 10 di salah satu hotel secara bergantian. Tak hanya itu, mereka juga seolah-olah bengga melakukan aksi bejat tersebut dengan cara mengabadikan lewat gawai milik salah satu pelaku.

Kasus serupa juga tak hanya dilakukan generasi bangsa ini, bahkan pelaku rudakpaksa juga dilakukan oleh oknum guru. Sekitar awal tahun 2025 di januari lalu, masyarakat dihebohkan dengan salah satu guru perempuan yang melakukan hubungan intim dengan siswa SMP. Dimana kejadian tersebut, juga terjadi di wilayah Grobogan. Tak hanya sekali dua kali, bahkan kejadian tersebut sudah terulang selama 2 tahun.

Membincang soal perbuatan amoral juga tak melulu tentang kekerasan seksual, bahkan dalam dunia politik berkaitan ini juga terjadi. Penetuan kebijakan yang untuk kepentingan pribadi, golongan atau kelompok misalnya, juga bagian dari perbuatan tak beretika. Bagaimana tidak? lewat kebijakan yang tak berpihak kepada rakyat, maka secara otomatis masyarakatlah yang akan menanggung beban atas kebijakan tersebut.

Menyoal kembali atara etikabilitas dan elektabilitas. Meski Pemilu dan Pilkada sudah berlalu, dirasa cukup menarik untuk bagaimana kita menilai sejauh mana kiprah para pemimpin dan wakil rakyat terpilih itu. Lantas sejauh mana para partai politik dalam menawarkan calon-calonnya saat bertarung dalam kontestasi politik tersebut?.

Elektabilitas ini kental kaitanya dengan popularitas seorang tokoh. Meskipun demikian berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan bahwa elektabilitas merupakan tingkat kepetrpilihan disesuaikan dengan kriteria pilihan. Kemudian elektabilitas juga sering dikaitkan dengan pemimpin, tak hanya itu elektablitas juga dapat diterapkan dalam hal barang dan jasa bahkan sebuah organisasi.

Sementara Etikabilitas sendiri memang belum masuk dalam istilah KBBI, tapi etikabilitas dimaksudkan untuk sebuah konsep kepatuhan seseorang atas nilai-nilai etis yang tercermin dalam segenap perilaku yang dilakukan. Dimana secara sederhana seseorang yang lebih dulu mengutamakan etika atau moral dalam merespon problematika.

Maka kondisi tersebut sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin. Sudah semestinya partai politik dalam menentukan kandidat harus mendahulukan etikabilitas ketimbang elektabilitas. Sehingga setidaknya para pejabat memilik simpati dan empati dalam menentukan kebijakan dan bertindak.

Relate dengan kondisi yang saat ini, dimana masyarakat sedang digempur dengan permasalahan bangsa yang luar biasa. Seperti halnya pajak naik, kebutuhan bahan pokok melonjak, Kasus pagar laut, makan bergizi gratis, kasus korupsi timah, kasus BBM oplosan hingga kebutuhan dasar Gas LPG.

Seolah-olah masyarakat tak henti-hentinya dipertontonkan dengan keadaan Indonesia yang memang tidak baik-baik saja. Kali ini masyarakat menunggu peranan pemimpin, wakil rakyat dan pejabat dalam menyelesaikan permasalahan. Sikap yang bermoral dan beretika dari pemangku kebijakan tentu diharapkan hampir seluruh masyarakat, utamanya mereka yang berada di menengah kebawah.

Akhir-akhir ini pula dalam pemilihan pejabat juga tanpa memperhatikan hal dasar etika dan moral. Salah satu halnya, pengangkatan staf khusus kementerian dari kalangan artis, dimana pengangkatan tersebut ditengah efisiensi anggaran dari semua sekotor yang dilakukan oleh presiden. Tentu hal seperti yang membuat masyarakat kecil bertanya-tanya, sejauh mana pejabat ini bekerja? (LTN/anang)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI. Ilustrasi THR. Photo by Christian Dubovan on Unsplash.

    THR

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Minggu terakhir menuju hari kemenangan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, pada hati dan nurani juga saya tanyai. Mengapa setiap orang ketika akan datang hari kemenangan setelah satu bulan full di kekang. Selalu sibuk dan ributnya minta ampun, ada yang minta bagi bagi THR, ada pula yang berbagi rejeki, ada pula yang masih berfikir […]

  • Lazisnu Kayen Helat Pelatihan dan Pelantikan Sekaligus

    Lazisnu Kayen Helat Pelatihan dan Pelantikan Sekaligus

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Proses pelantikan pengurus Lazisnu ranting se-Kecamatan Kayen KAYEN – Lazisnu Kayen baru saja menjalankan hajat akbar. Dua agenda dihelat sekaligus di Gedung MWC NU Kayen Kamis (23/9) lalu. Keduanya merupakan program untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah. Agenda pertama ialah pelatihan Upzis Lazisnu Ranting se-Kecamatan Kayen, dialnjutkan dengan pelantikan pengurus Upzis ranting.  Pelantikan dipimpin […]

  • PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Gelar Seminar ASWAJA di

    PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Gelar Seminar ASWAJA di

    • calendar_month Sen, 26 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

     di Tengah Arus Ideologi Radikal dan Liberal” tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Seminar yang dilaksanakan di Aula MA Salafiyah Kajen tersebut diikuti oleh 90 anggota PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Kajen dan dihadiri oleh pembina PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Kajen, KPS, KPPS, ET-Diversity, Pramuka, serta tamu undangan dari luar yaitu PAC IPNU-IPPNU Margoyoso, […]

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

  • PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PATI-Bangsa Indonesia bersiap menyambut pemimpin barunya Minggu (20/10) esok. Pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin akan dilantik di gedung DPR/MPR setelah memenangkan pemilu 17 April 2019 silam. Saalah satu cuplikan video dengan judul “Ketua PCNU Kab.Pati Mendukung plntkn Bp.Jokowi Sebagai Presiden RI,menolak Radikalisme, tindakan Anarkhis” Hiruk pikuk masyarakat dalam menyongsong acara ini telah mewarnai […]

  • a close up of two people shaking hands

    Selamat Datang Kepentingan

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Berminggu-minggu telah berlalu, bulan telah meninggalkan dan hari telah berganti. Dan waktu terus berjalan tak bisa berputar ke belakang. Hari ini tahun telah berganti dan banyak doa doa dikumandangkan, ada yang mengatakan tahun kemarin kurang ini dan itu, tak jarang pula berkeyakinan jika tahun ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. […]

expand_less