Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jeng Yah

Jeng Yah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
  • visibility 522
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca.

Saya membuka kembali halaman-halaman novel ini setelah kemunculan filmnya. Karya ini dapat dikatakan sebuah ekspedisi menyelami budaya dan sejarah kretek. Ratih Kumala, dengan kepiawaiannya, menuntun pembaca menjelajahi lorong-lorong waktu Indonesia, menyaksikan metamorfosis industri tembakau yang lebih dari sekadar urusan ekonomi, melainkan juga cerminan dari dinamika keluarga, percikan cinta, dan pencarian jati diri yang terbentuk dan teruji oleh waktu.

Kritik Sosial yang Tersirat

Novel ini bukan hanya sekedar narasi, tetapi suatu refleksi dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi cermin kondisi masyarakat Indonesia, di mana setiap sudut cerita menjadi gambaran nyata dari kehidupan.

Di tengah gelombang perjuangan dan ambisi, karakter-karakter wanita dalam Gadis Kretek menjadi poros utama. Mereka bukan hanya simbol femininitas, tetapi juga representasi kekuatan dan ketabahan dalam mengarungi lautan masyarakat patriarki. Mereka, dengan berani, melawan ekspektasi sosial dan budaya, menari di atas batasan yang ditetapkan, menunjukkan bahwa suara mereka layak didengar dan diakui.

Dalam pusaran cerita, Nyai Dasiyah atau Jeng Yah, muncul sebagai figur sentral. Wanita tangguh ini tidak hanya membawa kedalaman emosional, tetapi juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia adalah penghubung antara generasi, saksi bisu perkembangan industri kretek, dan simbol dari perubahan yang terus bergerak.

Jeng Yah, dalam kekuatan dan kemandiriannya, menjadi simbol perempuan yang tidak hanya bertahan tapi juga berkembang dalam cengkeraman masyarakat patriarki. Ia menghadapi setiap tantangan dengan ketabahan, menunjukkan bahwa wanita tidak hanya wajah di belakang layar, melainkan juga pelaku sejarah yang tangguh dan bijaksana.

Gadis Kretek, lewat tangan dingin Ratih Kumala, tidak hanya menjadi novel, tetapi juga sebuah manifesto feminisme, tradisi, dan modernitas. Ada baiknya sebelum menonton filmnya, Anda membaca novelnya terlebih dahulu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 762
    • 0Komentar

      Pcnupati. or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah siap melaksanakan riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) pada tahun 2025. Riset ini akan dilakukan di 15 kabupaten/kota untuk IRT dan 10 kabupaten/kota untuk IPR dengan total responden mencapai 600 orang. “Setiap enumerator akan menghimpun data dari 20 hingga […]

  • Lailatul Ijtima’ NU Wedarijaksa Berbuah Manis

    Lailatul Ijtima’ NU Wedarijaksa Berbuah Manis

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Pelaksanaan lailatul ijtima’ MWC NU Wedarijaksa PATI – Senin (30/8) kemarin, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ pertama setelah masa PPKM, walaupun masa darurat tetap mengadakan pertemuan. Ketua Tanfidziyah NU Wedarijaksa, Kiai Nabhan Ulinnuha mengatakan lailatul ijtima digelar untuk konsolidasi antar pengurus dan antar Banom NU.  “Ini lailatul ijtima kembali digelar setelah […]

  • IAIN Kudus Turun Gunung Sosialisasi Kampus

    IAIN Kudus Turun Gunung Sosialisasi Kampus

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    GEMBONG-Empat puluh pendidik Yayasan Al Ma’arif NU Gembong mengikuti sosialisasi Pascasarjana IAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (23/7) siang di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati. Peserta yang hadir adalah para dewan guru dari PAUD Shofa Az Zahro’, RA Muslimat NU, MI Hidayatul Islam, MTs. Al Ma’arif, MANU dan SMK-NU Gembong serta […]

  • Dapur Ndalem Mbah Kiai Abdullah Zein Salam

    Cerita Lucu dan Unik Dua Abdi Ndalem Mbah Sah

    • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Oleh : Sahal Japara  Peringatan Haul Syekh Mutamakkin Kajen (Suronan) bagi santri Kajen biasanya menjadi ajang pertemuan Alumni. Dalam pertemuan Alumni, selain kangen-kangenan, biasanya akan ada cerita-cerita kenangan waktu mondok. Pagi ini saya akan menceritakan kisah lucu dan unik Abdi Ndalem Mbah Sah/Ibunyai Hafshah/Aisyah Abdullah Salam, gara-gara ketemu dan njagong di sela-sela acara Khotmil Qur’an […]

  • Pandemi, Ini Rencana NU Kayen Peringati Tahun Baru Islam

    Pandemi, Ini Rencana NU Kayen Peringati Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Rapat terbatas MWC NU bersama Lazisnu Kayen dalam untuk menyambut tahun baru hijriyah KAYEN-MWCNU menggandeng Lazisnu Kayen melaksanakan rapat terbatas, Rabu (4/8) malam. Dalam pertemuan yang dihadiri hanya pengurus harian MWCNU dan Lazisnu tersebut, pembahasan mengerucut pada peringatan tahun baru, Muharrom, 1443 Hijriyah.  “Kami carikan solusi, merayakan tahun baru tapi dengan tetap menaati protokol,” Ungkap […]

  • UPZIS Pucakwangi Dapat Monitoring dari LAZISNU Pati

    UPZIS Pucakwangi Dapat Monitoring dari LAZISNU Pati

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.862
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pucakwangi mendapat monitoring dari LAZISNU PCNU Pati, Jumat (28/11/2025). Adapun monitoring ini dilakukan dalam rangka mewujudkan LAZISNU menuju lembaga filantropi terkemuka di Kabupaten Pati. Ketua UPZISNU Pucakwangi, Husaini, menekankan pentingnya monitoring dalam pengelolaan keuangan, terutama zakat, infak, dan sedekah […]

expand_less